SATU IKATAN

SATU IKATAN
Bertemu Kembali


__ADS_3

* AK Group *


" Selamat pagi semua,saya Derren Alvaro Danendra bisa kalian panggil Mr Derren karena panggilan Al hanya untuk keluarga dan sahabat saya ...disini saya sebagai Presdir yang baru AK Group,saya harap kerja samanya dan saya harap kalian tingkatkan kinerja kalian karena saya tidak suka orang yang tak berkopeten dan saya harap tidak ada kesalahan dalam bekerja karena saya tidak suka kegagalan terima kasih selamat bekarja." sambutan Alvaro menuruni podium dan melangkah mengikuti Burhan untuk menuju ruang kerjanya


Pada saat di depan Kiran dia berhenti.



Kiran memberikan senyuman nya walau dia terpaksa melakukannya.


Alvaro memandang Kiran dan tersenyum kecil


" Kamu...Ai..."kata Al tercekat dengan perkataan Kiran padanya


" Maaf ..Saya Kiran Mr Derren,ada yang bisa saya bantu?" Sebelum Al memanggilnya dengan nama Aisyah dia memberanikan diri untuk menyebutkan namanya Kiran.


" Ok..bisa ikut keruangan saya,karena saya butuh bantuan nona KIRAN.. "ucap Alvaro dan mendapat anggukan walaupun terkesan ragu Kiran melakukannya .


Akhirnya Kiran berjalan mengikuti Alvaro dari belakang di samping Dony yang dari tadi tersenyum pada nona mudanya sekaligus istri sang sahabat.


Mereka masuk ke dalam lift, didalam lift ada Burhan ,Dony,Alvaro,Kiran dan Dinda sekertaris Presdir.

__ADS_1


"Lama tak berjumpa nona Aisyah,walaupun dengan penampilan barua anda pasti pangeran bucin itu mengenali anda..Herrmttttpp" bisik Dony pada Kiran dan menahan tawanya


" Berisik,diem Kak " bisik Kiran kesal pada Dony yang meledeknya.


" Maaf Mr.Derren hari ini saya kosongkan untuk semua agenda anda akan di mulai besok" tutur Dinda sekretaris Derren.


" Kamu sekretaris Presdir,kalau ingin scedule presdir tanya kesaya jadi kamu nggak cape revisi , lakukan lusa kalau ada meeting ..besok akan ada pesta penyambutan Mr Derren " ungkap Dony yang menjawab Dinda


"Baik Pak Dony saya laksanakan " jawab Dinda


Sampai di lantai 20 mereka melangkah keruangan presdir .


" Baik.." ucap Dony dan menyuruh Burhan dan Dinda keluar dengan banyak pertanyaan dibenak mereka.


Mereka keluar dan didepan meja sekretaris Dony berujar pada Dinda dan Burhan


"Jangan banyak tanya ,dan jangan coba buat cari tahu tujuan Mr Derren memanggil Nona Ai...maksud saya Nona Kiran " ujar Dony dan di iyakan kedua orang itu walau sangat penasaran di buatnya.


Sementara itu di dalam ruangan Presdir terjadi kecanggungan antara dua orang yang sudah lama tak bertemu.


__ADS_1


Alvaro memandang Kiran dengan tatapan sulit diartikan sementara Kiran,dia hanya diam dan menundukkan kepalanya tak berani memangangkat wajahnya.


" Apa kamu begitu benci memandang wajah ku ini Aisyah?Sampai sampai kamu lebih memilih melihat lantai yang kau injak itu,begitu tak sudinya kamu melihat pria yang begitu banyak membuat luka hatimu..hmmm,Sayanggg..." Alvaro melangkah mendekati Kiran namun di hentikan oleh suara Kiran yan begitu lantang ..


" Berhenti..jangan dekati saya Mr Derren saya Kiran ..bukan Aisyah !!" pekik Kiran begitu lantang.


" Walaupun kamu merubah namamu jadi apapun,dan penampilanmu yang kamu rubah aku tidak akan salah mengenalimu ..Sya,bagi ku kamu tetap Aisyah istriku..!!" kata Alvaro lantang dengan air mata yang sudang membasahi pipi pria macho itu.


" Istri...istri anda bilang,istri yang tak dianggap,istri yang hanya untuk pelampiasan,istri yang kau anggap ******,istri yang tak pernah anda harapkan,istri yang dulu begitu bodoh mencintai seorang bajin*an seperti anda ,suami yang seenaknya meninggalkan istrinya begitu saja saat habis terpuaskan ,itu suami namanya ..Hahhh !!!" teriak Kiran yang penuh dengan emosi.


" Say....."


" Jangan pernah anda ucapkan kata itu pada saya,karena saya ..sangat membenci anda,kenapa anda harus muncul di hidup saya lagi..Hahhh kenapa,anda mau apa sebenarnya hahhh??" Jawab!!" bentak Kiran


Dengan cepat Alvaro meraih tubuh kecil itu dan memeluknya erat walau Kiran terus berontak an memukul dada bidang Al tetap Alvaro tak peduli dengan kekasaran sang istri..


Plakk..


Tamparan yang mendarat di pipi Alvaro ,seketika membekukan kedua tubuh itu..dan dengan perlahan Alvaro melerai pelukannya.Kiran memanfaatkan saat itu dan berlari keluar dari ruangan itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2