
rahma melihat di sekeliling rumah baru nya dengan deraian air mata.,rumah mewah nya menjadi rumah sederhana dan kecil bagi rahma...
perabotan juga sudah di susun semua yang di bantu bik holis,bik holis menatap rahma yang menitikan air mata nya terisak..
"ikhlas kan bu rahma, setidak nya bu rahma masih bisa membeli rumah yang terbaik di kampung ini,meskipun rumah ini 100 kali lipat lebih mewah rumah milik bu rahma yang lama,bu rahma harus bersyukur"
"aku masih berasa mimpi bik harus tinggal di sini, entah aku bisa bertahan atau tidak dengan gaji yang tidak seberapa dari bagas,di mana tabungan kita juga sudah habis tidak tersisa" isak rahma pilu
"selama itu bu rahma ikhlas dan selalu bersyukur dengan gaji dari nak bagas hanya 3 juta perbulan, maka itu akan sangat cukup bu, di kampung ini dengan gaji segitu sudah termasuk besar bu rahma, selagi ibu rahma bisa mengatur ke uangan"
"di sini juga sayur sayuran murah di mana masih banyak petani yang menanam nya, kita masih bisa menanam sayuran di perkarangan rumah untuk di masak setiap hari nya"
"lihat di samping rumah bibik banyak sayuran yang bibik tanam,itu sering bibik memfaat kan untuk sayuran yang akan bibik masak setiap hari nya,"
"sedangkan untuk kebutuhan lain bibik cuma belanja minyak sayur,gula garem sabun itu seminggu sekali di pasar minggu an di kampung ini"
"di kampung ini ada pasar tapi buka saat hati minggu saja,jadi untuk menyetok lauk laukan bibik biasa membeli ikan asin nanti bibik jemur biar awet"
"kalau seperti ibu enak ada kulkas bisa menyetok ayam atau ikan basah yang akan di simpan di kulkas, jadi ibu tidak usah kuatir dengan gaji segitu takut tidak cukup ya" senyum bik holis menatap rahma
"terimakasih banyak bik,aku akan mencoba nya, tapi bibik mau kan menemani saya ke pasar itu, di mana saya juga belum pernah belanja ke pasar pasar seperti itu bik, saya sering belanja ke supermarkat,"
"tenang saja nanti bibik temani,untuk sekarang kita makan seada nya yang ada di perkarangan rumah bibik ya, untuk lauk nya kita beli telor di warung saja"
"baik bik,sekali lagi teriamasih ya bik,maaf jadi merepot kan bibik" jawab rahma tidak enak hati
"sama sama bu,jagan sungkan ya,"
"apakah setelah ini bibik juga akan mencari pekerjaan di tempat lain bik"
"tidak bu,bibik juga akan beralih ke profesi bibik menjadi petani di sini, bibik juga mempunyai ladang yang ada di belakang rumah bibik,itu hasil dari tabungan bibik yang bibik kumpul kan selama menjadi pembantu dan kiriman dari anak bibik,"
"meskipun tanah nya tidak luas setidak nya itu lumayan membantu untuk makan sehari hari,sebelum bekerja di tempat ibu rahma bibik juga menjadi pembantu di rumah seorang pejabat"
"tapi bibik tidak kuat lama bekerja di sana meskipun gaji nya besar,stri dari majikan bibik sangat galak, setelah tabungan bibik di rasa cukup bibik mencari cari info dari teman bibik yang bekerja di samping rumah ibu,kata nya di tempat ibu rahma lagi membutuh kan pembantu"
"ya sudah bibik langsung mengundur kan diri,uang hasil dari tabungan bibik langsung bibik belikan tanah yang ada di blakang rumah bibik,meskipun tanah itu tidak luas tapi lumayan bu," senyum bik holis
"alhamdulilah kalau begitu ya bik, jadi saya tidak akan merasa kesepian tinggal di kampung ini, apa lagi saya belum begitu kenal dengan warga di sini bik, saya sempat kuatir bibik akan bekerja di tempat lain"
"tenang saja bu,kalau ibu jenuh ibu bisa melihat lihat bibik di kebun bibik ya, warga di sini juga kebanyakan petani bu, jadi jarang ada yang di rumah,"
"maka dari itu bik,tapi untung nya bibik tidak akan pergi,terimakasih ya bik"
"sama sama bu,ya sudah kita masak sekarang ya, bibik tadi habis memetik bayam dari belakang, bibik juga habis membeli telur untuk di balado"
"baik bik, bibik kenapa tidak bilang ke saya bik kalau mau membeli telur,nanti nanti pakai uang saya saja ya bik,ini juga uang nya masih ada bik untuk makan kita selama bagas gajian"
"sudah tidak apa apa,simpan saja bu," senyum bik holis...
