
Alvaro di buat sibuk mencari buah jamblang keinginan sang istri.
" Sekali ngidam begini.. susah lagi nyarinya" gerutu Alvaro
" Kalau nggak sanggup buat nyari ngomong aja, buat apa banyak duit, banyak anak buah trus di bilang orang pinter,pengusaha sukses tapi, buah jamblang aja nggak bisa kebeli" ledek Aisyah pada sang suami
" Dulu kamu gini juga nggak? " tanya Alvaro mendekati sang istri
" Aku ngidam pengen dengar suara kamu doang ,sama paling makan rujak mangga tiap hari " ujar Aisyah
" Trus kesampaian?? " tanya Alvaro penasaran
" Ya.. kesampaian lah, kan ayah Hardi orang hebat..!!" sindir Aisyah pada Alvaro
" Jangan nyindir -nyindir gitu kale, iya aku cari.. " ucap Alvaro lemas
Alvaro ke dapur membuat susu hamil untuk Aisyah,kebiasaan yang dilakukan Alvaro tiap pagi dan malam sebelum tidur.
" Bi.. saya mau nanya, bibi tau buah jamblang nggak? " tanya Alvaro pada salah satu ART nya
" Tau Tuan.. biasanya beli di Pasar tradisional ..itu aja jarang tuan, emang kenapa tuan? " tanya Bibi penasaran
" Nyonya Aisyah ngidam buah jamblang bi.. " jawab Alvaro lemas
" Hehehehe.. sabar ya Tuan... semangat ,jangan sampai nggak nemu nanti ileran anaknya" ucap Bibi
" Hahhh.. serius bi, waduh harus Gece nih.. " gumam Alvaro " Ya udah bi, makasih infonya... istirahat bi, besok lagi kerjanya.. " ujar Alvaro
" Iya tuan.. " jawab singkat bibi
.
.
Pagi hari Dony tergesa gesa ke rumah Alvaro karena Alvaro memberikan ultimatum padanya.
" Pagi.... " Dony melangkah masuk ke dalam mansion Danendra
" Pagii... Uncle.. " jawab dua bocah kembar yang sedang menikmati sarapannya
" Mom, sama Daddy kalian mana? " tanya Dony tak melihat sahabatnya dan Aisyah di ruang makan
" Biasa uncle, bayi gede mom..maunya di manjain setiap saat" ujar Aideen
" Bayi besar??? tanya Dony nggak ngerti
" Tuh bayi besarnya udah keluar kamar sama Mom" kata Kiraz menunjuk kearah orang tuanya dengan dagunya yang keluar dari kamar mereka
" Owhhh.. hahaha.. bener juga kalian, dia mah bayi beruang... " bisik Dony
" Hahahaha" mendengar ejekan Dony buat sang Daddy dua anak kembar itu tertawa
" Ketawain apaan? kok Daddy nggak diajak-ajak? " kata Alvaro duduk di kursinya
" Ngetawain bayi beruang Dad.. " ujar Kiraz
" Bayi beruang, dimana? " timpal Aisyah
__ADS_1
Kiraz dan Aideen melirik sang Daddy yang sibuk meminum kopinya..
"Owhhh... iya kalau bayi beruang itu imut kak, abang.. ini mah beruang bangkotan.. " Aisyah mengerti arti lirikan dua anak kembarnya mereka sedang mengolok-olok sang Daddy yang kian hari tambah manja .
"Hahahaha.. ompong dong mom.. " seru Aideen
" Hahahaha"Mereka yang tau apa yang menjadi topik bualan tertawa
" Kalian ngomongin beruang dari tadi... emang di mana beruangnya?oceh Alvaro
" Mau kelantor kan Dad.. biar ber-uang... " ledek Aideen
" Wahhhh... jadi dari tadi kalian ngejek Daddy... astaga!! pasti lo yang ngajarin anak gw ngomong yang nggak-nggak ya..? " Alvaro melempar potongan rotinya ke arah Dony yang sedang ikut sarapan bareng mereka
" Hahaha... baru nyadar lo" ucap Dony
" Udah ayo kita pergi.. ada yang perlu kita lakuakan sebelum ke Kantor" ucap Alvaro beranjak dari kursinya
" Ngapain? "tanya Dony penasaran
" Adalah... ikut gw pokoknya" jawab Alvaro cuek
" Wahhh.. perasaan gw udah nggak enak nih, heh.. kalian doakan Uncle agar daddy kalian tidak berubah jadi macan.. " ucap Dony dengan muka yang dibuat sedih
" Drama lo... ayok, Daddy berangkat yaa.. kalian diantar supir dan mommy hati-hati juga, jangan terlalu cape.. Daddy berangkat.. bye.. " Alvaro berpamitan dengan anak istrinya mencium sayang mereka dan semua bersalaman dan melangkah keluar langsung masuk ke dalam mobil.
.
.
Dalam perjalanan Alvaro meminta Dony mampir ke pasar tradisional.
