
"mas turunin di dapan sana saja ya mas"pinta Airin menunjuk ke salah satu rumah sakit
"baik dek, memang nya dek airin bekerja di rumah sakit itu dek" tanya bagas memberikan senyum terbaik nya ke airin
"iya mas,airin kerja di sana" jawab airin membalas senyum bagas
"terimakasih ya mas untuk tumpangan nya"
"sama sama dek"
"Assalamuallaikum" ucap salam airin turun dari mobil bagas
"Waallaikumsalam dek"senyum bagas masih melihat airin yang berjalan masuk menuju perkarangan rumah sakit
"cie cie siapa tuh yang nganterin kenalin napa rin" tiba tiba dokter zaira muncul di belakang airin
"Astaghfirullah zaira,ucap kan salam dulu ibu dokter yang cantik" Airin mengelus dada nya terkejut
"Assalamuallaikum kakak airin" senyum dokter zaira,dokter zaira dan airin hanya terpaut 1 tahun lebih tua dari airin satu tahun
di usia nya terbilang masih muda dokter zaira telah menjadi dokter kandungan di rumah sakit tempat airin mengabdi selain pukesmas juga
pukesmas pusat kota dan rumah sakit itu juga saling bersebelahan tidak berjauhan....
"Waallaikumsalam dokter zaira" senyum airin
"rin belum menjawab pertanyaan aku yang tadi, tadi yang nganterin pacar nya ya" dokter zaira mengedip ngedip kan mata nya ke airin
dokter zaira juga biasa memanggil airin dengan sebutan nama tidak dengan embel embel mbak atau kakak meskipun lebih tua airin...
"pacar dari mana zaira,itu tadi tetangga sekampung aku,yang kebetulan mau pergi ke kota motor aku juga ke habisan bensin"
"jadi aku dapat tebengan dari nya dari pada aku telat memberikan berkas berkas ini,mana tempat jual bensin juga jauh" jelas airin yang di angguk angguki dokter zaira
"tapi tampan juga rin,cocok sama kamu apa lagi kamu kan jomblo,ha ha haaa" tawa dokter airin
"ngaco kami ra gimana kalau dia punya pacar terus mau di kemanain pacar nya"
"lagian enakan juga jomblo dari pada punya pacar sakit hati terus kayak kamu bentar bentar melow mewek gara gara putus cinta ha ha aaa" balas airin menertawakan dokter zaira
"sial kamu rin, biarin saja dia punya pacar rin embat saja selagi janur kuning belum melengkung sah sah saja" cengir dokter zaira,airin hanya mengelengkan kepala nya mendenger ucapan dokter zaira
"Aku bukan kamu ra,sudah ah aku duluan ya ra" pamit airin
"Siap kakak airin,aku mendukung loh kak lagian cocok qo,kamu cantik dia tampan"
"terserah kamu saja rin,kalau kamu mau ambil saja terus makan tu tampan" jawab airin langsung berlalu dari hadapan dokter zaira setelah mengucap kan salam
"yey nanti kamu cemburu loh atau menyesal kalau aku tikung" teriak dokter zaira sambil tertawa
lagi lagi airin hanya mengelengkan kepala sambil tersenyum tidak membalas ucapan dokter zaira
sedangan bagas sepanjang jalan menuju ke kediaman rian terus tersenyum membayangkan wajah cantik airin...