bik holis mulai memasak yang di bantu rahma,di mana bik holis juga tau bahwa rahma tidak bisa memasak,selama ini hidup nya selalu mengandal kan pembantu untuk urusan dapur dan menyuci
rahma juga minta ajari bik holis cara memasak, meskipun diri nya masih kaku, sedang kan bagas masih pagi pagi sudah bekerja,
biasa nya bagas pergi jam 6:30 akan mencari sarapan dulu sebelum masuk kerja jam 8 sambil bersantai santai sebelum ke kantor nya, di mana jarak kantor dan rumah nya juga sangat dekat jadi bagas bisa bersantai santai menikmati sarapan dan kopi yang dia pesan
tapi hari ini berbeda pagi pagi bagas hanya makan nasi goreng buatan bik holis,biasa nya bagas akan sarapan mewah tapi pagi itu bagas hanya sarapan nasi goreng sederhana...
jam 6 juga bagas sudah pergi kerja tidak bisa bersantai santai mengigat jarak dari tempat nya bekerja dan rumah baru nya juga lumayan cukup jauh...
bagas mengetuk ruangan presdir,di mana bagas di panggil ke ruangan bos nya..
"tok tok tok" bagas mengatuk pintu ruangan itu
"masuk" ucap dingin alex
"permisi tuan,maaf ada apa tuan" bagas menunduk kan kepala nya,bagas begitu dek dekan takut melakukan kesalahan,tapi bagas tidak merasa berbuat kesalahan...
"ambil ini" alex meletak kan amplop di atas meja nya
"apa ini tuan" tanya bagas dengan hati hati
"itu gajimu,seharus nya bulan ini gajian para karyawan kantor sama sepertimu dulu,karna kesalhan kamu selalu melangar aturan, jadi itu sisa gaji selama setengah bulan ini selama kamu menjabat sebagai manajer,"
"setelah bulan berikut nya kamu akan mengikuti gajian sebagai karyawan biasa,apa kamu paham" ucap dingin dan tegas alex
"iya tuan saya paham,terimakasih banyak tuan"
"tunggu apa lagi,keluar dari ruangan saya"
"baik tuan,saya permisi" ucap bagas langsung keluar dari ruangan yang mencekam itu,alex tidak menghirau kan bagas yang ijin keluar
bagas fikir bos nya akan seramah seperti daddy nya andrian saat bagas masih bekerja di jakarta, tapi naas nya ternyata alex penuh dengan kekejaman
__ADS_1
tegas dingin,jauh berbeda seperti daddy nya yang ramah,murah senyum,ada rasa menyesal di dalam hati bagas saat pindah tugas ke surabaya, mendapat kan bos berhati dingin dan kejam
tidak segan segan alex akan memecat atau menurun kan jabatan karyawan nya saat melakukan kesalahan sedikit pun...
bagas berjalan ke toilet ingin melihat berapa jumlah uang yang dia terima.,
"5 juta" lirih bagas sangat sesak, biasa nya bagas akan menerima gaji 19 juta perbulan nya, bagas menghela nafas berat nya
"biasa nya aku akan menerima gaji 19 juta perbulan, kerja nya juga hanya di depan komputer bersantai santai, tapi sekarang aku ikut turun bekerja di lapangan dengan pekerjaan yang begitu berat tapi gaji nya tidak seberapa"
"sedangakan mencari pekerjaan sangat sulit, kemana aku akan mencari pekerjaan, dengan gaji 19 juta, mendapat kan gaji segitu tidak mudah, butuh perjuangan bertahun tahun untuk hasil gaji segitu besar nya"
"meskipun aku di terima di prusahaan lain tapi belum tentu langsung dengan gaji sebesar itu, paling paling hanya kisaran 5 juta, itu juga kalau langsung di terima, kalau tidak dari mana aku akan memdapat kan pekerjaan yang lain kalau tidak bertahan di prusahaan ini"
"di mana ibu juga butuh aku, kami harus makan untuk bulan ke bulan, ke mana aku harus bergantung, sedangkan ibu hanya berharap dengan ku saat ini,"
"ke ayah tidak mungkin, selama ini aku tidak pernah mengirimi ayah dan adik ku uang, aku tidak pernah memikir kan ayah, dari mana ayah mendapat kan uang untuk biaya adik ku, aku pun tidak pernah peduli"
"aku terlalu patuh dengan ibu saat ibu dengan tegas melarang ku tidak membantu membiayai kuliah serly saat itu"
"ibu selalu berkata ayah masih mampu membiayai serly kuliah dengan usaha toko roti milik ayah," lirih bagas penuh penyesalan
di mana ayah bagas juga sudah pensiun dari pekerjaan nya, uang dari pensiun ayah bagas di gunakan untuk kuliah serly dan membuka toko roti yang di bantu serly...
