
almira dan agam tidak perlu bukti dan tes DNA lagi di mana semua bukti yang di berikan sanum saat masih kecil juga itu sudah meyakin kan bahwa sanum putri bungsu dari keluarga wirawan
almira berlahan lahan melihat tanda di pundak sanum.,di mana tanda berbentuk bulan sabit itu ada di pundak sanum
"deddy lihat,hik hik" isak parau almira
"iya mom,itu tanda lahir ara" agam ikut menangis
"dek, kakak rindu denganmu sayang,kak ana merindukan kamu dek hik hik" tangis berliana kembali memeluk adik bungsu nya
"Kak,mommy deddy" lirih sanum pelan
"iya sayang" peluk ketiga nya begitu bahagia mendengar sanum memanggil sebutan kakak,deddy dan mommy
"terimakasih ya allah terima kasih" agam bersujud menghadap kiblat penuh dengan rasa syukur begitu pun dengan almira dan berliana..
mila yang kebetulan belum ada pemesanan lagi ikut bergabung berpelukan dengan jenab,tangis ke dua nya ikut pecah melihat sanum bertemu dengan keluarga kandung nya..
"terimakasih makci sudah menjaga putri kami" agam bersujud dengan jenab
"jangan bersujud begitu tuan,saya bukan allah yang pantas di sujud, hanya allah lah yang pantas kita sembah dan sujud,saya mohon duduk lah kembali,saya ikhlas membantu zahra" ucap jenab membantu agam duduk
"kak jenab terimakasih ya,aku seperti bermimpi bisa bertemu dengan putri ku di sini" isak almira memeluk jenab begitu pun dengan berliana mengucap kan banyak terimakasih
"sama sama dek almira,nak berliana dan tuan agam, saya juga sangat senang dan seperti bermipi" jenab membalas pelukan dari kedua nya
jenab mengucap kan rasa syukur dan selamat kepada sanum sudah menemukan kebahagiaan nya dan mengucap kan selamat juga kepada agam dan beserta anak istri nya..
begitu pun dengan mira ikut bersyukur mengucap kan hal yang sama kepada ke sepasang suami istri itu dan kedua putri nya..
senyum bahagia,tangis haru begitu terpancar sangat jelas di wajah mereka semua, almira juga memperlihat kan photo masa kecil sanum dan berliana...
di mana baju yang di berikan sanum juga ada di photo yang almira simpan,baju yang sanum pakai dan yang dia berikan juga sama persis yang ada di galeri ponsel almira...
"ceritakan ke kami nak, kenapa ara sampai berada di malaysia bukan nya ara ada di panti" tanya agam
"benar nak,ceritakan sayang" senyum lembut almira
sanum melihat ke jenab apakah sanum harus jujur atau tidak,jenab mengangguk tersenyum ke sanum...
"ceritakan semua nya nak,orang tua kamu berhak tau semua nya sayang,katakan sejujur nya"senyum jenab...
sanum mengangguk menghela nafas berat nya, meskipun bagi sanum itu sangat berat,tapi sanum harus menceritakan nya...
__ADS_1
almira dan agam saling pandang melihat prubahan wajah sedih sanum,begitu pun dengan berliana, ada apa dengan Azahra,batin mereka berucap, tapi mereka menunggu sanum bercerita
sanum mulai menceritakan semua nya di mana sanum tinggal di panti asuhan mendapat kan kasih sayang dari orang orang panti asuhan yang begitu baik baik...
di mana sanum tidak mendapat kan kasih sayang dari orang tua kandung nya karna penculikan terhadap sanum,tapi ibu panti asuhan dengan sabar menghibur sanum,menjaga sanum..
tidak membiar kan sanum sedih sedikit pun, berlahan lahan sanum mulai melupakan kesedihan nya yang selalu menangis memanggil mommy,deddy dan kakak nya saat itu..
ibu panti asuhan mencurahkan kasih sayang nya dengan adil,mendidik anak panti asuhan dengan adil tidak pilih kasih...
di mana sanum juga di sekolah kan masuk sekolah dasar di yayasan panti asuhan,sampai lulus sekolah SMA berkat perjuangan dan bantuan dari pihak panti dan ibu panti...
sanum tidak menceritakan bahwa sanum ikut jualan es potong untuk membantu ibu panti membiayai sekolah nya,biarkan itu menjadi kenangan yang akan sanum simpan sendiri...
agam,almira dan berliana tersenyum mendengar cerita sanum,setidak nya mereka masih bernafas lega bahwa sanum tidak terlantar saat masih kecil jauh dari kluarga kandung nya...
agam dan almira akan berencana membangun yayasan dan panti asuhan itu yang sudah berjasa mengurus sanum dengan tulus mencurah kan kasih sayang terhadap sanum...
senyum sanum masih menghiasi wajah nya yang berada di pelukan sang kakak,sedangkan almira di peluk agam,jenab dan mila juga ikut menyimak cerita sanum
sanum juga bercerita setelah lulus sekolah sanum mulai bekarja di sebuah prusahaan,sanum tidak ingin selalu membebani ibu panti,sudah saat nya sanum mandiri..
meskipun setiap hari libur sanum tidak pernah absen selalu berkunjung ke panti menjengguk ibu panti dan anak anak panti...
