
"Assalamuallaikum" ucap salam tamu dari luar rumah jenab
"Waallaikumsalam, sudah datang,nyonya Almira dan nona Berliana,silah kan masuk" jenab menyalami Almira dan berliana mempersilah kan masuk
"terimaksih kak jenab,apakah zahra nya ada kak"
"zahra nya lagi sholat,tunggu sebentar lagi selesai,silahkan masuk"
"terimakasih kak jenab,tapi kami duduk di kedai situ saja,seperti nya enak lebih enak duduk di saung itu melihat lihat pandangan di sekitar nya." tunjuk Almira ke saung kedai Azahra
"jangan panggil aku nona mak,panggil saja nama ya,"senyum berliana, begitu pun dengan almira berasa tidak sopan di panggil nyonya oleh jenab di mana jenab lebih tua dari almira
"baik la kalau begitu saya panggil dik almira ya" senyum jenab yang di angguki almira
"mila buat kan minum ya"
"baik makci"
"tidak usah repot repot kak,"
"tidak sama sekali merepot kan dik Almira,silah kan duduk"
selagi menunggu sanum selesai sholat mereka bertiga berbincang bincang sambil menikmati es durian yang di bawakan mila..
"rasa nya sangat enak,apakah ini salah satu minuman di sini kak"
"iya mak,rasa nya sangat enak,di tambah dengan durian kesukaan ku" senyum berliana memuji es cendol resep dari sanum
"iya itu juga salah satu minuman yang zahra buat,itu nama nya es cendol durian"
"es ini akan menjadi favorite berliana,rasa nya sangat pas di lidah"
"Alhamdulilah kalau nak berliana dan dek Almira suka"senyum teduh dari jenab
sanum yang selesai sholat langsung ke saung saat mila memberitahu tamu nya sudah datang...
"Assalamuallaikum" ucap salam sanum menyalami almira dan berliana
"Waallaikumsalam," deg jantung almira berdetak melihat bola mata dan wajah zahra yang mirip dengan Berliana di mana mata biru milik sanum juga mirip dengan nya...
"maaf nyonya,nona jadi menunggu lama"
"tidak apa apa kami juga baru sampai zahra"
"benar itu zahra,kami juga sedang menikmati es cendol yang enak ini," senyum berliana
"senyum Azahra dan berliana sangat mirip, ah tapi itu mungkin hanya kebetulan" batin jenab melihat senyum dari sanum dan berliana,
"alhamdulilah kalau non dan nyonya suka" senyum teduh sanum
sanum juga memberikan tas mini milik berliana,di mana sebelum keluar sanum juga ikut membawa tas mini itu...
__ADS_1
"sunguh hati yang begitu mulia dan baik,di mana uang dan isi nya masih utuh" batin berliana memuji kebaikan dari sanum
"kira kira ada yang hilang tidak non berliana,takut nya ada yang hilang atau bercecer saat aku membawa nya"
"Alhamdulilah masih utuh zahra,terimaksih banyak, hati kamu begitu sangat baik dan tulus,entah lah kalau itu orang lain yang menemukan nya,ambil ini untuk mu" berliana memberikan semua uang di dalam tas nya ke zahra yang berjumlah hampir 10 juta
"tidak non,saya ikhlas," tolak sanum
"ini ucapan terimaksih qu karna kamu sudah begitu baik,terima ya"
"saya tidak bisa menerima nya non maaf, bukan nya saya mau menolak rezeki,tapi saya tidak bisa menerima nya,terimakasih banyak atas kebaikan non berliana" tolak halus sanum,pasal nya memang sanum ikhlas mengembalikan barang berliana tanpa imbalan apa pun...
"ya allah hati kamu benar benar baik zahra,ya sudah ini terima ya mak, nanti bagikan ke orang oang yang kurang mampu di kampung ini" berliana menyerahkan seluruh uang itu ke jenab
"insya'allah nanti akan saya bagikan amanah dari nak berliana,sekali lagi terimakasih"
"sama sama mak"
sedangkan Almira hanya diam menatap wajah cantik sanum yang menurut nya tidak asing,padahal mereka baru bertemu sekali,
wajah sanum dan berliana yang sangat mirip turunan dari suami nya Almira.,suami almira juga ada turunan dari darah turki
"apakah saya boleh menanyakan sesuatu,dengan kak jenab dan zahra" tanya almira yang sudah tidak sabar ingin menanyakan sesuatu ke jenab dan sanum yang mengganjal di fikiran nya sedari tadi
"silahkan dik Almira,mau menanyakan apa" jawab jenab yang di angguki sanum
"maaf sebelum nya apa bila pertanyaan saya lancang atau menyinggung,apakah zahra benar benar putri kandung kak jenab, pasal nya wajah zahra tidak mirip dengan kak jenab,wajah zahra lebih dominan ke wajah turki,wajah zahra juga sama persis seperti berliana" ucap jujur almira
berliana mendengar pertanyaan mommy nya begitu terkejut,ada apa sebenar nya mommy menanyakan itu,batin berliana
"apakah kami memang tidak terlihat mirip dik Almira sebagai anak dan ibu" senyum jenab
"maaf kak apa bila saya menyinggung kak jenab, memang tidak mirip,oh apakah zahra mirip dengan suami kakak ya"
"tidak sama sekali menyinggung dik almira, zahra juga tidak mirip dengan suami saya,sebenar nya zahra anak angkat saya"
"benar itu nyonya,mak jenab adalah mak angkat zahra,zahra asli nya berasal dari indo,kalau boleh tau ada apa ya nyonya"
"ah tidak apa apa,aku hanya merindukan seseorang yang kami cintai,mungkin ini hanya kebetulan,maaf ya zahra" lirih almira hati nya saat ini sangat berkecamuk entah apa yang Almira fikir kan.,
Sanum mencerita kan ke Almira di mana asal nya saat almira menanyai sanum...
