SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi

SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi
Desa


__ADS_3

"pak ini sayuran nya sudah cukup banyak,kita pulang sekarang ke pondok"ucap sang istri ke suami nya


"ya sudah bu kita bersih bersih dulu di sungai" ajak sang suami


sepasang suami itu berjalan beriringan menuju sungai yang di sebutkan untuk membersihkan diri mereka di sungai dekat kebun nya...


"ya allah pak lihat ada orang di sana" tunjuk sang istri di seberang sungai


"iya bu benar cepat kita ke sana kita lihat" ajak sang suami menyeberangi sungai untuk melihat seseorang yang tergeletak di dekat tebing pingir sungai


"astagfirullah hal adzim pak sanum pak" teriak sang istri mengucap istigfar melihat siapa yang tergeletak sangat mengenas kan


"astagfirullah hal adzim  ya allah benar bu ini nak sanum"kaget sang suami


meskipun wajah sanum berlumuran darah tapi sepasang suami itu masih mengenali sanum, sepasang suami istri itu yang tidak lain adik dari ayah bagas...


bagas pernah dua kali mengajak sanum ke kampung ayah nya,pertama saat sebelum menikah dan baru menikah...


"gimana ini bu" panik pak giman


"gendong saja pak kita langsung ke pondok"


"iya bu,bantu bapak ya"


"iya pak" jawab minah istri dari pak giman


minah membantu giman menyeberangi sungai menuju pondok mereka,baju yang telah basah kuyub karna menyebrangi sungai tidak mereka hiraukan


banyak pertanyaan di dalam benak kedua nya kenapa sanum bisa ada di desa nya dangan kondisi yang mengenaskan


giman dan minah juga tau kalau sanum dan bagas sudah bercerai yang sangat mereka sayangkan dengan kelakuan bagas...


"ganti dulu baju nak sanum bu bapak akan minta bantuan dengan yanto dulu" ucap giman ke minah dimana yanto juga tinggal bertetangga pondok mereka.,meskipun tidak berdekatan


"iya pak jangan lama lama ya"


"iya bu"


sepeninggal giman,minah dengan telaten menganti baju sanum yang penuh dengan lumuran darah yang mulai mengering dengan baju nya..


wajah sanum juga sudah terlihat pucat luka di mana mana...


"apa yang terjadi denganmu cah ayu"lirih minah sedih melihat sanum masih memejam kan mata nya...


"ibu langsung ke pukesmas ya dengan yanto, bapak nanti menyusul" ucap giman membopong sanum naik ke motor yanto


"iya pak,"


"yan hati hati bawa motor nya ya,langsung ke pukesmas"


"iya mas,kami pergi ya mas"pamit yanto


"iya hati hati," jawab giman yang begitu kuatir melihat kondisi sanum


giman bergegas menganti baju nya menutup pondok mereka untuk menyusul sanun ke desa,tidak lupa giman membawa sayuran yang tadi dapat di petik nya bersama minah untuk di jual ke pasar..


"apa yang terjadi denganmu enduk,semoga tidak kenapa kenapa"kuatir giman berjalan menyusuri jalan setapak menuju desa


30 menit yanto sampai ke pukesmas desa dengan sanum dan minah,,anton sangat ngebut membawa motor nya...


sepanjang jalan minah terus berteriak ke yanto supaya ngebut membawa motor nya alhasil mereka sampai juga...


"nak desi cepat tolong keponakan bude"teriak kencang minah masih di atas motor


"bude ada apa,siapa itu" tanya bidan desi berlari menghampiri minah


"astagfirullah hal adzim ,ini kan mantan istri mas bagas ya allah apa yang terjadi,yanto cepat bawa ke dalam"perintah bidan desi sahabat dari serly adik dari bagas


"ceritanya panjang nak,yang penting tangani dulu sanum nanti cerita nya"


"iya bude,desi paham" jawab bidan desi dengan cekatan memasang kan selang infus untuk sanum bidan desi memerintahkan asisten nya untuk menghubungi dokter terdekat untuk membantu nya


asisten bidan desi menghubungi dokter devan yang tidak lain kekasih dari bidan desi


bidan desi salah satu bidan desa di desa itu yang memang rumah nya juga dekat dengan pukesmas...


"ya allah apa yang terjadi denganmu mbak sampai begini miris nya dengan kondisi mbak,gimana mas apa perlu kita bawa ke rumah sakit" tanya bidan desi ke dokter devan


"tidak perlu dek,bantu mas menjait tangan mbak sanum"perintah dokter devan sedangkan dokter devan mengobati luka di wajah sanum dan telapak tangan nya

__ADS_1


"baik mas" jawab bidan desi kedua nya bekerja sama yang di bantu asisten bidan desi...


