
setelah 4 hari yang lalu berlangsung nya acara lamaran bagas untuk Airin.,bagas benar benar menepati janji nya ke kyai Ahmad dan keluarganya...
bagas bersusah payah menahan kerinduan nya untuk bertemu Airin,,,
tidak mudah bagi bagas harus menahan kerinduan nya sampai waktu akad nanti di langsungkan...
semua barang seserahan pun telah tersusun di rumah baru milik bagas dan Airin yang di bantu pihak keluarga Rendi untuk membawa nya kembali ke rumah baru itu...
meskipun rumah bagas telah terisi perabotan rumah tangga tapi bagas belum menempati rumah baru nya,bagas akan menempati rumah itu setelah resmi menikah dengan Airin...
bagas masih tinggal di rumah rahma,sedangkan pihak dari wanto telah kembali lagi ke kampung halaman..
Wanto akan datang 5 hari lagi setelah mendekati acara pernikahan bagas,masih banyak yang harus wanto urus di kampung nya...
satu mobil sengaja wanto tinggal kan untuk mempermudah rahma pergi kemana mana mengurus keperluan pernikahan bagas...
"surat undangan biar ibu dengan bibik saja nak yang mengantar kan ke rumah bu kades nanti"
"di pisah kan saja yang mana untuk kita dan untuk bu kades" ucap rahma
"iya bu ini ada 300 undangan yang siap ibu berikan sisa nya untuk kita" jawab bagas memisahkan jumlah undangan yang akan di berikan ke pihak Airin...
untuk undangan pun wanto meminta dari pihak nya yang menyediakan bukan dari pihak wanita,lagi lagi wanto dengan royal nya mengeluarkan uang tidak sedikit untuk acara pernikahan bagas dan Airin...
"apakah tidak sebaik nya bagas libur dulu nak hari ini,apa lagi bagas kurang istirahat ahir ahir ini di tambah semalam bagas bergadang tidur cuma sebentar" cemas rahma melihat wajah lelah bagas
"bagas tidak apa apa bu,bagas tidak enak dengan bos alex dan rekan kantor yang lain nya karna terlalu banyak minta libur"
"belum lagi nanti bagas minta libur lagi 4 hari pas acara pernikahan bagas"
"ibu tidak usah kuatir ya bagas tidak apa apa" bagas meyakin kan rahma untuk menghilangkan kekuatiran rahma
"tapi nak,wajahmu terlihat sangat pucat ibu tidak mau nanti bagas malah sakit mana seminggu lagi pernikahanmu akan di langsungkan" mohon rahma
"nanti bagas akan meminum vitamin untuk menjaga stamina bagas bu jadi ibu jangan cemas ya"
"di kantor juga bagas hanya bekerja di depan komputer bu, jadi tidak akan melelahkan,kalau bagas libur lagi apa kata orang kantor nanti bu"
"bagas berangkat dulu ya bu takutnya ke siangan ke kantor"
"sekalian ini titip untuk Airin ya bu,kalau ibu ke rumah Airin nanti" pinta bagas memberikan sebuket bunga mawar putih dan kalung yang dia beli tadi malam...
memang semalam bagas pulang sangat larut malam mengurus surat undangan dan persiapan yang lain nya dengan tian di pusat kota,
bagas pulang jam 1 malam belum lagi memisah kan surat undangan untuk nya dan untuk pihak Airin...
jam 3 bagas baru bisa memejam kan mata, jm 5 kembali bangun untuk menunai kan sholat subuh sampai pagi lagi bagas tidak kembali tidur...
"ya sudah kalau bagas masih tetap ingin bekerja, hati hati ya nak membawa mobil nya jagan ngebut ngebut"
"nanti akan ibu berikan ke Airin" senyum lembut rahma masih kuatir dengan bagas
"terimakasih ya bu,Assallamuallaikum" pamit bagas menyalami rahma
"Waalaikumsalam nak" jawab rahma
"nak bagas mau ke kantor,bibik fikir nak bagas akan libur nak"
"Wajah nak bagas juga sangat pucat" kuatir bik holis meletak kan sapu yang dia pegang,
__ADS_1
bik holis yang sedang membersih kan pekarangan rumah rahma melihat bagas telah rapih akan pergi bekerja. .
"iya bik bagas akan ke kantor,tidak enak bik libur terus belum lagi nanti libur lagi"
"bagas kerja dulu ya bik" pamit bagas menyalami bik holis dan mengucap kan salam juga
"iya nak hati hati ya"
"iya bik,terimakasih" senyum bagas masuk ke dalam mobil milik nya
"ya allah kenapa kepala qu sakit sekali mana badanku juga pada sakit semua" lirih bagas yang saat itu telah di perjalanan menuju kantor perusahaan alex,
" tidak ada obat lagi" bagas menepikan mobil nya di pingir jalan perkampungan mencari obat yang bisa dia minum,,
"di sini juga tidak ada warung untuk membeli obat,bismillah kuat bagas" lirih bagas menahan sakit di kepalanya kembali melajukan mobil itu untuk mencari warung terdekat
penglihatan bagas makin mengabur tapi bagas tetap melajukan mobil nya menahan rasa sakit yang dia rasakan...
ahir ahir ini memang bagas merasakan badan nya tidak enak apa lagi setelah acara lamaran,
semua persiapan pernikahan hampir bagas sendiri yang melakukan nya tidak ada yang membantu...
belum lagi membantu Rendi membawa semua barang seserahan dari kediaman Rendi menuju rumah baru nya...
di tambah mengganter rahma ke pusat kota memesan keperluan untuk acara pernikahan...
meskipun tian juga ikut membantu sepulang dari kantor langsung mengurus surat undangan...
tapi semua itu tetap menguras tenaga bagas, bagas tidak ingin rahma atau bik holis sampai kelelahan jadi bagas sendiri yang turun tangan sebelum wanto datang lagi ke desa nya...