sanum berkata berasal dari panti asuhan,sanum juga bercerita di mana dulu sanum di tinggal kan orang orang yang tidak sanum kenal di panti asuhan itu menurut cerita ibu panti asuhan yang di beritahu ke sanum saat sanum mulai dewasa..
tapi sanum tidak bercerita bahwa diri nya sudah menikah dan kenapa bisa sampai ke negeri jiran itu..
Almira yang mendengar cerita sanum banyak harapan yang tersimpan di dalam hati nya,Almira tidak sabar ingin memberi kabar suami nya yang saat ini di kantor...
almira mengirim pesan ke suami nya menunjukan photo yang di dapat Almira saat bersama sanum,almira meminta jenab memotret mereka bertiga...
"kira kira ada apa ya nyonya" tanya sanum yang penasaran begitu pun dengan jenab
__ADS_1
"tidak apa apa,tunggu suami saya datang ya,nanti akan kami jelas kan" senyum Almira yang tidak sabar menunggu suami nya datang
"ada apa mom"bisik berliana saat sanum dan jenab ijin ke dalam sebentar ingin mencatat pesanan pelangan
"filing mommy mengatakan itu adik kamu yang hilang 19 tahun yang lalu"bisik Almira ke berliana
"tapi umur zahra sekarang 23 tahun,sama seperti ana,sedangkan Alea waktu menghilang umur 2 tahun mau 3 tahun,bearti sekarang umur alea 21 mom,"
"Azahra Athalea dan kamu cuma terpaut 2 tahun nak,badan ara lebih bongsor dari kamu,orang tidak akan menyangka umur nya 2 tahun saat itu,orang menebak umur nya kisaran 3 thun lebih,kita tunggu deddy datang dulu untuk memastikan nya"jelas almira dengan yakin,bahwa sanum adalah putri nya
"Ana berharap zahra adalah ara kita mom,"lirih Berliana sendu
"Mommy juga berharap begitu sayang,19 tahun jejak ara tidak kita dapat kan meskipun orang kepercayaan kita sudah mencari nya ke mana mana"isak berliana
"Ara saat di culik kita sedang berada di turki mom,sedangkan zahra berasal dari panti indo, apa mungkin penculik itu membawa ara kita ke indo sampai kita tidak menemukan jejak ara" jawab berliana menghapus air mata almira
"bisa jadi begitu nak,mommy meyakini bahwa zahra adalah ara kita,hati mommy mengatakan itu nak"lagi isak almira terdengar yang langsung di peluk berliana...
sedang kan di dalam jenab dan sanum bertanda tanya dengan pertanyaan dari Almira,ada apa sebenar nya,,
"kira kira ada apa ya mak"
"emak juga tidak tau nak,kita tunggu tuan agam biar kita tau ada apa nya,sekarang kita kembali ke depan lagi,tidak enak lama lama di dalam"
"iya mak,"
"mila ini catatan nanti kamu siap kan saja ya apa saja yang akan di kirim kan ke pelangan,"jenab memberikan catatan pesanan pelangan ke mila
untung nya ada mila yang membantu di kedai Azahra jadi mereka tidak akan kuatir saat menemani tamu mereka..
"baik makcik,nanti mila berikan ke abang supaya di antar kan ke alamat pesanan"
"terimakasih ya mila"
"maaf ya makci mila jadi merepotkan" ucap sanum tidak enak hati
"sama sama makcik jenab,tidak apa apa nak zahra,temani saja tamu nya" senyum tulus dari mila
"maaf nona nyonya kami tinggal kan dulu tadi, zahra habis mencatat pesanan yang harus di siap kan makci mila, silah kan di cicipi kue kue nya nyonya nona" Zahra mempersilah kan almira dan berliana mencicipi kue buatan nya
"Ah tidak apa apa,maaf ya kak jenab,zahra,kami jadi menganggu" ucap almira tidak enak hati...
"tidak apa apa,nyonya,kami tidak terganggu sama sekali"
"benar dik almira,tidak usah merasa tidak enak hati,silah kan di cicipi"
"terimakasih banyak kak jenab"ucap terimakasih almira yang di anguki jenab
mereka kembali bercerita entah itu tentang sanum,atau jenab dan berliana saat masih kecil semua mereka ceritakan yang terlintas di fikiran masing masing sambil menunggu agam datang...
etah siapa itu Azahra Athalea yang biasa di panggil ara kecil,harapan keluarga itu hanya satu bahwa sanum adalah ara mereka yang hilang 19 thun yang lalu
__ADS_1
bersambung....
jangan lupa like komen vote nya juga ya🙏🥰