sedangkan bagas dan ibu nya poya poya tidak memikir kan serly dan ayah nya,
bagas berjalan gontai kembali lagi akan bekerja dengan karyawan yang lain nya...
sebenar nya bagas sangat malu saat di tatap remeh oleh semua karyawan yang lain, di mana selama ini bagas terlalu sombong memamer kan jabatan dan kendaraan mewah milik nya..
tapi bagas hanya diam,di mana dia juga butuh pekerjaan itu untuk menyambung hidup, masih untung bagas masih mempunyai satu mobil yang dia pakai untuk bekerja saat ini
entah apa jadi nya kalau bagas hanya memakai motor saat bekerja seperti karyawan biasa yang lain nya, meskipun itu bukan mobil mewah yang biasa bagas bawa ke kantor
setidak nya bagas tidak begitu sangat malu, biasa nya bagas akan pulang saat jm 3 sore tapi hari ini bagas akan pulang jam 5 sore
badan bagas juga mulai terasa sakit dan remuk, di mana pekerjaan itu juga untuk pertama kali nya bagi bagas lakukan.,
bagas termenung duduk di pinggir jalan di mana bagas juga sudah pulang dari pekerjaan nya...
"pak pesan kopi satu ya" pesan bagas ke penjual kopi pinggir jalan
"siap mas,tunggu ya" bagas mengangguk
"dulu aku selalu meminum kopi di Cafee mahal, sekarang aku hanya minum kopi di pinggir jalan dengan harga 3rb" ucap batin bagas menyeruput kopi yang dia pesan
"dengan kasar aku akan melempar kan bungkusan kopi yang husus aku pesan ke sanum, supaya sanum tidak membuat kan aku kopi murahan yang biasa dia buat"
"maaf kan mas sayang,mas merinduka mu, mas menyesal sanum, di mana sekarang kamu sayang, pulang lah, mas rindu" lirih pelan bagas
untung nya tempat penjual kopi itu bukan di pinggir jalan raya, jadi tidak ada yang tau saat bagas menitikan air mata penyesalan nya..
"sekarang mas meminum kopi yang biasa kamu buat sayang, mungkin ini karma yang harus mas terima atas perbuatan mas, mas mohon kembali lah dengan mas kembali sayang, mas akan membahagia kan kamu sayang"
"ibu juga sudah menyesali perbuatan nya dengan mu, mas juga begitu, kembali lah bersama kita lagi sanum, mas harus mencarimu ke mana lagi sayang"
lagi lagi bagas hanya berucap dalam hati nya yang merindukan mantan istri nya yang entah di mana keberadaan nya...
"aku harus ke panti asuhan lagi bersama ibu, bila perlu aku akan memohon dengan ibu panti asuhan, mungkin ibu panti sudah menemukan di mana sanum berada saat ini, aku sangat merindukan sanum"
"tunggu mas sayang, kita akan berkumpul kembali, mas berjanji akan membuatmu bahagia, mas tidak akan menyakitumu sayang," senyum bagas penuh keyakinan
bagas kembali memasuki mobil nya setelah membayar kopi yang dia pesan, bagas sudah tidak sabar ingin menyampai kan niat nya akan ke panti asuhan mencari sanum...
di mana minggu depan ada tanggal merah dari hari jum'at sampai sabtu jadi bagas akan leluasa ke bogor menemuai ibu panti asuhan...
perjalanan yang memakan waktu membuat bagas keletihan, jam 7 malam bagas baru sampai rumah nya, di mana bagas juga sangat lapar
tadi nya bagas akan makan di pinggir jalan tapi bagas tidak bisa makan di sana mengingat warung makan di pinggir jalan itu kebersihan nya kurang
jadi bagas menahan lapar nya, ingin makan di restoran bagas masih berfikir ulang di mana bagas juga harus menghemat ke uangan nya...
"untung besok hari sabtu pulang setengah hari,jadi aku bisa istirahat sampai minggu" batin bagas merasakan badan nya yang begitu remuk..
"Assalamuallaikum ibu,bik" ucap salam bagas menyalami kedua wanita itu setelah bagas memarkirkan mobil nya di gerasi mobil yang hanya cukup untuk satu mobil..
berbeda dengan rumah mewah bagas yang lama, menyimpan 10 mobil pun akan muat malah masih luas..
