
"tidak di kunci" batin Bagas membuka pintu rumah milik nya dan Airin.
selesai sholat dengan Sely Bagas langsung ke rumah nya ingin menemuai Airin masih dengan memakai koko dan sarung...
wajah Bagas kembali terlihat segar.kumis dan jengot Bagas sempat dia cukur sebelum ke rumah depan.
hanya saja rambut yang lumayan gondrong itu Bagas biar kan di gerai dan memakai peci.
"sepi sekali dimana kau sayang" Bagas mengecek setiap ruangan mencari Airin.mata Bagas tertuju di kamar paling pojok dekat dapur
"sayang"batin Bagas menitikan air matanya mendengar Airin menyebut nama nya duduk bersimpuh di depan sajadah masih memakai mukena...
",Mas Airin rindu dengan mas.kapan mas pulang 5 bulan mas tapi keberadaan mas belum di temukan"
"kondisi ibu juga makin hari makin tidak baik mas kami membutuhkan mas di sini"
"setiap malam ibu selalu mengingou memanggil nama mas,tatapan mata ibu selalu kosong menyiratkan kepedihan di mata itu mas"
"Airin tidak tega melihat kondisi ibu,Airin juga kasian dengan Serly yang sama sangat terluka nya"
"cepat pulang mas demi ibu dan demi kita semua yang menantikan kamu." hik hik hik tangis Airin makin tersedan sedan
"ya allah hambamu mohon dimana pun mas Bagas berada lindungi lah dia ya allah"
"pertemu kan lah kami kembali dengan nya ya allah.beri kan lah kemudahan untuk nya menuju jalan pulang kembali apa bila memang mas Bagas masih hidup"
"hambamu memohon ya allah.hanya padamu tempat kami memohon dan meminta pertolongan"
"Mas Bagas cepat pulang"hik hik hik tangis Airin tersedan sedan bersujud di atas sejadah nya
"Sayang" lirih Bagas bersimbah air mata tidak tega lagi mendengar tangisan Airin yang menyayat hatinya
Airin langsung tegang mendengar suara Bagas.Airin fikir hanya ilusi nya saja karna terlalu merindukan Bagas
"dek Airin mas pulang sayang" panggil Bagas lagi saat melihat Airin mengeleng kan kepala nya antara percaya atau tidak benar Bagas atau bukan suara yang memanggil nya..
Airin kembali duduk berbalik badan ingin memastikan pendengaran nya takut salah...
"maaaassss" teriak Airin menutup mulut nya menatap Bagas duduk tepat di belakang Airin
"iya sayang ini mas.mas pulang untukmu"Bagas tersenyum lembut menahan sesak di dada nya melihat wajah tirus Airin
"Mas.Airin tidak berhilunasi kan ini benar mas Bagas.?Airin tidak sedang bermimpi" tanya Airin meraba wajah Bagas ingin memastikan
"tidak sayang ini mas.mas pulang untukmu"Bagas mengengam tangan Airin penuh ke lembutan
"Masssss" teriak Airin berhambur memeluk Bagas
"Mas kemana kenapa baru pulang kita semua mencari mas sampai berbulan bulan.Airin merindukan mas,"
"Mas juga merindukanmu sayang.maaf kan mas baru bisa pulang"jawab Bagas bersusah payah menahan air mata nya yang ingin tumpah kembali membalas pulukan Airin
"maaf kan mas sayang membuatmu menunggu lama seperti ini"
__ADS_1
"mas juga sama menderitanya ingin bertemu kalian.maaf kan mas sayang sekali lagi mas minta maaf"sesal Bagas menangkup wajah tirus Airin
Bagas tidak kuat lagi menahan air matanya yang mulai membasahi wajah tampan Bagas...
"tidak mas,yang penting mas sudah pulang itu sudah cukup bagi Airin. yang penting mas tidak apa apa"
"terimakasih sayang yang selalu ada di sisi ibu saat mas tidak ada di samping ibu,"
"terimakasih sudah menjaga dan merawat ibu tidak meninggal kan ibu.terimakasih banyak sayang"
"ibu mas adalah ibunya Airin juga,mana mungkin Airin tidak merawat ibu apa lagi meninggal kan ibu dengan kondisi tidak baik"
" Masyaallah bidadari mas makin hari makin cantik."
"Mas sangat beruntung memiliki bidadari secantik dirimumu.calon istri yang sholeha baik lembut cantik" puji Bagas menghapus jejak air mata Airin membenarkan rambut yang keluar di balik muken itu
"mas tunggu di ruang tamu ya ganti lah mukena nya"pamit bagas membiar kan airin memakai hijab nya terlebih dahulu setelah selesai sholat
"terimakasih mas,ya sudah Airin merapikan ini sebentar ya mas"
"iya sayang"
bagas keluar dari kamar Airin dengan senyuman yang merekah.hati bagas sangat damai melihat kelembutan di wajah airin....