" Iya, kita cari jamblang dulu.. buat nyonya dirumah" ucap Alvaro santai dan masih fokus ke ponselnya.
" Wahhh.. mimpi apa gw, memulai kegiatan penyiksaan deh hari ini" ucap Dony
" Heehhh.. jangan gitu bro, demi ponakan lo juga nih biar nggak ileran " ujar Alvaro
" Il.. ileran kata siapa lo? " tanya Dony
" Kata orang tua dulu lah.. " Jawab Alvaro asal.
setengah jam mereka sampai di salah satu pasar tradisional.Dan Alvaro segera keluar dari mobilnya dan membuka bagasi nya.
" Mao ngapain lo bawa sendal jepit gitu" ujar Dony melihat Alvaro melepaskan sepatunya dan mengganti dengan sandal jepit
" Lo liat kan pasar ini itu becek, kalau baju bisa ganti nanti kalau sepatu.. ganti dulu lah.. " ungkap Alvaro
" Ada lagi nggak tuh sendal? " tanya Dony yang tak mau kalah dengan sahabatnya
" Ada.. ni ganti cepet kita masuk ke pasar " ucap Alvaro
Setelah sekian lama mereka berdebat mereka masuk ke dalam pasar yang becek dan bau.
Banyak orang yang melihat dua orang laki-laki tampan masuk ke dalam pasar, dengan tampang blesteran yang buat memikat orang-orang disana
" Mbak mau nanya yang jual bua jamblang dimana yaa? " tanya Alvaro pada seseorang
__ADS_1
" Buah jamblang mah jarang Mr... tapi, coba di kios buah kalau nggak di kios sayur.. sebelah sana " ujar wanita itu mengarahkan ke los sayuran dan buah.
Berjalan berdesak-desakan mereka lakukan.
" Bro.. gini amat nasib lo, orang ngidam ribet banget.. jadi nggak pengen kawin gw" seloroh Dony
" Halah... lo baru gini aja lo udah ngeluh, lo bayangin perjuangan gw sama Aisyah sampai di titik ini, panjang bro.. kaya sinetron Tersanjung... hahhaha" ujar Alvaro sambil bercanda
" Lahhh.. die ngomongin sinetron, kita kesana coba tanya dah.. " ucap Dony
Berputar putar menanyakan bua jamblang namun nihil.
" Wah... kemana ya bu, saya dapetin buah jamblang bini saya ngidam soalnya. " ucap Alvaro mulai frustasi
" Alamat ngamuk tuh si Aisyah bro" goda Dony..
" Kalian cari buah jamblang, istri kamu ngidam buah jamblang? " tanya seorang ibu paruh baya
" Oh.. iya bu, tapi saya sudah kelilingi pasar belum dapet.. padahal dari kemarin istri saya minta" ucap Alvaro lesu
" Ibu tau kok kalian bisa dapet dimana, tapi.. kalian harus berusaha mendapatkannya dengan penuh perjuangan " ucap ibu itu
" Nggak masalah bu..boleh ibuuu...
" Saya bu Lasmi, kalian ikuti saya.. saya panggil ojek dulu" ucap bu Lasmi
" Bu.. ibu ikut mobil kita aja, kebetulan kita bawak mobil dan belanjaan ibu biar kami bawa" ucap Alvaro membawa belanjaan bu Lasmi di bantu Dony
Mereka akhirnya ke tempat yang di maksud bu Lasmi dan sekitar tiga puluh menit mereka sampai di sebuah perkampungan yang padat penduduk ,mereka berhenti di depan sebuah rumah sederhana.
" Ayo nak turun, ibu kasih tau tempatnya" ucap bu Lasmi setelah mobil milik Alvaro terparkir di depan rumah sederhana itu.
Alvaro dan Dony keluar dari mobil dan menurunkan belanjaan bu Lasmi.
Al dan Dony mengikuti langkah bu Lasmi ke tempat dimana mereka mendapatkan Buah Jamblang.
" Ini nak.. kalian bisa ambil buahnya sepuasnya.. "ucap bu Lasmi berhenti di bawah pohon rindang di pekarangan dekat kediamannya.
" Mana bu? " tanya Dony polos
" Tuh diatas pohon" tunjuk bu Lasmi ke atas pohon
" Hahhh... buset ini kita naek pohon bu? "ekspresi Kaget terlihat dari Dony walaupun Alvaro juga kaget masih terlihat sisi cold nya.
" Emmm... giman kita bisa naek Bro? " akhirnya Alvaro mempertanyakan hal yang bo*oh menurut Dony
" Manjat lah... lo kata ngesot?? " ujar Dony
" Itu ada tangga cuma paling sampai setengah pohon dan setengah nya kamu berusaha sendiri" ucap Bu Lasmi
" Baik bu terima kasih.. saya akan berusaha demi anak di dalam kandungan istri saya" ujar Alvaro dengan gaya tengilnya
Bersambung
Gimana nasib Alvaro dan Dony berburu Jamblang?
Like
__ADS_1
Vote
Share