"waalaikumsalam" jawab rahma dan bik holis
"bu, bagas lapar" ucap bagas yang sudah sangat kelaparan
"ya sudah langsung cuci tangan terus kita makan ya, bibik tadi masak telor balado dan tumis bayam, kami sengaja menunggu mu pulang untuk makan bersama" ajak rahma
__ADS_1
"terimakasih bu, bibik terimakasih ya sudah membantu ibu,maaf selalu merepot kan bibik"
"sama sama nak bagas,sudah tidak usah sungkan, cepat cuci tangan nya ya, kita langsung makan"
"iya bik" jawab bagas langsung menuju wastafel mencuci tangan
bagas menyiuk nasi nya duluan di mana bagas sudah sangat lapar,
"kita makan nya yang ini dulu ya nak,di mana pasar nya juga baru ada nanti hari minggu"
"tidak apa apa bu, yang penting kita bisa makan ini saja sudah cukup" senyum bagas
"masakan bibik dan ibu enak,bagas mau menambah" ucap bagas, padahal dia sangat lapar sekali, tapi masakan bik holis memang enak meskipun masakan itu sederhana
"yang memasak bibik nak, ibu cuma ikut memetik sayuran saja iya kan bik, kamu kan tau ibu tidak bisa masak"
"ah ibu bisa saja, bibik senang bu dengan memasak, jadi ibu cukup melihat bibik saja ya," senyum bik holis
"terimakasih ya bik"
"sama sama bu,sudah tidak usah sungakan,kita makan lagi"
"maaf kan bagas ya bu, gara gara bagas ibu harus hidup susah" lirih bagas
"tidak apa apa nak, di sini ada bik holis yang membantu ibu, kenyangi makan nya ya"
"iya bu"
mereka bertiga kembali makan dengan diam, di mana bagas menambah sampai dua kali meskipun masakan itu sederhana tapi masakan dari bik holis tidak di ragukan ke enakan nya...
selesai makan bagas langsung mandi sedangkan rahma mambantu bik holis membereskan bekas makan mereka..
meskipun bik holis sempat melarang rahma membantu nya,tapi rahma tidak menghirau kan larangan dari bik holis...
rahma bagas dan bik holis duduk bersantai di ruang tamu melihat acara di televisi..
"ibu ini untuk ibu" bagas memberikan uang berjumlah 3 juta
"kamu sudah gajian nak, simpan saja untuk mu nak uang ibu masih ada"
"ini gaji bagas yang setengah bulan yang lalu bu, saat bagas masih menjadi manajer, bulan depan baru bagas gajian yang 3 juta perbulan, tadi bagas mendapat kan gaji 5 juta bu, yang ibu kasih juga masih ada cuma bagas pakai untuk isi bensin mobil"
"jadi uang ini simpan buat ibu ya, uang bagas masih ada"
"tapi nak"
"sudah simpan bu ya, jangan di tolak" ucap bagas dengan lembut, biasa nya rahma tidak di kasih juga akan minta dan tidak pernah menolak
tapi hari ini lagi lagi berbeda dengan hari hari sebelum nya, rahma mengangguk mengambil uang dari bagas..
rencana rahma akan menyimpan uang yang di berikan bagas, rahma tidak akan memakai nya dengan poya poya lagi dan menghambur hambur kan uang bagas,
rahma akan belajar berhemat dan ngirit mulai dari sekarang,itu lah yang rahma fikir kan, yang sering bik holis katakan ke rahma.
"ini buat bibik ya, maaf ya bik bagas cuma bisa memberi segitu" ucap bagas tidak enak hati
"ya allah nak bagas, tidak usah simpan ini buat nak bagas ya, bibik ikhlas nak bagas membantu bu rahma dan nak bagas, jadi simpan saja uang ini"
"bagas mohon jagan di tolak ya bik, bagas tau bibik ikhlas membantu kami, tolong terima ya bik" mohon bagas
"bik ambil ya jangan di tolak" timpal rahma
"tapi ini terlalu banyak bu rahma nak bagas, bibik ambil 500rb saja ya" jawab bik holis melihat uang berjumlah 1 juta itu
"bibik,ambil semua tidak ada penolakan" ucap tegas bagas yang di angguki rahma
"ya sudah kalau begitu, terimakasih banyak ya bu rahma nak bagas"
"sama sama bik,kami yang harus nya berterimakasih dengan bibik, kami mohon anggap kami bagian dari keluarga bibik ya"
"pasti bu rahma dan nak bagas, jangan pernah merasa sungan dengan bibik kalau butuh bantuan apa apa ya"
"terimakasih bik" jawab rahma dan bagas yang di angguki bik holis...
ketiga nya kembali berbincang bincang,bagas akan menyampai kan niat nya besok saja dengan rahma..
di mana besok pasti banyak waktu untuk mengobrol dengan rahma tentang pencarian sanum di panti asuhan...
bagas juga pamit untuk istrahat, di mana bagas juga sudah begitu sangat lelah dan mengantuk.,
lagi lagi bagas tersenyum membayangkan wajah sanum saat memejam kan mata nya, bagas sangat merindukan setiap belai an dari sanum...
bagas merindukan semua nya yang terdapat dari diri sanum, sanum yang pintar memuas kan nya, pintar mengurus rumah suami,sabar lembut murah senyum dan ramah
__ADS_1
bersambung...
jangan lupa like komen vote nya juga ya🙏☺️😘🥰