
"pakde antar kan saya ke desa sekar jaya ya pakde" pinta bagas ragu ragu ke salah satu tukang ojek yang biasa mangkal tidak jauh dekat terminal
"semoga saja bapak ini mau mengantar kan aku ya allah." batin bagas penuh harap
di sepanjang perjalanan menaiki bus menuju terminal pusat kota banyak sepasang mata yang memandang aneh bagas.
apa lagi sebelum memesan tiket ke tujuan yang bagas minta ke salah satu penjaga loket terminal yang awal nya meragukan bagas...
mereka fikir bagas hanya pengemis yang ingin minta minta,,,
penampilan bagas yang kusut dekil memakai kaos kebesaran yang di padukan dengan celana bahan sebatas bawah lutut memakai sendal jepit biasa.
di tambah rambut bagas lumayan gondrong dengan wajah berewokan,tapi ketampanan bagas tetap tidak luntur walau pun di pandang aneh orang orang yang melihat bagas,
jangan kan untuk mandi atau sekedar menganti pakaian yang lumayan layak untuk di pakai bisa keluar dari pulau itu pun bagas sangat bersyukur..
bagas tidak ingin kehilangan kesempatan keluar dari pulau itu dan lebih memilih menghiraukan penampilan nya.,,
kalau tau ada pelayar yang akan datang melintasi pulau mungkin bagas akan siap siap terlebih dahulu..
meskipun tidak mandi setidak nya memakai kaos sedikit layak dan celana panjang bukan seperti gembel seperti sekarang..
bagas hanya tersenyum melihat wajah aneh mereka yang memandang dirinya..
tapi bagas tidak sama sekali marah atau tersinggung bagas sangat memahlumi mereka semua..
hanya diri nya lah yang berpenampilan gembel menaiki bus tidak dengan penumpang yang lain nya berpenampilan selayak nya orang yang akan berpergian...
masih ada untung nya daren selalu membawa dompet nya kemana mana meskipun dirinya hanya berada di sekitaran pulau.yang bisa membekali bagas uang untuk pulang...
jam 3 pagi bagas tiba di terminal dengan selamat tidak ada hambatan di perjalanan pun lancar,,,
" siap mas,pakai ini hlem nya" titah tukang ojek memberikan hlem ke bagas.
"Alhamdulilah ya allah,ahir nya aku bisa pulang juga"batin bagas tersenyum
bagas dengan cepat memakai hlem nya,sedikit pun bagas tidak istirahat sesampai nya di terminal meskipun badan nya mulai terasa lelah akibat menempuh perjalanan cukup jauh tidak ada istirahat nya,
sekedar untuk memejam kan mata pun bagas tidak bisa.tapi bagas tidak memperdulikan rasa sakit dan lelah pada dirinya yang terpenting dia sampai di rumah nya terlebih dahulu...
"memang nya mas tinggal di desa sekar jaya ya,," tanya tukang ojek hanya sekedar berbosa basi untuk memecah kan ke heningan di perjalanan menuju desa
"iya pakde.kami pendatang baru di sana baru pindahan,pakde tau desa itu kan"
"iya tau lah mas.wong teman saya juga ada yang tinggal di sana sesama tukang ojek,saya juga sering mengantar kan penumpang ke desa sekar jaya "
"rumah mase di dekat rumah siapa mas,siapa tau pakde kenal dengan tetangga nya mas"tanya tukang ojek
"pakde kenal dengan bik holis tidak.rumah saya di samping rumah bik holis"
"owalah mbok holis.ya kenal toh mas.wong dia sering naik ojek saya kalau habis dari kota"
"desa kita juga bertetangga mas.rumah pakde sebelum jembatan tidak jauh dari sana tempat tinggal pakde"
"pantas saja pakde mau nganterin saya tidak takut malam malam ke desa. tau nya desa kita bersebelahan pakde"
"kalau bukan pakde pasti tukang ojek yang lain nya juga tidak akan mau mas,sekalian pakde juga mau pulang"
obrolan kedua nya terus berlanjut sehinga tidak terasa bagas sampai di depan rumah nya yang di antar pakde tukang ojek yang sangat ramah itu...
"terimakasih pakde" bagas membayar ongkos ojek nya
"sama sama mas.ya sudah saya pulang ya"
"ya pakde hati hati" jawab bagas tersenyum
"Alhamdulilah bagas rindu dengan kampung ini dan rindu dengan semuanya"
"ibu bibik bagas pulang, dek airin mas pulang sayang"lirih bagas melihat ke depan rumah rahma yang masih terkunci pagar rumah nya
"bibik sudah bangun apa belum ya. suara azan subuh juga belum terdengar,"
bagas berjalan mengitari rumah rahma pergi ke belakang tapi langkah bagas terhenti mendengar suara di dapur rumah bik holis..
