
"bu pintu rumah ayah kenapa di kunci,kemana mereka" bagas melihat rumah wanto terkunci dri luar
"iya nak kemana ya,coba kamu ke rumah pakde mu dulu kali saja mereka di sana" perintah rahma
"ya sudah bagas ke rumah pakde dulu ya bu"
"iya nak"
rahma dan bagas sengaja tidak mengabari wanto dan serly bahwa mereka akan datang,jam 9 malam mereka baru sampai di desa ayah nya bagas
"mbak apa kabar nya,masyaallah mbak cantik sekali" puji minah menyalami rahma
"Alhamdulilah dek,kabar mbak baik" senyum rahma memeluk minah
"kenal kan ini bik holis ibu angkat bagas"rahma mengenal kan bik holis
"mbak kenal kan saya minah,senang bisa kenal dengan mbak"
"saya juga senang bisa kenal denganmu dek," bik holis memeluk minah
"ini mas dan ponakanmu ke mana dek qo tidak ada" tanya rahma ke minah
"mas wanto dengan nak serly di rumah sakit mbak"
"ya allah siapa yang sakit bude"ucap bagas
minah menceritakan ke bagas dan rahma kalau sanum ada di rumah sakit dengan ke adaan yang mengenaskan
"Astaghfirullah ya allah apa yang terjadi dengan sanum" cemas bagas dan rahma
"bu bagas mau ke rumah sakit sekarang ya mau melihat kondisi sanum"
"ibu juga ikut nak denganmu"
"mbak holis tidak usah ikut ya pasti mbak holis juga lelah biar kan mbak rahma dan nak bagas ke rumah sakit"
"saya juga di rumah sendiri kita di rumah saja ya mbak" tawar minah ke bik holis
"gimana bik,bibik mau ikut apa sama bude di rumah,bibik juga pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh"
"bibik dengan dek minah saja nak bagas di rumah,benar nak badan bibik juga lemes" jawab bik holis memang lelah dan ngantuk
"ya sudah kita di rumah mas wanto saja mbak,mari mbak masuk" ajak minah ke bik holis
"kami pergi lagi ya bude,bibik" pamit bagas begitu pun dengan rahma
"iya hati hati di jalan nya" jawab bik holis dan minah
yang di angguki bagas dan rahma yang langsung masuk kembali ke dalam mobil mereka setelah semua barang bawaan mereka di turun kan semua
"ya allah apa yang terjadi dengan sanum ya bu,kenapa bisa sampai ada di desa ini"
"ibu juga penasaran nak,semoga sanum tidak kenapa kenapa" kuatir rahma begitu pun bagas
"biar ibu yang membawa mobil nya nak,dari tadi kamu terus yang nyetir"
"sudah tidak apa apa bu,rumah sakit nya juga tidak jauh"
"ya sudah kalau lelah gantian dengan ibu ya jgan di paksakan"
"iya bu"
perjalanan menuju rumah sakit begitu lama bagi bagas atau pun rahma,setelah menempuh perjalanan jauh kembali lagi ke rumah sakit tidak membuat mereka berdua lelah
apa lagi mendengar sanum di rawat di rumah sakit, yang mereka rasa kan kuatir,1 jam lebih ahir nya bagas dan rahma sampai di rumah sakit...
minah juga memberitahu bagas di mana rumah sakit nya dan di ruangan mana sanum di rawat...
