SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi

SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi
Cemas


__ADS_3

"Assalamualaikum abang" ucap salam sanum setelah alex menerima panggilan tlp nya


"Waalikumsalam sayang,masih di mana sayang"


"masih di bandara bang di luar bandara abang,ini ara mau pulang pesawat nya juga sudah berangkat"


"hati hati ya sayang,kalau sudah di mansion kabari abang"


"iya bang ya sudah ya bang ara kebelet pipis,mau pipis dulu assalamuallaikum abang"


"Waalikumsalam sayang"


sanum mematikan iphone nya berjalan mencari toilet di luar bandara,sanum telah keluar dari bandara tapi tiba tiba dirinya kebelet ingin buang air kecil...


untung nya ada toilet di luar bandara itu jadi sanum tidak akan menahan nya sampai mansion.sanum juga memberitahu pengawal nya untuk menunggu di dekat mobil saja


tapi pengawal sanum tetap berjaga jaga tidak mengindahkan perintah sanum ikut berjaga tidak jauh dari toilet..


sanum hanya pasrah dengan penolakan dari pengawal nya yang takut sanum kenapa kenapa jadi tetap berjaga jaga menjaga sanum...


"kayak istri pejabat aja segala di kawal" batin sanum ngedumel merasa risih terus di buntuti pengawal


"resiko punya keluarga sultan suami sultan juga, ya nikmati saja tetap harus banyak bersyukur" senyum sanum masuk ke dalam toilet husus wanita


sanum melihat dua wanita yang ada di belakang nya ikut masuk ke dalam toilet,


samar samar sanum mendengar percakapan dari salah satu ke dua wanita itu sedang menghubungi seseorang berkata aman..


sedikit pun sanum tidak menaruh curiga dengan ke dua wanita itu panggil saja nama nya sinta dan rena..


setelah selesai aktifitas di toilet sanum kembali membuka pintu toilet nya...


"Hai cantik" senyum licik rena dan sinta tiba tiba menghadang jalan sanum untuk keluar


"eh iya kakak maaf kak ada apa ya,permisi saya mau lewat"


"jagan buru buru cantik"ucap sinta masih menghadang jalan sanum


"maaf kakak,kakak siapa ya" binggung sanum melihat dua wanita menatap nya tajam


"kamu tidak perlu tau cantik siapa kami" jawab rena dingin salah satu wanita melirik teman nya yang mengangguk


perasaan sanum tidak enak melihat tatapan tajam dari dua wanita yang saling lirik..

__ADS_1


mana di dalam toilet itu sepi tidak ada siapa siapa selain tukang kebersihan yang ikut tersenyum licik dengan sanum..


"maaf kak saya buru buru,permisi" sanum melangkah tapi tangan sanum di cekal dengan kuat


"ini apa apaan,kalian siapa sih kenapa kalian sangat kasar,lepas kan tangan qu"kesal sanum ingin melepas kan cekalan dari ke dua wanita itu


belum sempat sanum berteriak memanggil pengawal nya tiba tiba salah satu dari mereka membekap mulut sanum dengan tisu yang telah di beri obat bius...


"bagus sinta cepat kita tidak banyak waktu"


"oke aku paham ren" jawab sinta


sebelum pingsan sanum masih mendengar percakapan ke dua nya yang memerintahkan tukang sampah komplotan nya untuk memasukan sanum ke dalam tempat sampah..


yang di bungkus plastik hitam untuk mengelabuai siapa pun...


"abang tolong ara" lirih sanum dalam hati setalah nya sanum tidak ingat apa apa lagi..


"aman kita ke temuan di belakang kami di dalam mobil" perintah sinta ke tukang sampah yang membawa sanum


"siap bos" jawab nya


sinta dan rena berjalan santai melewati pengawal sanum tersenyum licik,ke dua nya memakai masker jadi pengawal sanum tidak melihat senyum licik ke dua wanita itu...