__ADS_1
"rumah bibik tidak terkunci.trus ibu siapa yang menemani kalau bibik tinggal di rumah nya"
"bik.bibik" tok tok tok bagas mengetuk pelan pintu dapur rumah bik holis
"siapa" jawab bik holis dari dalam.memang bik holis jam 4 subuh biasa nya telah bangun...
"buka pintu nya bik.ini bagas" dari dalam terdengar bik holis gerusak gerusuk tidak sabaran ingin membuka pintu dapur nya...
"masyaallah ya allah ini benar nak bagas.bibik tidak mimpi kan nak.? jawab bibik nak" lirih bik holis menitikan air matanya tidak percaya mengusap kedua wajah bagas yang bewokan
"iya bik ini bagas,bibik tidak mimpi bagas pulang bik"bagas ikut menitikan air mata nya mengecupi kedua tangan bik holis yang berada di wajah nya
"ya allah alhamdulilah.terimakasih ya allah" tangis bik holis langsung berhambur memeluk bagas sangat erat
"alhmadulilah kamu masih hidup dan pulang lagi untuk kita semua nak,"
"mana yang sakit nak? kamu tidak apa apa kan.gimana kabarmu terus selama 5 bulan ini tinggal di mana kenapa baru pulang sekarang" tanya bik holis beruntun tanpa ada jedanya
bik holis menangis tersedan sedan mengecek seluruh badan bagas takut ada yang terluka atau cedera..
"Alhamdulilah bagas tidak apa apa bik.ceritanya panjang nanti bagas ceritakan ya," bagas menghapus jejak air mata bik holis
"bibik apa kabar nya,?ibu juga gimana kabarnya bik" tanya bagas masih menitikan air matanya
"Alhamdulilah kabar bibik baik nak.masuk dulu ke dalam nak pasti kamu lelah kan" ajak bik holis terisak membimbing bagas duduk di kursi bambu yang berada di dapur
"ini minum dulu nak"
"terimakasih bik.siapa yang menemani ibu bik kalau bibik ada di sini" tanya bagas kembali melihat jam diding di rumah bik holis masih menunjukan pukul 3:45 pagi.,
"ibu di temani nak serly sekarang. bibik juga ini baru pulang dari rumah sebelah nak"
"Alhamdulilah.bagas fikir ibu tidak ada yang menemani bik,memang nya dari kapan serly datang bik"
"bibik binggung mau mulai cerita dari mana dulu nak " hik hik hik tangis bik holis kembali pecah tubuh nya bergetar hebat
bik holis tidak sangup menjawab pertanyaan bagas dari kapan serly berada di kampung itu menemani rahma,,,
"semua nya tidak baik baik saja nak.kita ke rumah sebelah pasti ibu senang kamu sudah pulang nak"
"bantu bibik berdiri nak bibik susah berdiri" bik holis masih gemetaran antara terkejut senang dan terharu semua menjadi satu membuat bik holis syok
"pelan pelan bik" bagas penuh perhatian membantu bik holis berjalan
bagas bisa merasakan tangan bik holis yang gemetaran masih belum percaya yang membimbing nya adalah bagas..
"bibik masih belum percaya takut ini mimpi.bibik takut nak bagas pergi lagi" bik holis menatap bagas
"bibik tidak mimpi ini nyata,bagas tidak akan meninggal kan kalian lagi bik"
"bibik bisa jalan kan atau bagas gendong saja ya" bagas berucap dengan lembut
"tidak nak bibik jalan saja.bantu bibik ya takut nya bibik jatuh kaki bibik masih gemetaran"
"iya bik pelan pelan ya"
air mata bagas masih mengalir begitupun dengan bik holis yang penuh rasa haru dari kedua nya...
bik holis membuka pintu dapur rumah rahma secara berlahan lahan dan berjalan ke kamar rahma..
"nak serly" panggil bik holis membuka sedikit pintu kamar rahma yang sedang duduk di depan sejadah menunggu sholat subuh di samping tempat tidur ibunya
"iya bik masuk" senyum lembut serly
bik holis membuka lebar pintu kamar rahma memperlihat kan bagas yang berada di samping bik holis
"mas bagas" serly berdiri berjalan pelan meghampirin bagas.air mata serly mengalir membekap mulutnya sendiri
"dek" tangis bagas memeluk serly yang masih terbalut mukena
"ya allah terimakasih telah mengabulkan doa doa kami semua"isak serly
kalau tidak ingat rahma sedang sakit dan semalaman tidak bisa tidur mungkin serly telah berteriak kencang...