__ADS_1
"mas bagas,ibu" panggil serly melihat bagas dan rahma keluar dari mobil kebetulan serly juga habis membeli makanan
"ya allah nak,apa kabar nya nak" rahma langsung memeluk serly mengecupi wajah putrinya
"ibu merindukanmu nak,maaf kan ibu baru datang" isak rahma merasa bersalah
"alhamdulilah kabar serly baik ibu gimana kabar ibu serly juga merindukan ibu" serly juga terisak memeluk rahma
"masyaallah ibu sangat cantik memakai hijab" puji serly melihat penampilan rahma yang berhijab tidak seperti dulu selalu berpakaian seksi
"anak ibu juga cantik,sekarang anak ibu sudah gadis makin cantik maaf kan ibu ya nak" lirih rahma
"ibu jagan minta maaf serly tidak apa apa,ibu sudah datang ke sini saja sudah membuat serly bahagia,,mas bagas apa kabar nya" ucap lembut serly menyalami bagas
"alhamdulilah mas baik dek,maaf in mas ya baru bisa melihat mu datang ke sini" sesal bagas memeluk serly
"tidak apa apa mas,mari kita ke dalam mas ibu" senyum serly mengajak rahma dan bagas
serly juga tau pasti minah yang memberitahu bagas dan rahma kalau ada sanum di sini,jadi serly tidak perlu mempertanyakan lagi kenapa bagas dan rahma bisa datang ke rumah sakit...
"ibu malu bertemu ayahmu nak"lirih rahma ke serly
"kenapa ibu malu ayah pasti senang melihat mas bagas dan ibu,jadi ibu tanang saja ya"serly mengandeng tangan rahma menuju ruangan sanum
"Assalamuallaikum ayah" lirih bagas saat melihat wanto duduk di kursi ruangan sanum
"Waallaikumsalam,ya allah nak kapan datang gimana kabarmu nak kenapa tidak memberi kabar kalau mau datang" wanto langsung memeluk bagas
"tadi jam 9 yah,bude bilang ayah ada di sini jadi kami langsung ke sini niat nya mau ngasih kejutan eh malah kami yang dapat kejutan, ayah apa kabar nya"bagas juga membalas pelukan wanto menyalami nya juga
"Alhamdulilah kabar ayah baik nak" senyum wanto menatap putra nya
"Assalamuallaikum mas" lirih rahma menundukan kepala nya merasa malu dan bersalah melihat wanto
"Masyaaallah apa kah ini benar benar rahma, sangat cantik" batin wanto melihat penampilan rahma dengan suara lembut nya, biasa nya rahma tidak pernah mengucapkan salam dengan nya
"Waalikumsalam dek,apa kabarmu dek" wanto menjawab salam rahma
"Alhamdulilah kabar rahma baik mas" rahma menyalami wanto mencium tangan wanto membuat serly dan bagas tersenyum haru
tapi tidak dengan wanto lagi lagi wanto begitu terkejut dengan perubahan dari rahma...
"silah kan duduk dek,pasti kalian lelah langsung ke sini"wanto mempersilahkan rahma duduk
"terimakasih mas" jawab pelan rahma masih menundukan kepala nya tidak berani menatap wanto
sedangkan bagas langsung menemui sanum yang masih tertidur lelap...
"apa yang terjadi dengan mu num,sampai bisa seperti ini" lirih bagas begitu sedih melihat sanum luka nya juga ada di mana mana
bagas ingin sekali memegang tangan sanum atau memeluk nya,tapi bagas tau batasan apa lagi sanum bukan istri nya
tapi istri bos nya,semenjak di ruqyah bagas banyak berubah apa lagi selalu mendapatkan ceramah dari kyai ahmad..
"rahma mau melihat sanum dulu mas" ucap pelan rahma masih menunduk tidak melihat wanto yang selalu memperhatikan nya.
",iya dek silahkan" jawab wanto melihat rahma berdiri berjalan dengan anggun nya memakai gamis warna maroon yang begitu cantik melekat di badan nya...
