
Hari ini semua berkumpul karena hari ini hari libur jadi sedang bersantai di halaman belakang mansion Danendra anak-anak sedang asyik berenang bersama Daddynya sementara para orang tua sedang duduk di gazebo taman dekat kplam renang sambil bermain catur untuk Ayah Hardi dan juga baba.
" Aisyah biar bibi sama ibu yang siapin cemilannya kamu duduk aja di gazebo sana" kata bu Ratna melihat sang putri sudah terlihat cepat lelah karena kehamilannya.
" Nggak papa bu, orang cuma siapin cemilan lagian juga di bantuin ibu sama bibi kan? "
" Ya sudah cuma hati-hati jalannya yaah?
" Iya ibu ku sayang.. " jawab Aisyah menanggapi nasehat sang ibu.
Aisyah melangkah ke taman belakang membawa beberapa toples makanan ringan juga cake bikinannya.
" Taraaa... ini dia karya Chef Aisyah... " Seru Aisyah saat meletakkan Makanan di antara mertua juga orang tua angkatnya.
" Kamu tuh di bilangin ngeyel, nggak usah repot-repot juga, biar bibi yang nyiapin semuanya Sya.. " ucap bunda Salma
" Nggak... Auushhhttt... sakit...!! " pekik Aisyah saat tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa
" Kamu kenapa nak... " pekik Bu Ratna
" Bunda..Awwsshhh... sepertinya Ai.. Syah mau melahir.. kan " ucap Aisyah sambil terbata menahan sakit
" Hahhhh... kok..
" Sebenarnya dari semalam sudah mulas bun, ibu cuma masih bisa di tahan, karena tahu itu kontraksi palsu. "ucap Aisyah sambil mengatur nafasnya
" Baba, Alvaroo...!! " teriak bunda Salma
Mendengar teriakan semua orang langsung berlari menuju gazebo taman.
" Ada apa bun.. " tanya baba dan juga Ayah
" Aisyah mau melahirkan, Alvaro cepat kamu siapkan mobil...!! " seru bunda Salma
Alvaro bergegas kekamarnya berganti pakaian rumahan dan meraih dompet dan juga tas perlengkapan bayi yang sudah di siapkan Aisyah dan juga konci mobil.
Alvaro mencoba setenang mungkin supaya dia tak panik, namun apa daya.. teori sama. praktek itu beda.
" Daddy, mommy kenapa? tanya Kiraz dan Aideen
" Kalian dirumah mommy mau melahirkan,adik kalian akan lahir!! ucap Alvaro
" Adik mau lahir...Asyikkkk!! seru kedua anak kembar itu.
Akhirnya yang ikut ke Rumah sakit bunda Salma, Bu Ratna juga Alvaro.
Aisyah mencoba mengatur nafasnya supaya tak menimbulkan kepanikan sang suami.
" Bu.. sakittttt...!! " rintih Aisyah pada sang ibu
" Sabar ya nak... kita sebentar lagi sampai.. "ucap ibu Ratna
"Ayo Al... ini kenapa macet sih, kasian tuh Aisyah..!! " ucap bunda Salma pada Alvaro
__ADS_1
" Sabar yaa.. sayang ..atur nafas kamu, suami kamu biar ga panik" ucap Bu Ratna
Setelah drama macet dan akhirnya Alvaro sudah tak tahan lagi dengan kemacetan dan melihat sang istri sudah merintih kesakitan akhirnya Alvaro meminta untuk bantuan polisi untuk mengurai kemacetan.
Dan sampai Lobby Rumah Sakit sudah stanby staf RS yang membawa brankar untuk membawa Aisyah ke ruang bersalin.
Sampai di ruang bersalin, Alvaro tetap di samping Aisyah menaemaninya dengan setia.
" Sayang kamu pasti kuat,atur nafas yaa... istighfar dalam hati... mas akan menemani kamu kita rasakan kesakitan sama-sama.. " ucap Alvaro, Aisyah hanya bisa mengangguk
Walaupun pada kenyataan nya Alvaro sudah tak tahan melihat sang istri yang sudah kesakitan
" Ibu... pembukaan sudah sempurna..ikuti arahan saya yah buu...
Aisyah cuma mengangguk kecil dan mulai mengumpulkan tenaganya untuk melahirkan sang putra..
Aisyah mengikuti arahan sang dokter dengan segala upayanya dia berjuang untuk melahirkan buah hatinya.
Saat Aisyah mulai melemah Alvaro mencoba bangkitkan semangat Aisyah dan Alvaro dengan setia mendampingi Aisyah dan menjadi sasaran ketajaman kuku Aisyah.
Selama 20menit Aisyah berjuang akhirnya seorang bayi laki-laki lahir dengan selamat dan sempurna.
Oek.. oek.. oek...
