
"rasa nya aku malas sekali harus melihat wajah nya.," kesal bagas di dalam hati saat dapat perintah dari seketaris alex di mana seluruh manajer di perintah kan datang ke ruang rapat begitupun dengan rekan kerja bagas yang lain nya.
"rasanya aku ingin menengelam kan laki laki yang telah merebut sanum dariku" geram bagas kembali mengepal kan tangan nya
dimana dari tim Direksi,Direktur Utam, Direktur Keuangan,Direktur Personalia,Manajer Personalia dan Manajer Pemasaran telah berkumpul di ruang rapat..
begitu pun dengan Manajer Pabrik,Administrasi dan Pergudangan,Divisi Dalam Perusahaan Pada Area Regional
mereka semua tinggal menunggu sang presdir datang termasuk seketaris alex juga telah tiba di ruang rapat...
entah pembahasan apa yang akan alex sampai kan ke semua karyawan nya yang memiliki jabatan masing masing di mana bagas dan tian duduk berdampingan...
"tahan emosi mu bagas, jagan membuat kekacauan kamu masih bersyukur orang orang di perusahaan ini belum mengetahui siapa kamu"
"entah apa jadi nya kalau mereka tau,mungkin kamu sudah di buat malu dan tidak mempunyai muka lagi di perusahaan ini" bisik tian memperingati bagas
bagas hanya mengangguk tidak menjawab ucapan dari tian,meskipun bagas begitu muak melihat alex tapi mau di apakan lagi,bagas juga sangat membutuhkan pekerjaan nya...
itu juga demi kelangsungan hidup bagas dan rahma, walau pun rasa nya bagas sangat berat...
"andai aku tidak bodoh mungkin aku lah yang ada di posisi menjadi menantu tuan agam dan akan memiliki jabatan tinggi"bagas membatin di dalam hati nya masih diam menunggu alex datang
"bisa jadi aku juga pasti akan di berikan satu perusahaan dan aku yang akan memimpin nya tidak menjadi kacung seperti sekarang"
"kalau aku tau sanum adalah putri dan adik pengusaha ternama seperti tuan agam dan berliana kami juga mungkin tidak akan berfikir jauh menyakiti sanum"
"mungkin sanum akan menjadi bidadariku sampai sekarang bukan malah menjadi milik laki laki itu" kesal bagas menundukan kepala nya penuh dengan rasa penyesalan
semua karyawan alex berdiri memberi hormat saat alex tiba dan memasuki ruangan rapat itu termasuk bagas juga ikut menunduk memberi hormat..
alex kembali memerintah kan bawahan nya duduk, alex hanya menatap bagas sekilas saat melihat bagas menundukan kepala nya,
Aura dingin dan tegas milik alex begitu terpancar tidak ada kata tersenyum sedikit pun hanya ada suara yang tegas ucapan yang sangat dingin..
rapat juga mulai di lakukan oleh seketaris alex di mana yang akan di pimpin alex juga...
__ADS_1
saat di pertengahan rapat alex merasakan iphone milik nya bergetar,tidak menunggu waktu lama alex langsung menerima panggilan masuk itu dengan senyum merekah milik alex..
semua bawahan alex saling pandang melihat perubahan seratus derajat dari bos mereka yang langsung berubah menjadi hangat dan tersenyum teduh..
mereka baru mengetahuai saat alex menyebut kata sayang dengan suara lembut nya bahwa itu sanum.,mereka semua ikut tersenyum dan takjub
"luar biasa prubahan tuan alex langsung berubah drastis,tatapan dingin dan kata kata tegas nya berubah menjadi tatapan yang lembut dan menyejukan" bisik salah satu personalia yang melihat perubahan alex
"hati siapa yang tidak akan luluh memiliki bidadari secantik dan selembut nyonya Azahra, hati yang beku milik tuan alex pun bisa mencair" timpal derektur ke uangan ikut berbisik
"hati nya nya sebeku balokan es begitu mudah mencair dengan sosok seorang sanum" batin bagas lirih
"andai saja aku masih bersama sanum dan bersanding dengan nya bukan alex pasti saat ini aku tidak akan sekesal ini"
"sekarang sanum telah menjadi milik laki laki yang berhati batu itu yang dengan tiba tiba menjelma menjadi sebuah kapas yang lembut"
lagi lagi bagas terus berandai andai menyebut nama sanum di dalam hati nya tidak pernah henti henti nya..
senyum alex pun tidak pernah luntur menatap layar iphone milik nya meskipun rapat kembali di lanjutkan di saat tadi tertunda sebentar..
