
Sementara di Jakarta Alda,Dony,Jerry menjemput Erika karena memang hari ini dia sudah dinyatakan sembuh secara medis untuk depresinya dia sudah membaik namun tetap dia harus kontrol sebulan dua kali . Erika juga masih mengkonsumsi obat untuk dosisnya tak seperti dulu karena memang sekaramg Erika sudah lebih tenang dan sudah bisa sedikit-sedikit menerima kenyataan.
" Eri..kebetulan karyawan butik aku ada yang menikah besok dan aku mau kesana sama Dony sekalian rifreshing kamu mau ikut ke sana nggak,yah..itung- itung liburan lah..." ajak Alda
" Boleh tuh Da..kita bertiga doang? Aisyah sama Al kok nggak ikut?" tanya Erika
" Mereka lagi ke rumah Ibunya Aisyah ,karena sahabat kita itu ternyata menatu durjana..belum sama sekali ketemu langsung sama ibu mertuanya ,jadi..mereka di kampung Aisyah sekitar seminggu." Jelas Alda
" Owhh..kirain mereka nggak ikut gara-gara ada aku" ucap Erika sedih
" Heii..mereka tuh sayang sama kamu, sama juga kita bertiga juga sayang sama kamu..jangan pernah merasa sendiri Er,kita akan selalu ada buat kamu" ucap Jerry
" Ciee...so sweet nya,oh iya lo ikut kan Jer ke kampung karyawan gw paling minggj sore kita baliklah." ucap Alda
" Ok gw ngikut kalo Erika ngikut,karena kalo gw cuma kita bertiga gw nggak mau jadi obat nyamuk ngerti !!" canda Jerry
" Kalian sudah jadian?" tanya Erika yang to the point
" Aisshhh..Kita nggak jadian tapi,insyaallah akan jadi.." ucap Dony memperlihatkan cincin di jari manis Alda
" Wooww songong lo..kenapa lo nggak ngasih tau kita?" tanya Jerry kesal dengan sang sahabat
" Suprise buat kalian ,Al sama Aisyah juga nggak tahu..karena semuanya mendadak tadi malam aku baru melamar dia " ungkap Dony
" Gw dukung kalian ...slalu bahagia yah.." ucap Erika dan langsung memeluk Alda dan mereka menangis haru.
" Coba ada Aisyah yah kan?"tanya Erika lirih dan diangguki Alda
" Kamu sama Aisyah sudah nggak marah lagi kan?" tanya Jerry penasaran
"Nggak kok,gw seneng berteman dengan Aisyah ..dan gw nggak nyangka selama gw jalanin saran dari Aisyah entah mengapa gw ngerasa hati gw tenang" ungkap Erika yang sudah meneteskan air mata
" Kita emang nggak nyangka jodoh Al begitu baik " ucap Jerry di setujui ketiga sahabatnya juga
" Yah.. gw nggak nyangka kalau jodoh Al seorang gadis polos dan selalu berkorban demi odang yang dia sayangi" ucap Dony
Karena dia tahu gimana kehidupan Alvaro dulu sebelum menikah dengan Aisyah, Al yang selalu gila kerja dan muka datar ,dengan hadirnya Aisyah,. Alvaro lebih baik lagj dalam bersikap diluar dan di dalam keluarga.
Sehabis magrib mereka menuku kampung halaman salah satu orang kepercayaan Alda di butik.
Dan perjalanan panjang juga melelahka mereka sampai di satu kota yang asri dan juga sejuk di kota Solo .
Mereka menginap disalah satu Villa dekat dengan desa tempat acara di selenggarakan,sambil menunggu waktu acara mereka istirahat di villa tersebut baru sekitar
jam sepuluh pagi mereka baru jalan ketempag acara.
__ADS_1
Pagi pun tiba dengan cepat,desa yang sejuk dengan banyak pepohonan dan pemandangan yang memanjakan mata.
.
.
.
.
Dirumah Keluarga Aisyah sudah tiga hari di kampung kelahiran Aisyah,dan entah apa yang terjadi dengan Alvaro dua hari selalu maunya di kamar dan hanya mau makan pun di suapi Aisyah,bagi Aisyah tak masalah ..dia berpikir masih wajar ,dan untung saja twins selalu bermain dengan Lana karena keponakan Hendra kekasih Lana selalu mengajak twins di tempat yang belum pernah mereka datangi seperti sawah,sungai ,dan juga kebun sayur milik bu Ratna mereka jelajahi.
