
" Sayang kamu yakin dengan keputusan besar kamu untuk ikut kembali ke jakarta?tanya Alvaro meyakinkan Aisyah dengan keputusannya
" Al, Aisyah membuat keputusan itu pasti diperhitungkan,bukan masalah sepele. "Ayah Hardi menimpali
"System kita di bajak Al, dan ada peningkatan system senjata kita dan ini semua fiktif, itu kenapa sebagian dari klan kita mulai goyah karena belum ada bukti dan kita belum dapat menerobos masuk system yang sama, karena mereka mengganti sandi bagian yang mereka bajak, harus ada system yang sama namun bukan dari klan kita yang bisa menerobos masuk system itu. " jelas Dony pada Alvaro
" Lebih baik kita cepat untuk ke Jakarta, aku yakin system pengamanan perusahaan pasti juga di serang" ucap Aisyah
" Sayang.. sudah kamu nggak usah ikut campur dengan urusan ini" kata bunda Dewi
" Iya bun" ucap Aisyah santai
Akhirnya mereka semua berkumpul untuk berangkat bersama kembli ke Jakarta.
Ada rasa cemas dihati Aisyah dengan keadaan sang suami yang kita suka morning sicknes
" Al, orang kita bilang ada virus menembus ke Danendra Corp juga AK group " ucap Dony
" Sialll... " umpat Alvaro
" Mafia jangan lemah... (nanti di bully sama para readers )kamu perlu tenang untuk berpikir.. " ucap Aisyah menenangkan sang suami
" Terima kasih sayang, kamu ngingetin aku... aku akan bekerja ekstra untuk meladeni semua ini" ucap Alvaro membawa Aisyah dalam pelukannya.
__ADS_1
" Semangat.. kita selesaikan satu-satu yah.. " ucap Aisyah.
" Aideen.. come on time to play game..!! " seru Aisyah
" Okey mom,I'm happy to a game!! " jawab Aideen dan bergabung duduk bersama daddynya juga sang mommy ada Dony juga disana
" Kamu mau ngapain nak,?" tanya Al pada Aideen yang mengeluarkan laptop yang tak pernah dia lihat di mainkan sang putra
" Dia mau main sebentar" ucap Aisyah santai membantu sang putra
" Perlu Daddy tahu anti virus daddy harus di perbaharui, bukan tak hebat lagi cuma Daddy harus menambahnya, karena mereka ngasih juga yang varian baru " ucap Aideen
" Oh my God... ini ponakan gw Al, Sya... wow.. Daddy kamu patut bangga apa, dia harus waspada ada nya kamu Aideen? " ejek Dony pada Alvaro
" It's okey Daddy kita bisa Kerja sama, tapi bayaran aku nggak murah. " ucap Aideen dengan senyum miring mengejek sang Daddy
" Don, ambil tab ku.. " perintah Al
Dony dengan segera memberikan tab kesayangan Alvaro ke tangan Al.
" Ready Daddy... play to the game...!!"seru Aideen
Kedua pria beda generasi itu mulai memainkan jari mereka di atas keyboard & layar melakukan serangan balik ke musuh,bocah enam tahun dengan akal jenius itu membuat Dony dan yang lain geleng - geleng kepala,karena keahliannya tak bisa dikatakan pemula, ini master baru dari peretas yang diturunkan oleh sang atok.
__ADS_1
" Hehhhh... jadi ini yang kau ajarkan pada cucu laki-laki ku Hardi... " ucap Baba Salem memecah keheningan dalam pesawat pribadi milik Danendra.
" Dia juga cucu ku, aku mengajar kan itu karena aku tahu musuh daddy dan opanya pasti semakin banyak dan system kalian pasti aku yakin masih kalah dengan system yang di ciptakan Aideen " Kata ayah Hardi dengan senyum mengejek
" Hahaha...kamu sejauh itu memikirkan tentang masa depan cucu kesayangan kita, kalau bukan dia siapa lagi..?! kita lihat anak sama Ayah yang berduet mesra itu !!" ucap baba Salem
Sementara di suatu tempat,semua orang mulai panik dengan serangan balik virus yang di layangkan Aideen juga Alvaro, mereka sudah mulai kualahan.
" Boss, ada system asing yang masuk dan dia menyerang kita dengan Virus varian baru boss !" seru salah seorang anak buah orang tersebut
" Siall... siapa yang membantu Alvaro, dia lumayan kuat coba kamu tetobos terus pertahanan mereka jangan kasih celah pada mereka, karena aku ingin Danendra Corp hancur untuk kedua kalinya!! " seru boss mereka
Mereka terus saling serang seperti permainan game, sangat sengit permainan mereka.
Bersambung
Bagaimana selanjutnya...
Ikuti terus kisahnya yaaa
Like
Vote
__ADS_1
Share
Terima kasih 🙏🙏