
Hari berganti bulan pun berlalu,kini kandungan Kiran sudah masuk 8bulan.
Kiran bekerja di salah satu perusahaan di Malaysia dia mencoba hal baru dalam hidupnya untuk menjadi karyawan biasa ,walaupun Hardi keberatan namun dengan bujukan Kiran Hardi dengan terpaksa menyetujui dengan syarat tidak boleh pindah dari rumah Hardi,Kiran bekerja sebagai staff keuangan.
Kehidupan nya kini penuh warna dan banyak spekulasi yang di luaran tentang kehamilan dari Kiran yang memang belum ada yang mengetahui siapa suami Kiran.
Penampilan Kiran pun kini berubah lebih relijius,karena menurutnya dengan memakai hijab dia lebih terjaga dalam segi bersosialisasi.
" Kiran..awak suruh masuk bilik Teungku Izman sekarang " ucap Sofia pada Kiran
" Thank's Fi.." ucap Kiran an melangkah masuk ke ruangan atasannya
Tok tok tok
" Masuk.." ucap dari dalam ruangan seseorang.
"Maaf Teungku ..anda memanggil saya?" ucap Kiran setelah berada di dalam
__ADS_1
" Kiran duduk, awak dah makan ke..?" tanya Teungku Izman
" Ehmmm belum Teungku soalnya saya bawak bekal juga buat makan siang" kata Kiran
" Bagaimana kalau u ikut luch dengan I ..nak kan.? tanya Teungku Izman
" Maaf lah Teungku,bukan saya menolak cuma saya ingin makan di kantor saja,soalnya saya juga cape harus bolak balik" tolak Kiran
" Kenapa u selalu tolak i Kiran,tau tak I akan bantu u buat rawat baby yang ada di kandungan u ,baby u tuh butuh bapak ..tak mungkin u rawat baby u sorang sorang je?" kata Izman yang selalu membuat Kiran kesal dengan perangai sang bos
" Maaf yah teungku, anda bisa menghargai perempuan kan ,jika lah saya tak terikat kontrak mungkin saya hari ini juga resign dari serikat ini ..tapi,Teungku dah lah menyulitkan saya .,dan saya berharap ini yang terakhir anda memandang rendah saya..permisi!!" ucap Kiran dan menutup ruangan bos nya dengan hati kesal
" Tau lah ..sifat nya sangat lah menyebalkan tau,rasanya lama sangat dah ..8bulan waktu nya lama baru aku bisa keluar dari perusahaan ini" ucap Kiran kesal
" Sabar lah, awal u keje kat sini memang si boss dah minat kat u lah,walau tau u dah mengandung entah sape bapak budak u tuh tapi,boss tetap minat kat u tau...bukan u dah cakap ke kalau u dah pasti punya husband kan?" kata Sofi sekretaris boss
" Aku rasanya nggak sanggup harus terus bertemu sama bos gila tuh,coba yah ..Datuk Arif nggak dingantiin sama anaknya itu ." ucap Kiran kesal sendiri mengingat perilaku boss baru nya itu
Jam lima waktu Malaysia Kiran pulang kerja dan menunggu taxi di depan gedung tempat kerjanya.
__ADS_1
"Kiran...jom masuk saya antar awak sampai rumah.." ternyata mobil Izman berhenti didepan Kiran menawarkan mengantar Kiran.
" Nggak usah Teungku saya sedang tunggu jemputan saya." tolak Kiran dengan sopan
" Ayolah jom..awak tak usah mengelak atas saya ,tak baik tolak kebaikan orang tau" kata Izman dengan membukakan pintu penumpang dan memegang pergelangan Kiran.
"Apaan nih,anda yang sopan sama saya yah.." bentak Kiran dan jadi sorotan para karyawan yang ada di sekitar lobby kantor tersebut
" Kiran.." panggil seseorang
" Abang .. Zafran ,akhirnya abang datang..ayo bang kita pulang Kiran pengen ke pasar malam di ujung kampung abang" ungkap Kiran
" Jom..akak u pun dah membebel kat abang" Zafran membuka pintu mobilnya.
" Kami dulu cik..Assalamu'alaikum" ucap Zafran pada Izman yang masih mematung dekat mobilnya.
" Wa'alaikumsalam" jawab Izman.
Hayooo...siapa lagi nih Zafran ?"
__ADS_1
Bersambung...