SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi

SANUM Istri Yang Tak Di Nafkahi
harapan rahma


__ADS_3

"Nak airin cantik ya nak mana airin juga sangat ramah sopan santun sholeha lagi" rahma memuji airin ke bagas


"Airin yang mana bu" tanya bagas binggung dengan ucapan rahma


"itu loh nak bagas yang ikut dengan pak kades dan bu kades tadi" timpal bik holis


ke tiga nya sedang bersantai di ruang tamu rumah bagas setelah seluruh tamu telah pulang semua...


"yang mana sih bik,bagas tidak terlalu memperhatikan tadi bagas cuma fokus ke pak kades" jawab bagas


"ya sayang sekali kirain bibik nak bagas melihat airin saat datang dengan bu kades dan pak kades"


"nanti juga bagas kenal dengan nak airin katanya dia juga mau tinggal di kampung ini setelah bekerja di kota dan akan kembali lagi tinggal di desa ini" jelas rahma yang di angguki bagas


"seperti nya airin masih sendiri belum punya pacar nak bagas"


"trus apa urusan nya dengan bagas bik kalau anak pak kades belum punya pacar"binggung bagas dengan ucapan bik holis


"ya tidak apa apa nak bagas,bibik cuma bilang saja kalau airin masih sendiri" cengir bik holis


"bibik ada ada saja,ya sudah bagas mau istirahat dulu ya bu,bik" pamit bagas mengelengkan kepala nya


"iya nak" jawab rahma dan bik holis


"seperti nya nak bagas dan Arinin cocok bu,kita jodoh kan saja nak bagas dengan airi" bisik bik holis ke rahma


"mau nya begitu bik tapi kan kita tidak bisa main jodoh kan saja,kita tidak tau isi hati bagas dan airin"


"saya cuma berharap siapa pun itu jodoh bagas yang penting wanita itu mau menerima bagas apa ada nya"


"apa lagi bagas duda bik, saya berharap jodoh bagas nanti anak nya sholeha santun penyayang" jawab rahma ikut berbisik


"Aamiinn bibik juga berharap seperti itu bu,semoga saja jodoh nak bagas itu airin,airin juga tifikal anak yang sholeha tidak banyak menuntut"


"baik ramah,sopan santun lembut dan penyayang" senyum bik holis penuh harap begitu pun dengan rahma


"Aamiiinn bik,ya sudah bik kita istirahat sekarang ya besok saja kita beres beres nya lagian sekarang sudah malam" ajak rahma ke bik holis


"ya sudah bu,bibik juga sudah ngantuk" jawab bik holis langsung berjalan ke kamar nya yang bersebelahan dengan kamar rahma


bik holis jarang pulang ke rumah nya kalau tidur malam,diri nya akan tidur di kediaman rahma


saat siang baru bik holis akan pulang membersih kan rumah nya membuka jendela rumah setelah selesai masak di rumah rahma...


bik holis juga di minta bagas tinggal di ke diaman nya bersama rahma apa lagi gaji bagas telah pulih kembali jadi gaji bik holis juga ikut kembali pulih...


jadi bik holis selain bekerja dengan bagas dan rahma masih bisa mengurus perkebunan milik nya setelah semua pekerjaan di ke diaman bagas beres yang di bantu rahma...


waktu terus berjalan dengan cepat waktu menjelang subuh pun telah tiba bagas menunai kan ibadah sholat subuh nya seperti biasa..


dimana diri nya yang menjadi imam buat rahma dan bik holis yang memimpin sholat subuh...


"bu sekarang kan masih libur rencana pagi ini bagas mau ke rumah tian ya bu" pamit bagas ke rahma


"oh ya sudah hati hati nanti di jalan nya,jagan lupa sarapan dulu" jawab rahma

__ADS_1


"iya bu" bagas kembali menyeruput kopi yang di buat kan bik holis


"sangat damai dan sejuk" batin bagas menghirup udara segar di pagi hari di desa itu


"ternyata tidak buruk tinggal di desa ini,warga nya juga baik baik semua yang saling membantu sama lain dan gotong royong" senyum bagas


"nak bagas mari kita sarapan dulu" ajak bik holis


"iya bik" bagas kembali masuk ke ruangan makan


"bik,ibu nanti minta bantuan mbak mia dan mbak siti saja buat bersih bersih rumah nya"


"jagan di kerjakan berdua saja,bagas tidak mau bibik atau ibu sampai kelelahan"


"apa lagi rumah kita masih berantakan dan kotor begini pasti nanti nya ibu dan bibik akan kelelahan, ini bayar saja mereka berdua 500rb berdua" bagas memberikan uang 5 lembar berwarna merah ke bik holis


bagas melihat di dapur banyak cucian piring yang menumpuk ada panci,dandang yang berukuran jombo masih kotor..


ruang tamu juga masih berantakan,bagas tidak mau bik holis atau rahma sampai kelelahan membereskan semua nya bekas acara syukuran tadi malam...