Hari ini Aisyah dan keluarganya memenuhi undangan keluarga Tyas untuk hadir di acara pernikahan adik Tyas ,kebetulan Alvaro sudah mulai mau keluar kamar walau makan masih maunya disuapi.
Style Alvaro yang terlihat santai namun kharisma nya tak luntur membuat yang melihatnya terpesona begitu juga Aisyah penampilan nya sederhana namun tak terelakkan penampilan mereka tetap jadi perhatian,apalagi dengan tampang Alvaro yang bule dan jangan lupa dua anak mereka yang juga blasteran.
Mereka turun dari kendaraan mewah milik Alvaro.
Banyak berdecak kagum akan kedatangan keluarga kecil itu,ada juga yang melihat Aisyah dengan pandangan iri juga bahkan benci melihat keharmonisan keluarga tersebut.
" Assalamu'alaikum.." salam dari keluarga Alvaro
" Wa'alaikumsalam" Jawab orang - orang yang dekat dengan meja among tamu
" Akhirnya kalian datang juga,kirain nggak dateng soalnya kemaren Al sempet nggak keluar kamar katanya " ucap Alif merasa senang melihat keluarga kecil Aisyah
" Alhamdulillah,hari ini rasanya baikan ..mungkin karena kelelahan kerja karena selama hampir tujuh tahun aku nggak pernah ambil cuti,giliran cuti ..males keluar kamar apalagi ada nyonya disamping" ucap Alvaro yang terdengar absurt.
" Hahaha...kaya penganten baru aja kalian" seloroh Alif
" Ayok masuk ,langsung aja nikmati hidangannya ..tapi, seadaanya Al soalnya kan tahu sendiri disini masakan kampung" ucap Tyas
" Kamu nggak tahu aja tampang aja bule ,tapi kalo urusan perut kaum kusam..hehehe" kata Aisyah
Akhirnya mereka duduk di kursi yang ditata melingkar Aisyah dan Kiraz melangkah ke meja paresmanan.
.
.
__ADS_1
.
.
Alda Cs kini sedang dalam perjalanan menuju tempat resepsi karyawan butik Alda.
Kurang lebih tiga puluh menit mereka sampai di tempat acara.
" Da..lo yakin ini tempatnya ?" tanya Erika tak percaya.
"Ini bener kok ,alamatnya sama dengan yang di share loc sama dia .." ucap Alda
" Coba kita tanya aja dulu" ucap Dony dan menghampiri seseorang yang sedang memarkirkan kendaraan
" Permisi mas numpang tanya ,apa betul ini tempat acara pernikahan Arin dan Wisnu?"tanya Dony pada seseorang .
" Owhh betul ini acara nya Airin juga Wisnu adik ipar saya,mas dan mbak nya dari Jakarta yah?" tanya Alif
Ternyata Dony bertanya pada Alif yang sedang mengatur motor sudaranya.
" Iya mas saya Alda teman butiknya Airin" ucal Alda
" Kalau begitu silahkan masuk,maaf tempatnya kurang nyaman " Alif menggiring tamunya ke dalam tempat acara
Banyak mata tertuju pada ke empat tamu yang baru datang termasuk Aideen yang sedang menunggu sang Mommy dan Kiraz yang sedang mengambil berbagai macam hidangan sedangkan Alvaro sedang asik bermain game di ponselnya.
" Om Dony,Aunty Alda.." panggil Aideen menyita perhatian sekitar termasuk Alvaro yang spontan mengikuti pandangan anak pertamanya
"Ngapain mereka disini..berempat lagi,Erika sudah keluar tetnyata.." batin Alvaro
Mendengar nama mereka di panggil seseorang Dony dan Alda mengedarkan pandangan mereka dan betapa terkejutnya melihat penampakan Alvaro dan anak sulungnya
" Astaga Al ..baru nggak ketemu berapa hari,udah ketemu dia lagi ajah.." gerutu Dony dalam hati
" Aideen" seru Alda dan Dony
mereka menghampiri Aideen dengan sang Daddy.
Bersmabung..
Like
Vote
share
__ADS_1