
"Assallamuallaikum"
"Waallaikumsalam masuk nak bagas"
"terimakasih bu,airin nya ada bu"
"Airin lagi ke desa sebelah nak,tadi ada yang menjemput airin ada yang mau lahiran"
"bearti lama ya bu"
"ya lumayan lama nak kalau ada yang mau lahiran,memang nya tadi mau ke sini tidak memberi tahu airin dulu"
"tidak bu.bagas fikir airin ada di rumah,eh tau nya airin tidak ada" jawab bagas
"duduk dulu nak bagas,ibu buatkan minum dulu ya"
"terimakasih bu,bapak di mana bu"
"bapak lagi di rumah aryo ada perlu nak,sebentar lagi juga pulang"jawab istri pak kades yang di angguki bagas,
istri pak kades berjalan ke dapur membuatkan minum untuk bagas...
hubungan bagas dan airin makin hari makin dekat setelah airin membuka praktek di desa nya beberapa bulan yang lalu...
"di minum nak"Jamilah istri pak kades mempersilah kan bagas meminum kopi buatan nya...
"terimakasih bu,maaf bagas jadi merepotkan"
"ya endak merepotkan lah nak bagas,wong cuma buatin kopi saja"senyum ramah jamilah ke bagas...
"gimana dengan hubungan kalian nak.,apakah nak bagas benar benar serius dengan anak ibu" tanya jamilah menatap bagas
"Alhamdulilah hubungan bagas dan airin baik baik saja bu, bagas serius lah bu dengan anak ibu" jawab bagas sunguh sunguh...
"kapan akan melamar airin nak bagas,hubungan nak bagas juga sudah lama dengan airin mau menunggu apa lagi kalau nak bagas memang serius dengan anak ibu"
"lagian tidak enak dengan tetangga meskipun kalian tidak melakukan hubungan yang lebih di luar batas,"
"apa lagi kalian berdua sudah sama sama dewasa,alangkah baik nya secepat nya di resmikan jangan lama lama seperti ini yang akan menimbul kan fitnah dan dosa nantinya,"
jelas jamilah penuh harap yang duduk di hadapan bagas...
"insyaallah secepat nya bu,nanti bagas akan bicara ke ibu nya bagas dan bapak yang ada di kampung"
"ibu jagan kuatir bagas juga lagi mempersiap kan semua nya dulu sebelum meminang airin,"jawab bagas
"baik lah kalau begitu ibu dan bapak tunggu niat baik nya nak bagas dan keluarga ya" Jamilah tersenyum ke bagas...
"baik bu,nanti bagas akan menghubungi ibu dan bapak kalau mau datang ke sini nanti nya"
"bagas juga ingin secepat nya menjadikan airin istri untuk bagas bu"
"tapi proses pembangunan rumah juga baru selesai bu, ibu juga kan tau kalau ibunya bagas mengingin kan bagas saat menikah nanti dengan airin bagas telah pisah rumah dengan ibunya bagas" jawab bagas ikut tersenyum
jamilah mengangguk paham apa lagi setelah mendengar penjelasan putri nya dan juga bagas beberapa bulan yang lalu...
tentang bagas sedang mempersiapkan rumah baru untuk bagas nanti dan airin setelah menikah...
__ADS_1
memang pada dasar nya rahma tidak ingin bagas setelah menikahi airin tidak tinggal bersama lagi dengan nya...
tadi nya rahma yang akan tinggal bersama bik holis sedangkan rumah mereka di tempati bagas dengan airin setelah menikah...
rahma tidak ingin kejadian di masalalu terulang kembali saat bagas telah menikah dan menimbulkan konflix tanpa di sadari pada ahir nya...
rahma juga tidak ingin membebani bagas kembali setelah bagas menikah apa lagi ikut campur urusan rumah tangga anak dan menantu nya...
rahma ingin hidup mandiri meskipun bagas tidak setuju pada awal nya...
rahma juga sering menasehati bagas supaya uang gaji nya alangkah baik nya di kelolah sang istri saat menikah...
rahma tidak ingin egois seperti dulu lagi dimana uang gaji bagas yang mengelola rahma semua meskipun bagas telah menikah...
rahma tau airin gadis yang baik jadi rahma percaya dengan airin tidak akan berbuat macam macam...
seperti kebanyakan wanita pada umum nya,sifat airin juga 11 12 seperti sanum tidak jauh berbeda...
dengan paksaan bagas ahir nya rahma menurut dengan bagas masalah tempat tinggal rahma pada nanti nya...
rumah mereka yang saat ini akan tetap menjadi rumah rahma sedangkan bagas membangun rumah sendiri untuk nya dan Airin..
selama kenaikan gaji bagas beberapa bulan yang lalu rahma benar benar menghemat.,
masalah ke uangan dia tabung untuk simpanan bagas nantinya...
tabungan dari rahma ahir nya lumayan cukup besar untuk bagas bisa membeli tanah dan membangun rumah juga...
meskipun rumah itu tidak mewah tapi lumayan bagus yang bertepatan tidak jauh dari rumah rahma.,rumah bagas dan rahma juga berhadapan...
"bu jamilah tadi menanyakan bagas kapan akan melamar airin bu"ucap bagas ke rahma yang telah kembali lagi ke rumah nya...
