SATU IKATAN

SATU IKATAN
Menerima Nasib


__ADS_3

Dengan muka menahan amarah Alvaro memutuskan pulang lebih awal,mood nya langsung kacau saat bertemu dengan Jerry,kenangan masa lalu terlintas dalam benaknya.


Mereka sampai apartement Alvaro dan dengan cepat Alvaro melangkah memasuki apartementnya langsung masuk ke ruang kerjanya dan membanting pintu dengan keras


Brakkk....


" Astaghfirullah..ada apa ini,kenapa mas Al sepertinya sangat marah" gumam Aisyah


Aisyah melangkah menuju kamarnya namun sebelum sampai di depan pintu kamarnya Alvaro keluar kembali dengan sudah berganti baju yang terlihat santai dan melangkah dengan cepat kearah pintu keluar


" Mas kamu mau kemana lagi,ini sudah mal..." tegur Aisyah namun sebelum melanjutkan omongannya Alvaro malah membentaknya


" Jangan pernah melarang saya,ingat...saya menikahi kamu karena terpaksa dan hanya untuk kebahagiaan bunda ..dan untuk hal kemarin itu adalah hak ku sebagai suami mu dan juga kewajibanmu sebagai istri walau kita tak saling mencintai...ingat posisimu !!" ucap Alvaro sangat membuat hati Aisyah sakit teramat dalam.


Brakkk...


Alvaro membanting pintu saat keluar apartement.dan entah kemana dia pergi


Sementara Aisyah hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya .entah bagaimana nasib perkawinannya.Aisyah hanya bisa menangisi nasibnya.


Karena lelah menangis akhirnya Aisyah tertidur juga.

__ADS_1


Sementara Alvaro berada di sebuah club malam denga Dony ,mereka menuju ruang VVIP club tersebut.


Pikiran Alvaro sangat kacau,dia mengingat kembali penghianatan Erika padanya,dia ingin sekali meminta maaf pada Aisyah tentang apa yang dia sampaikan tadi pada istrinya ,dia sadar pasti Aisyah sangat terluka hati dan perasaannya.Ingin rasanya melampiaskan hasratnya pada Aisyah namun itu tak dilakukan oleh Al karena Al tau jika dia sedang diambang batas kewajarannya akan melukai Aisyah.


Waktu pun cepat berlalu Alvaro tak pulang ke apartement ,saat Aisyah menghubunginya tak pernah dia pedulikan panggilan dari sang istri .


Aisyah sangat khawatir dengan keadaan Al sudah seminggu dia tak kembali juga tak memberikan kabar.


Sementara Aisyah memantapkan hati harus lebih kuat dari sebelumnya,dia tahu betul resiko seorang istri dari seorang pengusaha ternama.


Kini Aisyah sedang sibuk mempersiapkan kripsinya,dia berharap lebih cepat untuk menyandang sebagai sarjana..



" Aisyah..." panggil Rena sahabat nya


" Hai Ren,kamu udah siap buat bahan skripsi kita?" tanya Aisyah


" Tenang saja kita sudah dapat rekomendasi dari kampus dan kita akan magang di Danendra Corp" ucap Rena antusias


" Uhhuk uhukk..,Ahmmmm...tadi apa kamu bilang nggak salah,Danendra Corp ?" tanya Aisyah meyakinkan apa yang dia dengar

__ADS_1


" Iya benar...tau nggak sih ,CEO Danendra Corp itu sangat tampan,tapi dia terlalu dingin dan Arrogan kabarnya dia sudah menikah .Tapi,kemarin aku nggak sengaja liat dia masih sama Anna Maria model dari agensi NETRA management ..mesra banget ." jelas Rena dengan penuh semangat


" Kamu yakin? maksud aku,kamu yakin liat CEO Danendra Corp dengan Anna Maria?" tanya Aisyah


" Iya sumpah ,aku sempet foto candit juga kok..kalo kamu nggak percaya aku kasih liat fotonya " bisik Rena dan diangguki Aisyah dengan wajah penasarannya.





" Kamu bisaan yah fotoin mereka?kata Aisyah memandang gambar di ponsel sahabatnya dengan sendu.


" Yang dua aku memang Candid tapi,kalo yang pake baju pengantin ini ,itu Anna minta tolong sepupuku di butik tempat Anna memesan baju itu." jelas Rena


"Ren,tolong jangan sampai orang lain tau hal ini,takutnya kamu akan dapat masalah ..trus bisa pinjam hp kamu sebentar" Rena memberikan ponselnya pada Aisyah dengan cepat Aisyah mengirimkan Foto tersebut ke ponselnya


" Sya..lo ngapain ngirimin fotonya ke kamu?" ujar Rena heran


" Nggak apa- apa,buat jaga jaga aja ..kalo kamu ketahuan kan bisa sekalian bawa namaku jadi kamu tidak sendiri kalo ada masalah" alasan Aisyah di terima begitu saja oleh Rena

__ADS_1


" Ya Allah jadi dia tak pulang,karena dia bersama Anna Maria" gumam Aisyah sangat kecewa dengan Alvaro


Bersambung....


__ADS_2