
isak tangis sanum begitu pilu di dengar,jenab memeluk sanum dengan erat,hati nya juga sangat sakit mendengar kisah sanum yang begitu memilukan...
di mana sanum juga bercerita sebelum pergi kabur ke malaysia bagas memberi nya uang hanya 10rb,sedangkan ke rahma dengan royal nya memberikan uang sebanyak 7 juta di hadapan sanum...
sedikit pun sanum tidak menutupi nya,sanum mencerita kan ke jenab emak angkat dari sanum.,selama ini hati sanum sangat tertekan memendam semua nya.,
tidak ada tempat nya mengadu,curhat selain ke ibu panti asuhan,setelah nya sanum akan memendam nya sendiri...
selama tinggal di surabaya sanum dan ibu panti asuhan benar benar putus kontak,sanum juga tidak bisa menemui ibu panti asuhan...
ingin menghubungi juga sanum tidak mempunyai ponsel,jadi sanum hanya menahan kerinduan nya dengan ibu panti asuhan dan anak anak panti...
masalah uang tabungan juga sanum menceritakan hasil dari selama dia bekerja dan uang pemberian bagas yang dia kumpul kan selama menikah....
hati sanum begitu plong,beban yang dia pendam selama menikah setahun 1 itu mulai ringan setelah menceritakan semua nya ke jenab...
sanum juga tidak mau menutupi fakta yang sebenar nya dengan jenab,sanum tidak mau ada kesalah pahaman di kemudian hari
di mana jenab sudah begitu baik dengan nya,mau menampung sanum dengan ikhlas dan berlapang dada...
"hik hik hik zahra sudah tidak kuat mak dengan perlakuan suami dan mertua zahra,hati zahra perih sakit mak,"isak sanum di pelukan jenab,jenab juga ikut menangis,hati nya begitu pilu mendengar kisah sanum....
"yang sabar ya nak,begitu malang nya nasif mu zahra,biar kan allah yang membalas kan atas perbuatan keji suami dan mertua mu nak,kita berserah dan pasrah kepada allah, mungkin ini sudah takdir yang allah berikan,emak punya anak yang sangat cantik,"senyum jenab menghapus air mata sanum...
"terimakasih mak,entah apa jadi nya kalau zahra tidak bertemu emak,mungkin saat ini zahra belum menemukan tempat tinggal,sekali lagi terimakasih ya mak,emak sudah baik dengan zahra,"
"iya nak sama sama, emak juga bahagia nak ada zahra yang menemani emak,"kedua nya masih berpelukan
Sanum juga bercerita banyak hal begitu pun dengan jenab,kedua nya begitu akrab seperti ibu dan anak kandung...
di mana jenab juga sangat bersyukur sanum hadir di kehidupan nya,menemani jenab di sisa umur nya yang tersisa.,
__ADS_1
************************************************
sedangkan di indonesia pada tepat nya di kediaman bagas,bagas menunduk kan kepala nya terduduk lemas di dalam kamar,entah apa yang ada di dalam fikiran nya....
bagas begitu terkejut saat pulang kerja tiba tiba di pos penjaga ke amanan bagas di hadang salah satu penjaga menyerah kan kunci rumah dan gerbang....
hati bagas tidak tenang saat mendengar penjelasan penjaga ada seorang wanita yang menitip kan kunci itu dari pagi jm 7,bagas berlari masuk ke dalam rumah ingin melihat rekaman cctv
di dalam kamar nya memang tidak di pakai cctv tapi di ruang tamu,di luar dan sekeliling rumah bagas di pasang cctv
bagas mengepal kan tangan nya saat melihat wanita bergamis sedang kluar pintu utama,meskipun sanum memakai hijab dan masker,tapi bagas tau itu istri nya
"ternyata kamu nekat juga sanum,dengan uang 10rb kamu mau ke mana,aku sendiri yang melihat isi dompet mu hanya tersisa uang 5 rbu.,kamu tidak akan bisa bertahan dengan uang 15rb" ucap bagas melihat ke nekatan sanum.,
mau gimana pun bagas masih mencintai sanum,niat bagas setelah pulang dari kantor,bagas akan meminta maaf,dan akan mengajak sanum berbelanja pakai an baru..
di mana bagas juga baru sadar selama menikah dia belum pernah membeli kan baju untuk sanum,tapi apa malah bagas mendapat kan kejutan dari sanum yang sudah kabur...
bagas menitik kan air mata nya menyesal melihat kembali rekaman cctv itu,di mana ibu nya sering membentak memukul tapi sanum hanya diam dan pasrah...
sanum membekap mulut nya sendiri,terisak dan kembali lagi masuk ke kamar,bagas juga melihat diri nya di sana dengan tidak berperasaan melakukan itu...