"Cantik ramah kata kata nya juga sangat lembut menyejukan hati" batin bagas masih tersenyum senyum sendiri
"kenapa aku melah mikirin airin sih"guman bagas mengelengkan kepala nya
"jadi macam abg yang sedang jatuh cinta saja aku, mana mau airin dengan qu apa lagi aku hanya seorang duda"
"apa lagi gadis secantik nya pasti sudah punya pacar, sadar bagas sadar kamu itu tidak pantas dengan airin"
"gadis yang mempunya sifat lemah lembut seperti nya tidak pantas dengan diri mu bagas yang sangat berengsek ini" oceh bagas bicara sendiri
"Astaghfirullah,tuh kan gara gara mikirin airin jadi kelewat jauh rumah tian" kesal bagas kembali memutar balik kan mobil nya menuju rumah tian
__ADS_1
sesampai nya di kediaman tian bagas tidak langsung masuk atau mengetuk pintu rumah tian tapi malah duduk di teras rumah itu...
tian yang mendengar suara mobil bagas langsung ke luar,pasal nya tian sangat aneh tumben tumbenan bagas tidak mengetuk pintu rumah nya
"kesambat apa ini bocah senyum senyum sendiri terus benggong sampai tidak sadar aku ada di belakang nya" batin tian memperhatikan bagas yang menurut nya sangat aneh...
entah apa lagi yang di lamun kan bagas sehingga tudak sadar saat tian membuka pintu rumah nya dan ada di belakang bagas
"woy sadar jangan senyum senyum sendiri" tian menepuk kencang pundak bagas
"Astaghfirullah dasar setan" kesal bagas langsung terperanjat mengusap dada nya
"kamu setan,habis ke sambet dari mana kamu gas sampai tidak sadar ada aku di belakang mu"
"ke sambet apaan ngaco kamu"jawab bagas masih kesal ke tian
"lagian datang datang bukan nya ketuk pintu atau ngucapin salam malah bengong di sini"
"tapi seperti nya ada yang beda denganmu gas,seperti ada roman roman yang sedang jatuh cinta" tebak rian melihat wajah bagas yang begitu ceria seperti yang sedang jatuh cinta
"sotoy kau tian,di mana princess aku kangen dengan princess" jawab bagas mengalih kan pertanyaan tian
"alah tidak usah mengalih kan pembicaraan bagas, siapa wanita itu yang sudah membuat seorang bagas senyum senyum sendiri seperti ini"
"aku jadi penasaran dengan wanita itu yang telah membuat seorang bagas menjadi linglung,pasti dia cantik"
lagi lagi tebakan tian sangat tepat memang pada dasar nya bagas sedang memikir kan gadis cantik yang diri nya beri tumpangan sebelum ke rumah tian....
bagas tidak menjawab pertanyaan tian langsung berlalu dari hadapan tian masuk ke rumah itu..
"woy gw lagi ngomong bagasi" kesal tian yang tidak di respon bagas sama sekali
"berisik kau bawel,dasar bapak bapak rempong kepo" jawab bagas tidak peduli dengan wajah kesal tian
"Assalamuallaikum princess cantik" ucap salam bagas memanggil seren putri tian yang berusia 2 tahun kurang
"sereeennnn pakai handuk nya dulu nak" teriak irena memanggil putri nya
"endak au omi" teriak seren
"jagan lari lari sayang nanti jatuh" bagas langsung berjalan cepat mengendong seren
"ya allah nak,baju om bagas basah tuh kan sini sayang pakai baju nya dulu"
"endak au omi" seren memeluk bagas dengan erat
"sudah tidak apa apa ren,sini handuk nya"bagas mengambil handuk dari iren
"keringkan dulu badan nya ya sayang,terus pakai baju supaya tidak masuk angin ya" ucap lembut bagas mengelap tubuh seren dengan hati hati
"ambil kan saja baju nya ren biar saya yang memakai kan nya"pinta bagas
"haduh jadi merepot kan kamu gas"irena jadi tidak enak hati apa lagi melihat baju kaos bagas basah
"jagan bicara soal merepot kan ren,saya malah senang" jawab bagas membalut tubuh munggil seren dengan handuk dan memeluk nya
