
"sedang apa kalian berdua di sini.apakah kalian tidak tidur dan bergadang semalaman" tanya daren melihat max dan bagas masih di depan pengasapan
"kami baru bagun daren.sekalian mengecek pengasapan untuk memadamkan bara api ini" bohong max
"iya paman benar kata paman max." timpal bagas tersenyum,daren mengangguk tidak ada kecurigaan dari dirinya
"matang sempurna.tinggal di jemur di terik matahari supaya awet" daren mengecek ikan asapanya satu persatu
"jam berapa sekarang max" tanya daren
"jam 4,waktu nya kita sholat subuh dulu" ajak max mengecek jam mahal di pergelangan tangan nya
meskipun sudah lama jam itu selalu di pakai max untuk melihat waktu berputar setiap harinya...
ada untung nya saat pergi ke pulau max memakai jam tangan.meskipun lebih dari satu tahun telah berlalu tapi jam tangan mahal itu tetap setia berputar menunjukan waktu setiap harinya...
"mari nak.setelah itu kita sarapan bersama dan mematikan bara ini"
"baik paman daren" jawab bagas ikut berjalan menyusuri pingir pulau untuk wudhu
waktu terus berputar dengan cepat jam menunjukan pukul 6 pagi,
embun pagi masih berkabut tebal,agnes sendiri masih terlelap tidak ada niatan untuk bangun...
tidak terasa hari berganti hari pun terus berlalu entah berapa lama bagas berada di pulau itu.perhitungan max hampir memasuki 5 bulan lama nya,,,,
"max lihat itu" tunjuk daren antusias
"bukan kah itu kapal nelayan yang biasa melintasi pulau ini"
"cepat lari nak buka bajumu ini dan berdirilah ke atas karang itu"
"minta lah bantuan dengan nya,kita akan menunggu di sini"
"ikut lah bersamanya.ingat pesan paman ya" max menepuk pundak bagas
"kita tidak bisa ikut denganmu nak,titip salam untuk keluargamu"
"kita tidak mungkin menampakan diri dulu ke mereka apa lagi kita tidak mengenal mereka"
"tetap rahasiakan keberadaan kami,cepat lah berlari kapal nya juga mulai mendekat akan melintasi pulai ini" titah daren
"terimakasih paman max paman daren.bagas akan selalu mengingat pesan paman"
"jaga kesehatan kalian di sini. bagas akan secepat nya menolong paman" bagas memeluk max dan daren penuh haru
"terimakasih nak.kita percaya denganmu.cepat lah waktumu tidak banyak lagi"
"ini kesempatan untukmu,ambil ini untuk dirimu di perjalan.paman tau dirimu tidak punya uang sama sekali untuk di jalan nanti" daren menepuk pundak bagas
"terimakasih banyak paman.bagas berhutang budi dengan paman"bagas menerima uang pemberian dari daren yang memang daren siap kan untuk bagas suatu waktu ada bantuan yang menolong bagas secara tiba tiba..
meskipun uang itu terlihat sangat lusuh tapi uang pemberian dari daren sangat berharga bagi bagas saat ini..
"bagas pergi paman.tunggu kedatangan bagas" pamit bagas berlari melambaikan tangan nya
max dan daren tersenyum mengangguk,kembali bersembunyi di balik pohon besar melihat bagas dari kejauhan....
"semoga tidak ada halangan lagi untuk bagas menuju pernikahan nya cukup sekarang musibah yang menimpanya dan selamat sampai tujuan"
"benar max kita berdoa saja,aku kasian dengan bagas yang selalu mendapatkan ganguan dari agnes"
"aku mohon max hanya denganmu aku mempercaya kan agnes"
__ADS_1
"setelah kita keluar dari pulau ini dan pergi ke desa tolong nikahi agnes secepat nya"pinta daren penuh harap
"insyaallah aku akan menuruti permintaanmu teman jagan kuatir"
"aku juga tidak akan tenang apa bila agnes dengan laki laki lain"
"apa lagi laki laki itu tidak kita kenal dengan baik seluk beluk nya"
"aku akan menikahi agnes secepat nya sampai di sana" jawab max
"terimakasih max.aku yakin suatu saat kalian akan saling mencintai beriring nya waktu"
"dan agnes akan berubah berada di tangan suami yang tepat sepertimu" senyum daren
keduanya kembali memperhatikan bagas sangat cemas yang sedang mengibarkan kaos pemberian daren yang dia pakai..
kedua nya tidak henti henti mendoa kan bagas supaya cepat terbebas dari pulau itu...
"toloooooonnnggggh siapa pun itu toloong aku" teriak kencang bagas mengibarkan kaos nya
"ya allah tolong hamba.biar kan hamba keluar dari pulau ini dan kapal nelayan itu melihat bagas" mohon bagas kembali berteriak kencang
"paman tolong saya.saya mohon"teriak bagas melihat kapal mulai mendekati bagas
"Alhamdulilah ya allah.terimakasih ya allah telah mengabulkan doa hamba" lirih bagas menitikan air mata haru nya
"hey kenapa kau menangis apa yang kau lakukan di sini nak"
panggil salah satu nelayan mulai menepikan kapal nya di dekat karang tempat bagas berdiri
"tolong saya paman.saya terdampar di pulau ini dan butuh bantuan untuk membantu saya keluar dari pulau sepi ini" mohon bagas
"apakah kau sendirian di sini"
"saya mohon paman.bantu saya keluar dari pulau ini" mohon bagas sekali lagi
"cepat kita bawa pemuda ini jagan lama lama kita di pulau ini"
"ombak juga makin besar.ini sangat berbahaya" timpal salah satu nelayan yang lain merasakan hembusan angin makin kencang
"cepat lah loncat nak ke kapal ini,sini paman bantu" bagas mengulurkan tangan nya loncat ke dalam kapal
sedikit pun tidak ada kecurigaan dari para nelayan yang berjumlah tiga orang,apa lagi melihat penampilan lusuh bagas yang tidak membawa apa apa...
bagas kembali memakai kaos kebesan nya bernafas lega...