"baik nak ,ibu saja yang pegang uang nya" bik holis memberikan uang 500rb itu ke rahma


"bibik saja bik jagan saya,sekalian makanan yang masih bagus kue kue juga nanti di bagikan juga bik"


"mubajir kalau tidak di makan,daging juga itu masih banyak masih bisa di makan juga ini kan" ucap rahma memakan daging yang mereka makan sekarang yang sisa nya juga masih banyak di kompor


"ya sudah kalau begitu bu,nanti bibik ke rumah mia dan siti supaya ikut membantu membagikan makanan itu" jawab bik holis yang di angguki rahma


"ya sudah bu bik,bagas pamit dulu ya.Assalamuallaikum" pamit bagas setelah selesai sarapan


bagas mulai melajukan mobil nya yang telah terparkir di luar pagar rumah mereka...


"itu kan bu kades sedang apa itu bu kades" batin bagas melihat bu kades dengan airin berdiri di pinggir jalan


"Assalamuallaikum bu kades"


"eh nak bagas,waallaikumsalam"


"sedang apa bu" tanya bagas turun dari mobil nya menyalami bu kades dan airin....


"masyaallah cantik sekali,siapa wanita ini"puji bagas dalam hati menatap airin yang tersenyum ke bagas


"ini nak bagas motor airin ke habisan bensin lupa mengecek nya mana tukang bensin masih jauh"


"Airin juga harus datang pagi pagi ke tempat nya bekerja,bapak juga sudah pergi dari pagi kata nya ada rapat desa" keluh bu kades


"oh ini yang nama nya airin,benar kata ibu dan bibik sangat cantik" bagas lagi lagi berkata dalam hati


"memang nya dek airin mau ke mana"


"mau ke kota mas" jawab airin


"ya sudah bareng mas saja dek,kebetulan mas juga mau ke kota ini" ajak bagas menawarkan diri


"tapi apakah tidak merepot kan mas,''

__ADS_1


"ya tidak dek kalau mau sekalian saja bareng dengan mas" ajak bagas sekali lagi


"ya sudah nak,dari pada kamu kesiangan mau beli bensin juga jauh kan mending barang dengan nak bagas,nak bagas juga mau ke kota" timpal bu kades


"ya sudah kalau begitu bu,tapi benar kan mas tidak merepotkan mas"


"tidak sama sekali dek" senyum lembut bagas


"ibu titip airin ya nak bagas,terimakasih loh sudah mau memberi tumpangan buat putri ibu maaf ya kalau merepotkan nak bagas"


"siap bu,putri ibu aman dengan bagas.tidak merepotkan sama sekali bu sekalian bagas juga mau ke kota ke rumah teman"


"terus motor nya gimana bu,apa perlu bagas antar kan dulu ke rumah ibu" bagas melihat motor airin yang terparkir di pingir jalan


"tidak usah nak nanti kesiangan biar di titipkan di rumah pak waluyo saja di sana" tunjuk bu kades ke rumah yang akan menitip kan motor airin


"ya sudah kalau begitu,bagas pamit dulu ya bu,assalamuallaikum" ucap salam bagas


"Waalikumsalam hati hati ya"


"iya bu terimakasih" senyum tulus bagas


Airin juga menyalami bu kades berpamitan sebelum masuk ke dalam mobil bagas...


sedangkan bu kades kembali mengayuh sepeda nya setelah melihat mobil bagas melaju ke pusat kota...


airin memang menghubungi bu kades yang tiba tiba motor nya mogok di pinggir jalan,dengan kilat bu kades langsung mengayuh sepeda nya yang biasa dia pakai untuk olahraga pagi mengayuh sepeda...


sebenar nya airin mempunyai mobil tapi mobil nya airin tinggal kan di kota lebih memilih membawa motor nya...


"ada ada saja airin suka teledor, qo bisa bisa nya sampai ke habisan bensin untung ada nak bagas"


"ngomong ngomonh itu nak bagas baik ramah sopan santun sholeh juga ya apa lagi selama tinggal di desa ini dia selalu ramah dengan siapa pun, sunguh menantu idaman"senyum bu kades


"bu rahma juga orang nya baik sama seperti bagas,nak bagas juga rajin ke mushola ikut acara pengajian bapak bapak"


"seperti nya nak bagas belum punya pacar kalau di lihat lihat beberapa bulan ini aku tidak pernah melihat nak bagas membawa wanita"


"aku jodohin saja apa ya airin dengan nak bagas,airin juga setiap di tanya kapan menikah selalu bilang masih ingin pokus mengejar karir nya"


"aku juga kan mau lihat airin menikah dan punya cucu dari airin"batin bu kades terus berguman masih mengayuh sepeda nya


sekali sekali bu kades juga menyapa para warga yang berpapasan dengan nya...


berbeda di dalam mobil,bagas terus mengembangkan senyum nya sekali sekali bagas juga berbosa basi bertanya ke airin...


bagas belum tau kalau airin seorang bidan yang akan menjadi bidan desa tempat tinggal nya nanti...


airin hanya mengatakan bekerja di rumah sakit X tidak mengatakan kalau dirinya juga sering bertugas di rumah sakit itu...


bagas fikir airin hanya sebatas perawat biasa atau penjaga resepsionis rumah sakit bukan seorang bidan....


bersambung......


jgan lupa like komen vote rating 5 dan hadiah nya juga ya🙏🥰😘☺️🌹

__ADS_1


__ADS_2