"kita tunggu sampai mbak sanum sadar,kalau kondisi nya makin memburuk kita harus ke kota membawa mbak sanum ke rumah sakit" jelas dokter devan


"baik mas,mobil juga sudah siap buat berjaga jaga"


"bagus,apa yang terjadi dengan mbak sanum sampai seperti ini"


"desi juga tidak tau mas,kita tanyakan ke bude minah desi juga penasaran kenapa mbak sanum sampai seperti ini"


bidan desi memanggil minah menanyakan apa yang terjadi,minah menjelas kan ke dokter devan dan bidan desi


sama hal nya seperti minah dia juga penasaran apa yang terjadi dengan sanum...


"Assalamuallaikum"


"waalikumsallam pakde wanto,serly" jawab desi


"astagfirullah hal adzim  nak sanum" cemas wanto melihat mantan menantu nya


"mbak ini serly,apa yang terjadi dengan mbak" lirih serly menitikan air mata nya


wanto dapat kabar dari giman bahwa sanum ada di pukesmas langsung datang bersama serly...


"gimana dengan kondisi mbak sanum des, apa perlu kita ke rumah sakit" kuatir serly masih menitikan air matanya


"tidak perlu dek kita tunggu mbak sanum sadar dulu,untung luka nya tidak dalam cuma mbak sanum sedikit kehabisan darah kalau melihat kondisi nya"


"tapi semoga saja tidak apa apa dan mbak sanum juga cepat sadar,kalau masih seperti ini kita baru membawa mbak sanum ke rumah sakit" timpal dokter devan


"semoga saja tidak kenapa kenapa dengan mbak sanum dan cepat sadar" lirih serly mengusap lengan sanum


dokter devan memutus kan tetap berjaga jaga sampai sanum sadar meskipun ada bidan desi yang menjaga nya,,,


malam telah tiba tapi sanum belum sadar juga membuat mereka makin kuatir tapi tidak dengan dokter devan mau pun bidan desi...


wanto dan serly juga memutus kan menginap di pukesmas bersama bidan desi,


tepat jm 7:30 berlahan lahan sanum membukak mata nya melihat di sekeliling nya yang begitu asing menurut sanum


mereka semua bergantian menjaga sanum untuk menunaikan sholat isa belum ada yang sadar kalau sanum telah bangun dari pingsan nya,


"dek"panggil sanum dengan suara lemah nya


"mbak sanum,Alhamdulilah ya allah ahir nya mbak bangun juga terimakasih ya allah" isak serly memeluk sanum


"minum dulu mbak" serly memberikan air minum untuk sanum melalui sedotan kecil


"mbak tidak salah ini serly kan" lirih sanum memastikan penglihatan nya


"iya mbak ini serly,bentar ya mbak" serly memanggil dokter devan dan bidan desi yang baru saja selesai sholat


"Alhamdulilah ahir nya mbak bangun juga,"senyum bidan desi langsung memeriksa sanum begitu pun dokter devan


"ayah" pangil sanum melihat wanto masuk melihat kondisi sanum


"iya enduk ini ayah,mana yang sakit enduk kenapa bisa begini apa yang terjadi" lirih wanto begitu pilu melihat kondisi sanum


"apa kabar ayah,dada sanum sakit yah rasanya sesak,"lirih sanum


"Alhamdulilah kabar ayah baik,ya allah enduk, nak desi apakah dada nak sanum ada yang cedera juga"panik wanto


"iya pakde,dada mbak sanum membiru" jawab bidan desi


"aku ada di mana ini yah kenapa kalian semua ada di sini" binggung sanum menahan sesak di dadanya


"kamu ada di desa ayah nak,kita ke rumah sakit sekarang ayah tidak mau kamu kenapa kenapa enduk" isak wanto begitu pilu melihat mantan menantu nya


"iya pakde,devan juga memang ada niatan akan membawa mbak sanum ke rumah sakit sekarang juga untuk mendapat kan perawatan lebih lanjut." timpal dokter devan


"ya sudah kita berangkat sekarang saja mas,mbak sanum jagan banyak gerak dulu ya kita ke kota sekarang" ucap bidan desi


sanum hanya mengangguk lemah,menuruti perintah dari bidan desi dan dokter devan.


dokter devan menemani sanum di belakang bersama bidan desi sedangkan wanto dan serly membawa mobil mereka sendiri mengiringi dari belakang...


untuk sampai ke kota cukup memakan waktu 1 jam lebih tapi dokter devan dan bidan desi tetap siaga menjaga sanum yang masih sadar...


saat ini yang sanum rasakan hanya sesak di dadanya,meskipun dokter devan memberikan obat pereda nyeri untuk sanum...