"selamat tinggal paman max paman daren.jasa kalian tidak akan bagas lupakan"
"kalau tidak ada kalian entah apa jadi nya nasip bagas harus bertahan hidup berbulan bulan di pulau itu"
"tunggu kedatangan bagas untuk menolong kalian dari pulau itu" senyum bagas dalam hati
"minum ini nak,ceritakan dengan kami berapa lama kau terdampar di pulau mengerikan itu" tanya salah satu nelayan memberikan secangkir kopi buatan nya ke bagas
bagas menceritakan ke mereka bertiga teragedi yang menimpa nya yang berahir terdampar di pulau itu...
tapi bagas tidak sepenuh nya berkata jujur,bagas hanya menyebut kan satu minggu yang lalu bertahan hidup sendiri di pulau itu
"tuhan masih melindungimu nak,kau pemuda hebat bisa bertahan selama itu di pulau tak berpenghuni sendirian"
"apakah ada rasa takut saat tinggal di pulau itu anak muda"
"takut itu pasti ada paman apa lagi banyak gangguan yang menguji ke imanan dan nyali bagas"
__ADS_1
"bagas setiap hari harus menahan rasa takut itu dan menahan iman bagas supaya kuat menjalani semua nya selama terdampar di pulau"
"bahkan gangguan itu selalu datang siang dan malam tanpa ada hentinya" jujur bagas mencerita kan pengalaman nya selama di pulau
"selama di sana apa yang kau makan nak"
"alam menyediakan banyak tumbuhan yang tersedia paman,bagas makan yang ada di pulau itu yang bisa di makan"
"apakah kau tidak takut mati asal makan tumbuhan yang ada"
"Wallahualamย Bissawab paman,hanya Allah SWT yang maha mengetahui segalanya hidup dan mati seseorang"
",bagas sepenuh nya berserah diri hanya kepada Allah SWT saat di pulau itu dan memakan apa yang bisa di makan"
"kalau bagas takut maka bagas akan mati kelaparan di sana paman" jawab bagas tersenyum mengingat ucapan max,
jagan takut mati akan mati saat memakan tumbuhan yang di sediakan alam selama itu tumbuhan nya bisa di makan
hidup seseorang itu hanya Allah SWT lah yang menentukan nya bukan manusia...
"hebat kau nak di saat seperi itu kau tetap menginggat yang maha kuasa"
"dan tidak mati berdiri mendapatkan gangguan di pulau itu,minum lah itu akan membuat fikiranmu menjadi tenang"
"kenapa kita tidak pernah singah di pulau itu hanya sekedar melintas,"
"hawa mistik dari pulau itu sudah terasa tidak enak" ucap mereka merinding
"ada allah yang menemani aku paman yang selalu berada di sisi bagas"
"hanya kepadanya lah tempat bagas memohon perlindungan dari ganguan apa pun itu" jawab bagas kembali tersenyum tenang
"gangguan itu adalah agnes paman bukan mahluk halus seperti yang ada di fikiran kalian"
"agnes lah ganguan terberat bagas yang harus menahan iman dan hasrat ini" batin bagas mengelengkan kepala nya
"terimakasih paman untuk kopi nya dan untuk bantuan nya juga,semoga allah membalas semua kebaikan paman yang telah membantu bagas"
"kopi nya juga enak.bagas sudah lama tidak merasakan nikmat dan wangi nya aroma kopi seperti ini lagi paman" bagas memejamkan matanya menikmati aroma kopi buatan bapak nelayan
"kamu bisa saja,hanya seminggu dirimu tidak meminum kopi anak muda.itu hanya sebentar bukan berbulan bulan lama nya,
"paman tidak tau saja. kalau bagas terdampar di sana 5 bulan lama nya" batin bagas kembali menyeruput kopinya
sesampai nya di desa nelayan bagas kembali mendapat kan bantuan menuju pusat kota menaiki mobil losbak pengangkut ikan dagangan para nelayan...
hanya ada angkutan itu yang bisa bagas tumpangi berbaur dengan banyak nya ikan di dalam kotak tapi bagi bagas tidak masalah yang penting sampai tujuan dengan selamat...
bagas sempat mendapatkan tawaran untuk tinggal beberapa hari di desa itu,,,,
tapi bagas dengan sopan menolak niat baik mereka,bagas tidak ingin menyia nyiakan waktu nya untuk bertemu seluruh keluarga...
tujuan bagas adalah terminal pusat kota sesampai nya di penampungan pasar ikan...
perkiraan bagas sesampai nya di rumah waktu memasuki subuh..
lumayan memakan waktu cukup lama menempuh perjalanan ke desa nya kalau tidak ada kendala atau hambatan yang lain nya....
BERSAMBUNG.....
MOHON DUKUNGAN NYA YA JAGAN LUPA BERIKAN VOTE NYA SUPAYA AUTHOR SEMANGAT MENCARI IDE YANG LEBIH BAIK UNTUK LANJUTAN NYA๐๐๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐
RATING 5 HADIAH DAN JEJAK KOMENTAR SEMUA NYA JUGA๐น๐น๐ค๐ค๐ค๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐๐๐๐๐
__ADS_1