"maaf kan mas sanum,mas sudah mengingkari janji mas,kamu ke mana sayang," lirih bagas..
bagas berlari ke kamar nya melihat sesuatu apa saja yang di bawa sanum...
bagas mengecek lemari sanum,semua baju lusuh nya tidak tertinggal satu pun,KTP, Ijasah, juga sanum bawa.,tapi tidak dengan yang lain.,mata bagas tertuju ke sebuah kertas di mana bagas mengenal cincin itu
"ini kan cincin pernikahan kami," batin bagas mengambil cincin itu dan melihat isi surat nya
"hay mas,mungkin saat mas membaca surat ini sanum sudah pergi jauh dari mas ya.,selamat tinggal mas,semoga mas bahagia selalu ya,sanum mencintai mas bagas,sanum sayang mas bagas,"
__ADS_1
"tapi hati sanum sudah terlalu sakit mas dengan perlakuan mas yang tidak menganggap sanum istri,mas dan ibu hanya menganggap sanum seorang pembantu,babu tidak lebih.," bagas mengelengkan kepala kembali membaca setiap kata yang di tulis sanum.,
"selama setahun ini sanum masih bisa bersabar mas,sanum ikhlas menerima nya,sanum masih mencoba bertahan di sisi mas,berharap mas kembali seperti dulu,"
"tapi makin hari mas makin menjadi jadi menyiksa sanum bersama ibu,tapi sanum masih tetap bertahan dengan semua siksaan itu,"
"tapi ada satu mas yang membuat sanum menjadi jijik dengan mas dan sanum tidak menerima dengan satu hal itu,saat mas dengan mudah bermain cinta dengan wanita lain,"
"sanum bisa menerima semua nya,tapi satu itu sanum tidak ridho sampai kapan pun,pantang bagi sanum memakai barang yang begitu gampang nya masuk ke setiap lubang,sanum jijik dengan itu,sanum tidak akan mau memakai nya lagi setelah mas dengan mudah mencelup kan nya dengan wanita lain.,"
"mungkin dengan lari seperti ini sanum akan melupakan kesakitan sanum yang begitu mendalam,mas bukan sekedar menyakiti sanum secara lahir dan batin,tapi melebihi itu semua mas"
"tidak usah mencari sanum lagi mas,sanum akan pergi sangat jauh dari mas dan ibu,sanum juga tidak akan ke panti asuhan,karna saat kembali kesana sama saja sanum menyerah kan nyawa sanum kepada mas dan ibu kembali.,mas dan ibu akan semakin menyiksa sanum,"
"sanum tidak mau membuat ibu panti asuhan sedih,jadi lebih baik sanum ke tempat yang mas bagas tidak bisa jangkau.,"
"surat cerai juga sudah sanum tanda tangani sedari semalam mas,mas juga sudah menanda tangani nya,jadi kita resmi sudah bercerai,"
"semalam ibu memaksa sanum menanda tangani surat itu,di mana sanum sebenar nya tidak mau,tapi ibu rahma mengancam akan menyakiti ibu panti,jadi sanum menandatangani semua nya,"
"semoga mas bagas bahagia dengan pilihan dari ibu ya,mas juga terlihat begitu nyaman dan bahagia dengan putri dari sahabat ibu,meskipun hanya bertemu sekali,tapi sudah membuat mas terlena,selamat tinggal mas"
"Sanum azahra,"
Air mata bagas menetes deras,tubuh nya bergetar,"tidak mungkin,kapan aku menanda tangani surat cerai itu,di mana surat itu,"
bagas berlari masuk ke kamar ibu nya ingin mencari sesuatu,mata bagas tertuju ke sebuah kertas di meja rias rahma...
bagas terduduk lemas melihat isi kertas itu, surat cerai di sana ada tanda tangan sanum dan bagas...
bagas baru ingat ibu nya meminta bagas menanda tangani sesuatu kemaren sore, ibu nya meminta bagas menanda tangani sesuatu...
__ADS_1
rahma beralasan mengurus surat surat kepemilikan rumah ke rt rw dan harus ada tanda tangan bagas,bodoh nya bagas terkecoh tidak membaca nya dulu...
karna surat cerai itu berada di tengah tengah di antara surat surat rumah yang ada di atas nya,bagas sedikit pun tidak curiga dengan rahma...