"ibu cantik ya yah"bisik serly ke wanto
"iya nak penampilan ibu mu sakarang berubah,dari kata katanya juga sangat lembut tidak seperti dulu,ayah seperti melihat bidadari "jawab wanto masih menatap rahma
"serly berharap ibu dengan ayah bersatu kembali seperti dulu setelah melihat prubahan dari ibu yang sekarang"
"kalau dulu serly tidak ingin ayah bersatu lagi dengan ibu,serly takut ibu akan menyakiti ayah kembali"
__ADS_1
"tapi hari ini berbeda harapan serly ayah bisa bersama dengan ibu" harap serly memegang tangan wanto
"ayah sudah terlanjur nyaman dengan kesendirian ayah bersama putri cantik ayah ini"
"rasa sakit yang dulu masih membekas meskipun ayah telah memaaf kan ibumu dengan setulus hati"
"maaf kan ayah nak,nanti ayah fikir kan lagi"ucap bagas menatap serly
"serly paham yah,serly juga ingin melihat ayah bahagia"serly tersenyum menyandar kan kepala nya di dada wanto melihat rahma duduk di samping sanum...
"Astaghfirullah apa yang terjadi dengan mu nak"lirih rahma mengusap kepala sanum dan menitikan air mata nya
air mata rahma menetes di wajah sanum saat rahma mencium kening sanum membuat sanum terganggu dan membukak matanya
"ibu"lirih sanum saat mendengar suara rahma yang menghawatir kan nya
"iya nak ini ibi,maaf kan ibu ya nak jadi membuat sanum bangun" sesal rahma
"tidak ibu,ibu tidak mengganggu sanum"lirih nya
"minum dulu nak"rahma memberikan sanum minum,sanum belum sadar bahwa di samping nya juga ada bagas
"terimakasih ibu, ibu qo bisa ada di sini"
"iya nak ibu dan bagas memang pulang ke desa ini dan kebetulan pas sampai budemu memberitahu kami kalau ayah dan adikmu ada di rumah sakit bersamamu"
"apa yang terjadi nak,kenapa sampai seperti ini" kuatir rahma
"mas bagas" sanum menoleh ke samping nya dimana bagas tersenyum menatap nya
"iya num,kenapa bisa seperti ini dan tuan alex ada di mana" jawab bagas penasaran
"cerita nya panjang ibu,mas" lirih sanum mulai menceritakan kejadian yang menimpa nya
wanto dan serly yang penasaran duduk di samping bagas ikut mendengar kan cerita sanum kenapa dirinya bisa seperti itu..
"Astaghfirullah" ucap istigfar mereka semua
"ya allah pasti nak alex sekarang lagi mencarimu nak pasti dia kuatir, kasian dengan kembar"lirih rahma menitikan air mata nya
"biar bagas menghubungi tuan alex,kasian dengan kembar biar mereka semua tau kalau kamu ada di sini num"
"seluruh keluargamu pasti saat ini sedang kuatir memikir kan kamu" ucap bagas ikut kuatir
"terimakasih mas bagas ibu ayah dan dek serly,maaf sanum jadi merepotkan"
"tidak nak kamu tidak merepotkan,bagi ayah kamu sama seperti serly yang sudah ayah anggap anak kandung sendiri"
"benar kata ayahmu nak,jagan merasa di repotkan yah,maaf kan ibu selama ini banyak salah denganmu" isak rahma memegang tangan sanum
"tidak ibu. ibu tidak salah bagi sanum ibu adalah tetap orang tua yang baik bagi sanum,ibu jagan merasa bersalah seperti ini"
"sanum tidak suka melihat nya,sanum sudah mengaggap ibu seperti ibu kandung sanum" senyum tulus sanum
"masyaallah nak terbuat dari apa hatimu begitu mulia nya" isak rahma memeluk sanum
mereka semua tersenyum haru dengan kelembutan dan ke baikan dari sanum...
jam menunjukan pukul 11 malam mereka belum ada yang tidur begitu pun dengan sanum,bagas mencari nomer alex untuk menghubungi nya bahwa sanum selamat berada di desa orang tuanya...
bagas benar benar membuktikan bahwa diri nya ikhlas melepas sanum asal orang yang dia cintai bahagia apa lagi sanum memiliki anak kembar
bagas juga memikir kan nasip kembar,bagas tidak mau egois memikir kan ke bahagia nya sendiri ada kembar yang butuh sanum...
bersambung...
jagan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🥰😘☺️🌹
__ADS_1