__ADS_1
semalaman rahma tidak tidur terus menangis memangil nama bagas membuat serly dan bik holis kuatir...
jam 2:30 rahma mulai tenang setelah airin memberikan obat untuk rahma,
Airin dan bik holis setiap malam tidur di rumah rahma, jam 3 atau jam 4 menjelang subuh airin biasa nya akan pulang lebih dulu,,,
setelah selesai sholat subuh airin datang kembali membantu bik holis masak atau sekedar menemani rahma...
mereka tidak pernah membiarkan rahma sendirian pasti di antara ketiga nya selalu ada yang menemani rahma baik itu siang atau malam...
"ibu sakit mas.semenjak mas mengalami kecelakaan itu,gimana dengan mas. mas baik baik saja kan,"
"Alhamdulilah allah mengijabah doa doa kalian semua sehinga mas selamat dari maut itu dan bisa pulang kembali dek"
"ibu ini bagas bu,"tubuh bagas luruh memeluk tubuh kurus rahma dengan isak tangis nya
"jagan bangun kan ibu dulu mas.ibu baru saja tidur tadi jam 3" bisik serly masih tersedan sedan
"ya allah bu maaf kan bagas ya bu.gara gara bagas ibu menjadi begini"
"bagas sudah menebak pasti ibu tidak akan baik baik saja dengan musibah yang menimpa bagas"
"tapi bagas tidak sampai berfikir ibu akan seperti ini.bagas kembali bu tidak akan meninggal kan ibu lagi" lirih bagas
"bik titip ibu sebentar ya.dek ikut mas ke depan ceritakan semua dengan mas tentang ibu" ajak bagas memeluk serly dari samping tidak ingin menganggu tidur rahma dengan tangisan nya atau serly
"iya mas.mas juga harus cerita ke kita semua nanti kenapa mas baru datang mas" jawab serly membalas pelukan bagas penuh kerinduan dan haru
serly mencerita kan semua nya apa yang di alami rahma setelah bagas mengalami kecelakaan sehingga rahma menjadi hilang arah tatapan nya selalu kosong
membuat serly harus meninggal kan kampung halaman nya dan wanto juga yang sering datang melihat kondisi rahma,,
semua tidak luput dari cerita serly,tentang airin yang tinggal di rumah baru bagas yang di minta wanto,
Airin yang selalu setia merawat rahma penuh kesabaran setiap hari nya juga serly ceritakan...
"Ya allah ibu maaf kan bagas" hik hik hik tangis bagas menahan sesak di dadanya tersedan sedan mendengar cerita serly,
hati nya sangat hancur,seorang ibu yang sangat bagas sayangi harus mengalami penderitaan yang begitu berat berbulan bulan lama nya..
"jagan pergi lagi mas jagan tinggal kan kita.serly tidak sanggup melihat ibu sangat menderita seperti itu."
"tidak dek.mas tidak akan pergi.mas juga tidak mau seperti ini dek.hati mas juga sama hancur nya melihat penderitaan ibu"
"bukan hanya ibu mas yang sangat menderita tapi mbak airin juga,mbak airin sekarang sangat kurus mas"
"mbak airin sering menangis diam diam.mbak airin sama menderitanya di tinggal mas tapi mbak airin selalu menutupi kesedihan nya" jawab serly
"maaf kan mas sayang.sekarang mas pulang untukmu dan untuk kalian semua"
"mas juga tidak mau kalau bisa meminta sayang atas kecelakaan itu mas mencintaimu airin" bagas berdiri menatap rumah yang airin tinggali menitikan air matanya
"mari kita sholat dulu mas kita sholat jamaah setelah itu temuai mbak airin biar serly menyiap kan sarapan untuk mas ya"
"mas ambil wudhu dulu ya dek,sholat di kamar mas saja, jagan menangis lagi sayang mas tidak akan pergi meninggal kan kalian lagi"
"mas " serly kembali bergetar menangis memeluk bagas..
bagas mengusap pundak serly menghapus air matanya sendiri,air mata bagas tidak ada henti henti nya mengalir sedari bertemu bik holis...
"ya sudah serly duluan ke kamar mas ya."bagas menganguk menghapus air mata serly mencium kening adik kesayangan nya itu sebelum membersih kan diri dan wudhu.,
bagas tersenyum melihat serly telah menyiapkan baju koko dan kain sarung untuk nya begitupun sajadah telah terbentang,
kedua nya sholat dengan husyu meskipun suara isakan serly masih terdengar sekali sekali...
rasa bahagia serly tidak bisa di bendung lagi saat sedang sholat pun air matanya terus mengalir tiada ada henti hentinya.....
Bersambung.....
MOHON DUKUNGAN NYA YA BERIKAN VOTE NYA SUPAYA AUTHOR SEMANGAT MENCARI IDE IDE LANJUTAN NYA🙏🙏🥰🥰🥰
JANGAN LUPA LIKE HADIAH RATING 5 DAN JEJAK KOMENTAR NYA JUGA🥰🥰🥰😘😘😘🌹🌹🌹
__ADS_1