__ADS_1


"nak apa kabar dengan kalian berdua,mommy kagen denganmu nak" lirih sanum merindukan kembar


"mbak jagan mikirin yang lain dulu ya,yang penting mbak harus semangat cepat sembuh dan mendapat kan perawatan lebih lanjut dulu" ucap desi menenangkan sanum


"mbak rindu kembar dek" isak sanum


"desi tau mbak,serly juga lagi menghubungi suami mbak jadi mbak jangan mikirin yang lain lain dulu ya biar mbak tidak merasa sesak lagi apa lagi kalau mbak nangis" ucap lembut bidan desi


"benar mbak kata desi,mbak harus tenang ya" timpal devan tidak tega melihat sanum


"terimakasih dek desi,devan"


"iya mbak sama sama,sudah mbak istirahat ya bentar lagi kita sampai ke kota"senyum bidan desi memberi ketenangan untuk sanum...


"gimana nak apakah mas mu bisa di hubungi" tanya wanto ke serly


"tidak aktif yah nomer mas bagas,nomer ibu juga sama" jawab serly mondar mandir di depan ruangan rawat inap sanum


sanum juga telah mendapat kan perawatan dari pihak rumah sakit setelah sampai di rumah sakit 1 jam yang lalu...


"ko tumben tumbenan nomer mereka tidak ada yang aktif" guman wanto


"apa mungkin ibu sama mas bagas ganti nomer yah,soal nya kan terahir mereka nlp 1 tahun yang lalu"


"bisa jadi" jawab wanto


***************************************************


sedangkan di ke diaman mansion sanum, alex terus menghajar pengawal pengawal nya yang belum bisa menemukan keberadaan sanum...


"kenapa penjagaan untuk ara begitu lemah seperti ini,kamu niat tidak memberikan penjagaan untuk adik qu lex" bentak berliana penuh amarah


"maaf kan aku an yang lalai memberi penjagaan untuk ara aku terlalu menuruti kemauan ara yang ingin memilih sendiri pengawal untuk nya,"


"Ara merasa tidak nyaman dengan pengawal yang pertama yang begitu ketat menjaga ara,ara merasa risih terlalu di jaga seketat itu setiap kemana mana"


"ara terus memohon supaya di ganti pengawal nya dengan pilihan nya sendiri yang membuat ara nyaman"


"kamu tau sendiri an kalau masalah ara aku tidak tegaan apa lagi sedang hamil waktu itu aku selalu lemah dengan ara"lirih alex penuh sesal


dimana memang sanum sebelum nya meminta sendiri pengawal pilihan nya ke alex,,


meskipun alex pada awal nya menolak tidak menuruti kemauan sanum


tapi pada ahir nya alex luluh juga apa lagi melihat sena yang sama sekali tidak mencuriga kan selama sanum hamil 5 bulan dan lahir nya kembar..


"andai aku tidak menuruti ke mauan ara mungkin ini tidak akan terjadi" sesal alex karna telah menuruti ke mauan yang di minta sanum


"nak kamu harus tenang kita tidak bisa melawan tadir yang telah allah tetapkan ke setiap umat nya,kita berdoa semoga ara baik baik saja"


"dan pencarian tetap di kerah kan jagan saling menyalah kan,,ini buat pelajaran untuk kita semua supaya tidak lengah lagi,emak juga tau seperti apa alex yang begitu mencintai nak ara dan tidak tegaan"


"nak alex terlalu bucin dengan nak ara sehingga apa pun itu akan nak alex lakukan asal ara senang dan merasa nyaman tidak tertekan"


"yang nama nya musibah kita tidak akan bisa menolak nya,kalau mau celaka saat kita sedang makan pun bisa nak"


"contoh nya ada yang meninggal karena tersedak makanan,kita sedang berjalan di dalam rumah tiba tiba kita terpeleset dan berakibat fatal pun bisa terjadi"


"begitu pun dengan manusia dia tidak tau kalau musibah sedang menghampiri nya meskipun dengan cara pengawalan yang ketat sekalipun"


"kalau allah berkedendak lain kita tidak akan bisa menghindari musibah itu meskipun nak ara di jaga para brimob atau tentara sekali pun"


"para pengawal nak sanum juga tidak ingin itu semua terjadi,mereka hanya pasrah saat mendapatkan siksaan dari nak alex"


"mereka juga pasti tau resiko nya kalau sampai lalai sebelum menerima menjadi pengawal nak ara,mungkin ke baikan tidak sedang berpihak ke mereka semua"


"berujung mendapatkan siksaan dari nak alex,meskipun mereka sekuat apa pun menjaga nak ara tapi mereka tidak akan bisa melawan kehendak yang maha kuasa"


"ikut dengan emak kita ngaji sholat mohon petunjuk ke pada allah dan memohon untuk perlindungan untuk nak ara" ucap lembut jenab mengusap kepala berliana


berliana menundukan kepala mendengar nasehat dari jenab,rasa marah dan murka nya berlahan lahan mereda ikut dengan jenab menuju mushola yang ada di mansion..


almira dan mika menjaga kembar sedangkan adrian dan agam berada di markas darmawan...


alex juga ikut serta bersama jenab dan berliana menuju mushola....


bersambung.....


jagan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🥰😘☺️🌹

__ADS_1


__ADS_2