"kenapa nona zahra lama sekali di dalam toilet nya"


"iya kita menunggu di sini hampir 30 menit,tapi nona zahra belum juga keluar mana tas nona zahra di sini mau menghubungi nya"


"kau kan wanita coba cek ke dalam periksa nona zahra"


"oke siap" Ketty masuk ke dalam toilet wanita memanggil manggil nama sanum tapi tidak ada jawaban membuat nya kelabakan saat melihat seluruh toilet kosong


"nona zahra tidak ada di dalam" teriak Ketty ke empat pengawal sanum


"mati kita,cepat cari nona zahra" teriak tiyo ke semua pengawal


keringat dingin dari ke lima nya mulai bercucuran membayangkan amukan dari alex kalau tau istri nya menghilang...


tiyo dan ketty mengecek cctv di luar bandara toilet, melihat sekitan toilet yang dapat mencari titik terang sanum berada...


"sial mati lah kita" geram tiyo melihat sanum di hadang ke dua wanita yang tadi lewat di depan nya bersama tukang kebersihan


meskipun cctv di pasang di sekitaran toilet tapi di dalam toilet tidak di pasang hanya batas pintu toliet dan cermin toilet yang di sorot cctv.sampai luar toilet dan sekitar nya

__ADS_1


"cepat hubungi yang lain dan tuan alex tiyo,kita harus cepat menangkap keparat itu" geram ketty berlari masuk ke dalam mobil nya


mengejar mobil yang membawa bungkusan palastik hitam yang di dalam nya ada sanum yang telah pergi jauh dari tadi..


alex yang baru saja sampai menemui rekan bisnis nya tiba tiba mendapat tlp dari tiyo langsung panik dan murka dengan pengawal nya yang tidak bisa menjaga sanum..


untung anton ikut bersama alex jadi anton yang mengantikan alex untuk menemui rekan bisnis alex..


alex membawa mobil nya dengan kesetanan tidak memikir kan keselamatan diri nya sendiri,yang ada di fikiran nya hanya sanum...


"ya allah sayang,tadi kan abang sudah bilang biar abang ikut,perasaan abang tidak enak dari tadi"lirih alex makin melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi


"lindungilah istri hamba ya allah,hamba mu memohon padamu ya allah"


seluruh pengawal alex di kerahkan semua begitu pun dengan pengawal adrian yang tiba tiba mendapatkan kabar atas penculikan sanum...


"tidak akan qu biarkan kalian hidup yang berani menyentuh istriku" geram alex begitu murka nya


brak brak buk buk alex menendang pengawal sanum tidak punya perasaan atas kelalaian dari pengawal nya..


plak plak alex tidak segan segan menampar ketty juga tapi lebih parah ke empat pengawal sanum..


"brengsek kalian hanya menjaga satu orang saja kalian tidak becus, kalau terjadi sesuatu dengan istri saya nyawa kalian yang akan saya habisi" ucap alex menatap tajam ke lima pengawal itu dengan murka


ke lima nya tidak berani melawan atau menjawab hanya pasrah dengan amukan dari alex, mereka tau resiko nya akan seperti itu apa bila lalai


adrian berlari menuju markas di mana alex juga telah tiba duluan yang sedang menghajar pengawal nya...


setelah seluruh pengawal alex mengejar mobil yang membawa sanum, ke lima pengawal sanum di perintahkan mengadap alex di markas milik kluarga adrian...


"tenang son,kita harus berfikir jernih jagan pakai emosi" adrian menenang kan alex


"kita tunggu kabar dari william di mana keberadaan ara dan siapa dalang penculikan ini"


"ikut papih kita juga harus mencari ara" ajak adrian ke alex.alex hanya diam tidak menjawab adrian, alex sedang meredakan emosi nya mengikuti melangkah adrian..


fikiran alex begitu kalut memikirkan sanum takut sanum di aniaya atau di apa apakan orang yang telah menculik sanum..


beberapa pengawal adrian dan alex juga mengikuti dari belakang...


bersambung.....


jagan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🥰😘☺️🌹

__ADS_1


__ADS_2