Bagas menceritakan semua nya ke airin setelah mengalami kecelakaan itu berahir terdampar di pulau berbulan bulan lama nya tidak bisa keluar...
bagas juga menceritakan tentang max daren dan agnes yang menolong nya dari maut...
bagas hanya ingin menjaga hati dan perasaan airin.apa lagi mengingat max akan menikahi agnes nantinya jadi menurut bagas lebih baik tidak mengatakan tentang kejadian yang di lakukan agnes kepadanya setiap malam...
bagas takut airin akan kecewa padahal selama di pulau bagas benar benar menjaga hatinya untuk airin
meskipun airin bukan wanita seperti itu dia percaya bagas tidak akan menghianati cinta nya....
"Alhamdulilah allah masih melindungi mas,allah masih memberi kesempatan mas untuk berkumpul kembali bersama kita"
"Alhamdulilah sayang ini juga berkat doa darimu. allah mengijabah doa doamu dan doa yang lain nya juga" senyum bagas ingin memeluk airin kembali
tapi bagas sadar serindu rindunya dia dengan airin kedua nya belum muhrim untuk bersentuhan...
cukup tadi kedua nya tanpa sadar telah berpelukan karna terlalu saling merindukan satu sama lain...
setelah nya baru bagas atau airin sadar bahwa itu salah tidak semestinya....
"mas tidak sabar ingin cepat menikahimu dek.mas takut hilaf berdua an denganmu"
"setelah ini mas akan menikahimu secepat nya " ucap lembut bagas menatap mata sayu airin
mata itu terlihat jelas kurang istirahat di tambah tubuh airin sangat kurus...
terahir bagas bertemu dengan airin pas acara lamaran,di sana tubuh airin tidak sekurus sekarang..
wajah nya yang cuaby sekarang menjadi tirus.tubuh airin yang sangat ideal menjadi kurus,,
__ADS_1
hati bagas sangat hancur tersayat sayat merasa bersalah melihat orang yang dia cintai baik itu ke airin atau ke rahma
"airin juga sama mas takut akan menimbulkan dosa dan fitnah nantinya saat kita berduaan seperti ini"
"Airin menunggu niat baik mas bagas secepat nya" jawab Airin menunduk kan kepala
"itu juga yang mas takut kan sayang,setelah keluarga kita kumpul semua mas akan membicarakan ini lagi"
"iya mas,nanti airin akan menghubungi ibu dan bapak orang tua Airin pasti sangat senang mrndengar mas pulang"
"ayah juga pasti hari ini pulang mas apa lgi sekarang hari sabtu biasanya ayah wanto selalu pulang melihat ibu"
"kita ke depan dulu mas,pasti mas lapar belum makan kan.setelah itu mas istirahat minum obat baru membangun kan ibu"
"buat sekarang biarkan ibu istirahat dulu jagan di bangun kan.airin ambilkan obat dulu ya untuk mas"
"mas juga butuh istirahat,apa lagi mendengar cerita dari mas tadi" senyum airin penuh perhatian dan kuatir dengan bagas takut akan jatuh sakit
"terimakasih sayang.maaf kan mas ya sudah merepotkan mu"
"tidak mas itu sudah kewajib an airin sebagai calon istrimu dan begai istrimu nanti"
"mas mau duluan atau mau barang airin ke depan nya,airin mau mengambil obat buat mas dulu"
"mas duluan saja sayang.tidak enak nanti ada yang melihat kalau kita keluar bersama"
"mas tidak mau kalau ada yang membicarakan Airin yang tidak tidak"
"kalau mereka membicarakan mas tidak masalah tapi tidak untukmu sayang"
"selagi masih pagi orang orang belum keluar rumah mas duluan ya sayang"
"oh ya sudah mas kalau begitu" jawab airin melihat bagas keluar dari rumah mereka
"masyaallah beruntung sekali aku mempunyai calon imam sebaik mu mas,"
"di saat sekarang saja mas masih memikirkan perasaan airin menjaga ucapan tidak baik dari tetangga"
"padahal mana mungkin orang sini mau bergosip ria,warga di sini baik baik mas mereka semua tidak pernah mengibah"
"Airin makin mencintai mas bagas,terimakasih mas sudah menjaga hati mas untuk Airin"
"semoga setelah ini tidak ada lagi cobaan halangan dan musibah yang datang menimpa kita semua sampai dimana hari H berlangsung"
"ya allah lindungi lah kami semua dari segala mara bahaya dan jauh kan lah kami dari segala hal yang tidak baik" lirih airin
Airin berjalan ke ruangan husus penyimpanan obat yang berada di ruangan praktek nya mengambil obat untuk bagas....
BERSAMBUNG......
JAGAN LUPA DUKUNGAN NYA YA BERIKAN VOTE NYA SUPAYA AUTHOR SEMANGAT MENCARI IDE IDE LANJUTAN NYA🥰🥰🥰🙏
JAGAN LUPA JUGA TINGGAL KAN JEJAK KOMENTAR.HADIAH.RATING 5 LIKE NYA🌹🌹🌹😘😘😘🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏
__ADS_1