" Alhamdulillah.. sayang anak kita lahir, terima kasih atas semua yang kamu lakukan untuk ku, maafin aku kalau selama ini menyakiti hatimu..
begitu berat perjuangan mu melahirkan, kesakitanmu, tak mampu aku balas sayang.. sehat selalu buat kamu sayang... I Love you" ucap Satria dengan tangis yang pecah dari matanya.
" Mas... I Love You More.. " ucap Aisyah dengan senyum mengembang dari bibir manisnya
Aisyah sudah keluar dari ruang bersalin dan sekarang dia sudah di pindah ke ruang rawat VVIP dan kebetulan juga Rumaha Sakit tersebut adalah milik sahabat lamanya seorang Dokter Anastesi Delven Satria Hikaru.
" Mommy.... " seru kedua anak kembarnya yang menjenguk sang mommy bersama Bunda Dewi dan Ayah Hardi.
" Heiii. anak-anak Daddy, jangan teriak-teriak dong... kasihan adek nya nanti kaget.. " ucap Alavato menghampiri kedua anaknya dan menciumi mereka.
" Daddy kita mau lihat adek.. " ucap Kiraz.
" Tuh di box bayi.. tapi, pelan yaa.. kasihan baru bobo adeknya. " ucap Alvaro memberi pengertian pada kedua anaknya.
Mereka antusias melihat adik mereka dan bersorak melihat wajah sang adik yang imut menggemaskan
Alvaro dan Aisyah merasa bahagia melihat anak-anak nya sayang pada adiknya
" Kalian nggak kangen sama Mommy?? ucap Aisyah dengan wajah yang manyun
" Kangen dong mom.... " ucap mereka serentak dan menghambur memeluk sang momny dan menciumi wajah sang mommy dengan sayang
" Mommy terimakasih karena sudah kasih adik buat kita.. mommy cepet sehat yaaa.. biar kita bisa pulang kerumah trus main sama adik" ucap Aideen
" Iya abang sama kakak juga harus patuh apa yang di bilang semua orang yang di rah selama mommy disini" ucap Aisyah dengan mencium kedua anaknya
" Besok sore mommy sama adik bisa pulang kok.. kalian seneng?? " ucap Alvaro
__ADS_1
" Yesss?!!! seneng dad" seru kedua anak kembar itu.
.
.
.
Sore hari Alvaro membawa Aisyah dan baby boy pulang ke mansion Danendra.
Mereka di sambut dengan bahagia semua anggota keluarga, dan sudah berkumpul juga sahabat mereka di mansion keluarga Danendra.
Saat ini mereka mengelilingi baby yang menggemaskan itu, dan dengan gemas sang kakak bergantian menjada sang adik
" Siapa nama Baby Boy yang menggemaskan ini Al? " tanya bunda Salma
" Rayyan Alvan Danendra" jawab Aisyah dan juga Alvaro.
.
.
Hari-hari yang di lewati Aisyah dengan penuh tawa bukan karena tingkah anaknya tapi tingkah Alvaro yang ingin menjadi dirinya.
Selagi bisa Alvaro lakukan dia lakukan untuk baby Ayan dan juga kedua kakaknya.
Sekarang Aisyah sangat di manja oleh Alvaro yang utama tugasa Aisyah hanya memasak dan melayani Alvaro di ranj*ng itulah gilanya Alvaro.
Aisyah sangat besyukur atas kesabarannya membuat cinta Alvaro semakin besar dan dia selalu mengajarkan pada anak-anak nya hal baik, tapi.. tetap saja dia membekali anak-anak nya untuk pertahanan diri semenjak dini.
" Ya..Allah aku tak menyangka seorang yang dulu berhati dingin dan kejam sekarang sehangat itu pada anak-anak nya, tak menyangka dia bisa melakukan semua itu seperti memberi susu pada baby Ayyan yang mau tidur. " gumam Aisyah melihat sang s ami sibuk menidurkan si kecil .
" Sayangggg.... " panggil Alvaro manja
Itulah sisi lain Alvaro yang sangat manja pada Aisyah
Aisyah melangkah mendekati sang suami dan duduk dalam pangkuan nya.
" Terima kasih sudah jadi imam yang baik, ayah yang baik..., suami terbaik... terima kasih mas..terima kasih " ucap Aisyah memandang wajah suaminya dengn senyum manisnya
" Thank's you for being in my life changing me for the better my wife ,I LOVE YOU INFINITY"
Alvaro dan Aisyah merasa sangat bersyukur dititik sekarang merasa bahagia dengan penuh kesabaran mereka sekarang meraih semua pengharapan sebuah kata Cinta mewujudkan
SATU IKATAN
The End
Terima kasih untuk semua yang mendukung author selama ini... jangan lupa ikuti cerita karya dari Author dan selalu dukung karya Author...
Untuk Keluarga Di Jawa Timur,semoga selalu dalam lindunga Allah SWT..
__ADS_1
Semoga bencana Gunung Semeru cepat berlalu dan tidak memakan ada korban ..Aaminnn..