"ibu juga bilang apa gas,pasti bu jamilah menanyakan itu juga kapan kamu melamar putri nya"
"ibu kan sering bilang alangkah baik nya lamar dulu nak airin sambil menunggu rumah kamu selesai baru akad nikah nya di laksanakan"
"kamu nya tetap ngeyel setiap ibu bilang jawab nya nanti kalau rumah kalian selesai"
"kesan nya kamu tidak ada keseriusan,mau gimana juga dari pihak mereka ingin ada kepastian dari kamu bagas"
"nak airin itu cantik berpendidikan yang mau sama nak airin itu banyak malah ngantri.,"
"kalau kamu lelet bisa jadi nak airin akan di lamar orang lebih cepat dari pada kamu"
"seharus nya kamu bersyukur nak airin mau memilih kamu menerima kekurangan kamu dan keluarga kita"
"kamu itu beruntung bisa mendapat kan gadis secantik dan sebaik nak airin,"
jelas rahma begitu kesal menatap bagas yang duduk di samping nya bersama bik holis di ruang tamu...
"benar kata bu rahma nak bagas, kalau bisa dalam minggu ini nak bagas sudah melamar nak airin dan tentukan hari jadi nya jagan lama lama"
"masalah biaya bibik ada tabungan sedikit buat tambah tambahan.,"
"nak bagas juga sudah bibik anggap seperti anak kandung sendiri"
"bibik ikhlas kalau nak bagas pakai buat melamar nak airin dan buat persiapan pernikahan nak bagas nanti nya" timpal bik holis mendukung bagas
__ADS_1
"ya allah bik, bibik qo baik baget dengan bagas,terimakasih ya bik bagas juga sudah menganggap bibik seperti ibu kandung bagi bagas"
lirih bagas memeluk bik holis dengan sayang,rahma tersenyum haru dengan kebaikan bik holis yang begitu banyak telah membantu nya...
"bagas masih punya simpanan bik kalau buat melamar airin, kalau masalah pernikahan nanti bagas akan meminta waktu 3 bulan dengan keluarga airin"
"bagas akan mengumpul kan uang dari gaji bagas untuk persiapan pernikahan bagas dengan airin nantinya"
"gaji bagas kan perbulan nya 9 juta jadi selama 3 bulan lumayan cukup untuk mempersiapkan semua nya di tambah uang dari ayah juga masih bagas simpan"
"Airin juga bagas tanya berapa minta serahan nya tapi jawaban airin berapa pun kita memberi nya keluarga nya akan menerima" jelas bagas
"tapi kita tidak bisa semau nya nak memberi serahan ala kadar nya ibu tidak mau itu terjadi., mau gimana pun kita harus menghargai keluarga dari pihak mempelai wanita,"
"apa lagi nak Airin putri pertama bagi keluarga nya,meskipun mereka tidak mematok berapa serahan yang kita bawakan nantinya"
"cukup sanum yang ibu perlakukan tidak baik,ibu tidak mau airin merasakan hal yang sama" lirih rahma
"nanti ibu akan bicara dengan ayahmu untuk minta bantuan biaya dari nya juga, ayahmu juga pernah bilang dengan ibu kalau kamu dan airin menikah ayahmu minta ibu segera menghubungi nya"
"ayah juga telah menyiap kan biaya untuk pernikahanmu dengan airin nantinya"
"bagas juga mau nya begitu bu meskipun dari pihak orang tua airin tidak meminta mahar yang besar dan akan menerima berapapun pemberian yang kita serahkan"
"tapi bagas tidak ingin saat kita menikah nanti malah banyak hutang di mana mana yang akan menimbulkan masalah dan beban pada ahir nya" jawab bagas
"bibik juga sudah bilang nak bagas pakai uang tabungan bibik saja, jagan jadikan beban saat memakai uang bibik nanti nya untuk pernikahan kalian"
"bibik memberikan itu semua cuma cuma untuk nak bagas,itu juga uang dari pemberian nak bagas dan bu rahma yang selama ini bibik tabung"
"insyaallah setelah menikah nak bagas tidak akan punya beban hutang di mana mana"
"uang bibik juga uang nak bagas,apa lagi keluarga nak bagas telah menyiap kan semua biaya untuk nak bagas pasti akan cukup tidak akan kekurangan" timpal bik holis
"Alhamdulilah terimakasih sekali lagi ya bik,ibu" senyum bagas bernafas lega
"tapi mau gimana pun uang itu tetap uang bibik meskipun bibik ikhlas memberikan untuk bagas,bagas tidak bisa mengabai kan begitu saja bik"
"bibik mengumpul kan uang itu juga hasil kerja keras bibik yang telah membantu bagas dan ibu selama ini,"
"terimakasih banyak ya bik yang begitu sayang dengan bagas,insyaallah uang nya akan cukup bik.uang nya simpan saja buat bibik"
bagas berkata dengan lembut memegang ke dua tangan bik holis memberikan senyum terbaik nya penuh dengan rasa haru...
"iya bik insyaallah uang nya akan cukup bik, nanti kalau kurang baru kita pinjam uang bibik ya,untuk saat ini uang bibik simpan saja dulu" timpal rahma tersenyum lembut dengan bik holis
"ya sudah kalau begitu,tapi bibik berharap kalau masih kurang pakai uang bibik saja jangan acara pinjam segala"
"iya bik"jawab rahma dan bagas tersenyum memeluk bik holis dengan sayang...
setelah hadir nya bik holis di keluarga mereka rahma merasakan seperti mempunyai saudara perempuan pada tepat nya seperti kakak kandung yang begitu baik seperti bik holis..
begitu pun dengan bagas seperti mempunyai seorang ibu kandung lagi...
bersambung....
jangan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🙏🙏🥰🥰🥰☺️☺️☺️🌹🌹🌹
__ADS_1