"anton lanjut kan rapat nya" perintah alex dengan suara tegas dan dingin
alex berdiri mengambil iphone milik nya kembali dan menatap wajah cantik istri nya yang dengan lahap memakan buah yang sanum ambil dari kulkas..
"nanti siang abang pulang ya sayang nanti ara siap siap kita makan di luar ya sayang" ucap alex dengan lembut
"baik abang,ara akan siap siap dan menunggu abang, apakah rapat nya selesai bang"
"ada anton yang melanjukan nya sayang, abang merindukan dirimu padahal abang baru saja berangkat ke kantor tapi rasa nya abang ingin selalu bersama bidadari abang" jawab alex berjalan keluar dari ruangan rapat
"bos alex sangat romantis,beruntung sekali nyonya azahra memilki suami yang begitu sangat romantis dan lemah lembut seperti bos alex" ucap laura manejer ke uangan saat alex tidak terlihat lagi di ruangan itu
bisikan bisikan terus berlanjut memuji keromantisan alex terhadap sanum di mana seketaris alex kembali melanjutkan rapat itu
tian terus menenangkan bagas yang kembali memanas karna menahan cemburu dan amarah nya terhadap alex
__ADS_1
"aku juga bisa romantis seperti bajingan itu dengan sanum, bukan hanya dia saja, andai sanum bersamaku sekarang mungkin sanum juga akan aku perlakukan seperti itu" marah bagas berkata di dalam hati masih dengan berandai andai nya...
bagas pun tidak terlalu menangapi rapat pagi itu di mana amarah nya telah merasuki fikiran bagas, meskipun tian terus menerus menenangkan bagas...
tapi itu semua tidak bisa meredakan amarah dan cemburu dari bagas,rasa nya bagas ingin cepat cepat pergi dari ruangan yang memuakan itu
setelah rapat selesai bagas berjalan cepat ke toilet dengan kilatan ke marahan di matanya..
untung semua rekan rekan kantor bagas tidak ada yang menyadari hanya tian yang tau..
"sial,brengsek kau alex buk buk buk" lirih bagas penuh amarah meninju tembok toilet
"sanum kenapa kau harus memilih nya tidak kembali denganku hik hik hik" isak bagas menyebut nama sanum
"Aaaaa" teriak bagas tertahan menjambak rambut nya dengan kencang terduduk di lantai toilet
hati bagas begitu sangat hancur melihat keromantisan dari alex di mana alex begitu sangat lemah lembut dan perhatian saat menerima panggilan tlp dari sanum
isak tangis bagas tertahan meratapi kehancuran hati nya,rasa nya bagas begitu sulit untuk bernafas menahan sesak di dada nya...
"tok tok tok bagas apakah kau tidak apa apa" tian mengetuk pintu toilet kantor
di mana tian mengikuti bagas dari belakang,takut nya bagas akan berbuat macam macam. tian bernafas lega saat tau bagas hanya pergi ke toilet
bagas membuka pintu toilet di mana penampilan bagas juga acak acakan rambut yang kusut mata yang sembab habis menangis
"sabar bagas kau harus ikhlas,cepat rapikan penampilanmu jagan sampai ada yang melihat penampilanmu yang acak acakan itu"
bagas lagi lagi hanya mengangguk,membasuh wajah nya,bagas melihat jari jari nya yang membiru akibat terlalu kencang menonjok tembok berkali kali..
"kenapa begitu sulit melupakan mu sayang,aku merindukan dirimu aku merindukan belaian mu yang tidak ku dapat kan dari wanita manapun"
"hanya dirimu lah yang pandai memuaskan aku hanya dirimu lah yang bisa mengerti apa mau ku, aku rindu denganmu sanum" lirih bagas terisak
bagas merapikan penampilan nya setelah di rasa cukup bagas kembali ke ruangan tempat nya bekerja dangan berjalan gontai yang di ikuti tian di belakang nya....
__ADS_1
bersambung....
jagan lupa like komen vote rating 5 nya juga ya 🙏🥰😘