tian tersenyum melihat bagas yang sangat perhatian dengan putri nya apa lagi saat ini bagas sedang mengecupi kedua pipi gembul seren
"aku tau gas kamu sangat ingin punya keturunan,semoga tebakan ku tepat tidak salah"
"semoga kamu juga cepat menikah mendapat kan pendamping yang sholeha terus cepat mendapat kan momongan" batin tian penuh harap
"cantik sekali princess om," puji bagas mengecupi wajah seren
"tantik on,"tawa seren saat bagas tidak henti henti nya mengecupi wajah nya
__ADS_1
"sangat cantik nak,apakah princess nya om sudah mamam"
"mamam beyum"
"sudah mamam apa belum"
"sudah om" timpal iren menjawab pertanyaan bagas
"tudah on" jawab seren menirukan suara mommy nya
"kita jalan jalan ya nak,mau kan" ajak bagas masih becara dengan seren
"dayan dayan au on,edy dayan dayan on"
"iya nak kita jalan jalan ke taman dengan om bagas ya" tian menyauti ucapan putri nya
"ya allah nak,makin hari kamu makin pintar saja bikin gemes" bagas menimang nimang seren membuat seren tertawa kencang
"ganti baju mu dulu gas,kamu bawa kaos tidak di mobil kalau tidak pakai kaos ku saja" tawar tian
"aku bawa baju tian,princess dengan deddy dulu ya nak om mau mengambil baju dulu di mobil ya" bagas memberikan seren ke tian
"endak au on" tolak seren mengerat kan pelukan nya takut bagas meninggal kan nya
"om bagas tidak ke mana mana nak cuma mengambil baju sayang" ucap tian ingin mengendong putri nya yang berada di gendongan bagas
"sudah biar kan tian nanti princess nangis biar aku ambil baju nya dengan princess" jawab bagas mengendong seren keluar menuju mobil nya
handuk seren juga masih melekat di tubuh bagas supaya seren tidak terkena baju nya yang basah
"om punya boneka untuk perincess cantik nya om,berdiri di sini dulu ya nak" bagas menurun kan seren di teras bersama boneka yang dapat di beli bagas tidak jauh dari rumah tian sebelum ke rumah tian tadi
"bilang apa dengan om tian nak" irena berkata dengan seren dengan lembut
"macih on"
"sama sama nak" senyum bagas langsung menganti kaos nya yang ada di mobil
"terimakasih gas sudah repot repot membelikan seren boneka,di kamar juga sudah numpuk boneka yang dapat kamu beli gas"
"princess om tidak sama sekali merepotkan ya nak, om malah suka semua itu untuk princess" jawab bagas kembali mengendong seren
"kita otw sekarang ya tian ke taman nya,biar kan irena di rumah istirahat kita mengasuh princess seharian ini mumpung libur" ajak bagas ke tian
"oke lanhsung lesgo gas,sayang mas pergi dulu ya kata nya kamu juga mau ke salon jadi biar princess kita yang ngasuh seharian ini"
"iya mas hati hati ya,semua persiapan susu botol juga sudah ada di tas ya mas"
"terimakasih ya mas sudah memberikan waktu untuk irena merawat diri irena ke salon" jawab irena antusias
"iya sayang mumpung mas juga libur jadi memang sudah waktu nya kamu merawat diri ke salon dan memanjakan tubuhmu di sana sayang" ucap lembut tian
"terimakasih ya mas,bagas terimakasih ya sudah mau menjaga princess"
"santuy saja ren," senyum tulus bagas
"ya sudah kita berangkat ya sayang,nanti bawa mobil nya hati hati Assallamuallaikum sayang"
"iya mas,waallaikumsalam" jawab irena tersenyum menyalami tian
bagas hanya mengucap kan salam langsung membawa seren ke mobil nya sedangkan irena akan membawa mobil tian saat akan pergi ke salon yang sebenar nya salon tujuan irena juga tidak begitu jauh dari ke diaman nya
tian membiar kan bagas bercanda ria dengan seren jadi dirinya yang menyetir menuju taman..
Bersambung.....
__ADS_1
jagan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🥰😘☺️🌹