lagi lagi sanum menghela nafas berat nya bersandar di pelukan berliana,membuat mereka penasaran dengan wajah sedih sanum...
sanum melanjut kan cerita nya saat selama hampir setahun bekerja menjadi pengantar kopi ke setiap ruangan di prusahaan tempat nya bekerja,,
cuma satu ruangan yang sanum tidak pernah masuki ya itu ruangan presdir,di mana sanum hanya mengantar kan minuman itu hanya sampai depan ruangan seketaris bos pemilik prusahaan
selanjut nya sang seketaris yang akan mengantar kan langsung ke ruangan itu,sanum bercerita menjalin hubungan dengan seorang manajer tempat nya bekerja...
di mana tidak lama itu sanum menikah,yang sanum fikir sanum akan mendapat kan sebuah kebahagian seperti yang sanum dapat kan dari seluruh kluarga panti,,
tapi harapan itu menjadi sebuah penyiksaan bukan kebahagiaan yang ada di bayangan sanum, sanum juga menceritakan semua nya sedikit pun tidak terlewat...
di mana sampai sanum menyerah untuk bertahan dengan penghianatan yang di berikan bagas dan siksaan dari bagas dan rahma, sampai di mana sanum kabur tanpa tujuan yang pasti
isak tangis pilu sanum begitu sangat menyayat membuat almira menangis tersedan sedan memeluk sanum begitupun dengan berliana
kedua wanita itu ikut merasakan sangat sakit mendengar cerita pilu dari sanum,hati almira dan berliana ikut tersayat sayat sangat pedih..
agam mengepal kan kedua tangan nya penuh amarah,wajah nya memerah menahan amarah dan murka,air mata nya ikut menetes mendengar cerita sanum yang begitu menyayat hati...
__ADS_1
sanum juga berkata jujur bahwa sanum memakai paspor milik berliana yang dia temukan saat di jalan menuju negeri jiran itu..
yang pada awal nya sanum tidak tau akan pergi ke mana tujuan nya saat sebelum menemukan tas milik berliana...
allah sudah menunjuk kan jalan nya ke pada sanum dengan terjatuh nya tas milik berliana menuju kebahagia sanum yang sesunguh nya...
dan bertemu dengan jenab yang dengan suka rela mau menampung sanum dengan tulus
"ya allah nak,ternayata hidup mu sangat menderita setelah menikah sayang,mommy sangat bersyukur ahir nya ara bercerai dengan laki laki brengsek itu,dan keluar dari neraka jehanam itu,hati mommy sangat sakit,mommy tidak terima atas perlakuan ke dua iblis itu" isak almira dengan murka
"akan qu buat menyesal kedua iblis itu sudah menyakiti adik ku" ucap dingin berliana mata nya yang berapi api penuh kemarahan
"brengsek,akan deddy buat menyesal seumur hidup nya,mereka semua tidak akan deddy biar kan bahagia atas penderitaan yang putri kami terima" agam mengepal kan tangan nya dengan murka
"deddy,mommy dan kak ana, zahra mohon biar kan yang lalu menjadi berlalu,biarkan semua kenangan pahit itu terkubur dalam dalam jangan di ingat kembali,"sanum tersenyum menatap keluarga nya
"zahra tidak mau keluarga zahra akan menjadi pendosa menjadi pendendam,apa bila deddy,mommy dan kak ana melakukan pembalasan apa yang mereka lakukan dengan zahra"
"jadi zahra mohon biarkan yang lalu menjadi berlalu, yang penting zahra sudah terbebas dari mereka dan sudah menjauh dari mereka, sekarang zahra sudah cukup sangat bahagia lepas dari mereka berdua" mohon sanum
"bertemu dengan mak jenab yang baik dan tulus mau menerima zahra di tambah zahra juga sudah kembali bertemu dengan keluarga kadung zahra," senyum tulus sanum menatap keluarga kandung nya dan menatap jenab dengan senyum teduh milik sanum
agam almira dan berliana menghela nafas mereka mengangguk melihat permohonan dari sanum, meskipun sebenar nya mereka sangat ingin membuat bagas dan rahma menderita
dengan ketulusan hati yang di miliki sanum yang begitu sangat baik,mereka menyimpulkan bahwa bagas dan rahma sangat bodoh..
mata hati bagas dan rahma sudah tertutup oleh rayuan dari syetan,tidak bisa melihat berlian yang sesungguh nya yang terdapat pada diri sanum...
jenab juga tersenyum melihat betapa tulus dan baik nya hati seorang sanum,
di mana makan siang pun sudah siap,kesedihan sudah mereka lupakan tinggal kebahagiaan yang terpancar
sanum dengan cekatan menyiap kan makan siang yang di bantu kakak mommy,mak jenab dan mira menyiap kan untuk mereka makan...
sedang kan adam berbincang bincang dengan johan, johan juga sudah tau siapa agam dan almira.,
tidak jauh berbeda johan juga sangat bahagia mendapat kan kabar cerita di mana sanum sudah bersatu kembali dengan keluarga kandung nya...
tinggal menunggu penyesalan yang mendalam dari bagas dan rahma setelah mengetahui siapa sosok sanum yang sebenar nya...
bersambung....
jangan lupa like komen vote nya juga ya🙏☺️🥰
__ADS_1