Braaakkk booommm
tanpa bagas sadari bagas telah melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi dengan kondisi kurang baik di tambah penglihatan nya mulai mengabur...
sehinga bagas menabrak pembatas jembatan antara kampung tempat tinggal nya dengan kampung sebelah...
mobil bagas meluncur bebas masuk ke dalam jurang...
"ibu"lirih bagas tersendat sendat sebelum kesadaran bagas menghilang
"Innalilahiwainnailaihirojiun, Astagfilulah, bukan kah itu mobil mas bagas"
panik tiyo melihat mobil bagas dari kejauhan melaju dengan kecepatan tinggi yang tak seimbang menabrak pembatas jembatan meluncur ke dalam jurang...
tiyo yang kebetulan akan ke kampung sebelah berada di belakang mobil bagas yang jarak nya lumayan cukup jauh,tapi tiyo tau kalau itu mobil bagas
"mas bagaaaassss" teriak tiyo melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi juga
"ya allah mas bagas, mana di sini juga sepi," tiyo melihat di sekeliling nya ingin meminta bantuan pun di sekitaran kampung itu sangat sepi...
jembatan itu salah satu pembatas antara dua kampung di sekeliling nya juga tidak ada penduduk hanya ada jembatan dan jurang yang sangat dalam...
sedangkan di bawah jembatan mengalir sungai bendungan mengalir ke laut sangat deras....
"mas bagas bertahan mas,tiyo akan meminta bantuan" panik tiyo,ingin turun ke bawah juga tiyo tidak akan berani melihat mobil bagas meledak di bawah jurang yang dalam
tiyo langsung menghubungi Rendi kepala desa setempat mengabarkan tentang kecelakaan yang terjadi...
__ADS_1
"ya allah selamat kan lah mas bagas," mohon tiyo penuh harap meskipun harapan itu sangat kecil...
tiyo mondar mandir tidak tenang menunggu kedatangan Rendi ke lokasi...
sedangkan rahma dengan bik holis sedang di kediaman Airin membawa surat undangan dan sebuket mawar putih beserta kalung pemberian bagas untuk Airin
"Assalamuallaikum"ucap salam rahma dan bik holis
"Waalaikumsalam bu rahma mbok holis,mari masuk" ajak Jamilah
"terimakasih bu jamilah" senyum rahma
"nak ada ibu mertuamu ni" panggil jamilah ke airin yang sedang di dapur
"iya bu sebentar" jawab Airin langsung membuatkan minum untuk rahma dan bik holis
"ibu,mbok di minum"Airin meletakan teh manis ke meja,menyalami rahma begitupun ke bik holis
"terimakasih nak,ini ada titipan dari calon suamimu nak" rahma memberikan bunga dan kotak kalung ke Airin
"masyaallah cantik sekali terimakasih bu" senyum bahagia airin membuka kotak itu dan mencium bunga mawar pemberian bagas...
"Masyaallah sangat baik sekali dan perhatian calon menantu ibu,ibu sangat beruntung memiliki menantu sebaik nak bagas"
"dan memiliki besan yang sangat baik seperti bu rahma beserta mbok holis" puji jamilah sangat terharu dengan kebaikan keluarga itu
"Alhamdullilah saya juga sangat beruntung memiliki menantu dan besan sebaik nak Airin,ibu jamilah di tambah memiliki angota keluarga sebaik bik holis" senyum rahma
"ini surat undangan nya bu jamilah nak Airin ada 300 undangan"
"gimana nak apakah nak Airin suka dengan desain undangan nya"tanya rahma memberikan undangan ke airin
"masyaallah mewah sekali bu,apakah ini tidak ke mahalan dan berlebihan" jawab Airin
"Alhamdulilah kalau nak Airin suka,apa pun itu tidak akan mahal nak untuk nak Airin, ini juga permintaan ayahmu sayang"
"Masyaallah terimakasih bu"senyum haru Airin memeluk manja rahma
"sama sama nak,ibu yang harus nya berterimakasih dengan Airin,terimakasih banyak ya nak sudah mau menjadi bagian keluarga kita"
"ibu berjanji akan selalu menyayangi,memanjakan airin sebagai mana ibu menyayangi anak anak kandung ibu sendiri" rahma membalas pelukan Airin dengan sayang
bik holis dan Jamilah tersenyum haru melihat kedua nya ikut berpelukan...
ke empatnya kembali berbincang bincang membahas pernikahan Airin dan bagas yang akan di langsungkan seminggu lagi...
mereka belum mengetahuai kecelakaan yang menimpa bagas saat ini....
Rendi yang telah di lokasi kecelakaan langsung menghubungi pihak polisi untuk meminta bantuan,anak buah nya pun telah di kerahkan turun ke bawah...
sama hal nya rendi pun ikut turun ke jurang yang sangat dalam itu begitu cemas memikir kan bagas..
sedangkan tiyo dan bawahan nya di minta untuk menjemput anak istrinya beserta rahma juga...
sebelum rendi ke balai desa rahma memang telah mengabari jamilah akan datang ke rumah nya untuk mengantarkan surat undangan yang rendi ketahui juga.....
Bersambung.....
jagan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya,,🙏🙏🙏🥰🥰🥰😘😘😘🌹🌹🌹🌹
__ADS_1