
" Kak Elis,Adik teringin cekodok pisang buatan kak Elis.. " ucap Aisyah dengan manja
" Kau nih... oke,dengan senang hati akak buat kan untuk adinda ku.. hahaha" ucap Elis dengan candaannya
Setelah beberapa saat cekodok pisang pun sudah siap di santap
" Emmmm... sedap gila, rasa hati teringin lah.. laksa jugak... hahaha" ucap Aisyah yang sedang menikmati cekodok pisang buatan Elis
" Hemmmm melampau lah kau nih, okey..sekarang kau mau apa aja bilang biar sekalian bibi belanja" ucao Elis dengan memeluk Aisyah
" Beneran.. okey ,aku buat daftar belanja deh.. " Aisyah sangat senang karena dia selalu di manja dari dulu oleh sang kakak angkat
" Begitulah Al.. kau jangan kecik hati, kalau mereka sudah berdua lupa sama semua, apalagi soal makanan lenyaplah kita" ucap zafran menepuk bahu Alvaro
" Biar lah yang penting dia bahagia bang" jawab Alvaro dengan masih memandang sang istri yang sibuk mencatat daftar belanja.
" Abang bahagia, kalau kalian bersama sama lagi, karena Aisyah pasti bahagia sama kamu, selama abang kenal dia.. belum pernah melihat tawa lepas seperti itu" ucap Zafran membuat Alvaro mengalihkan pandangannya pada Zafran
" Maksud abang? "
__ADS_1
" Abang suka lihat dia nangis sendirian kala dulu hamil anak kalian yang pertama, walaupun di depan orang orang menampakkan wajah bahagia namun abang tahu saat dia sendiri, hanya tangisan yang ada karena dia rindu dengan suaminya" ungkap Zafran menerawang masa dimana dia selalu mengintip di balik tembok rumah Aisyah dulu.
" Kasihan sekali kamu Sayang, maafin aku., " gumam lirih Alvaro namun masih terdengar oleh Zafran
" Sudah lah ,kejadian masa lalu membuat kita semakin menjadi lebih baik.. dan aku lihat Aisyah sudah tertawa lepas dengan mu, dulu sangat jarang dia terlihat bahagia, kalaupun dia merasa bahagia pasti setelah memeriksakan kandungannya dan melihat hasil USG anak kalian " ucap Zafran menepuh bahu Alvaro yang sedari tadi menunduk sedih.
" Dulu aku terlalu kejam dan tidak pernah melihat ketulusan hati Aisyah, aku dibutakan dendam, amarah dan juga harta, harta dan kesuksesan di mata manusia " ucap Alvaro
.
,
" Ini...kalau ini mah, pisang goreng " ucap Alvaro sambil membolak balikkan makanan di tangannya
" Hehehe... Iya itu pisang di tepungin sih.. tapi, kan emang aku pengen mas... " ucap Aisyah mencebikkan bibirnya
" Ya ampun sayang... iya,mas kan cuma nanya sayang...??!! " ucap Alvaro menelus pucuk kepala Aisyah yang tertutup hijabnya.
Aisyah sangat menikmati kebersamaannya dengan Elis dan sementara Alvaro dengan Zafran malah pergi ke perkebunan tanaman obat milik Zafran.
__ADS_1
" Jadi, Aisyah tahu soal bahan obat dari kamu Zaf..? " tanya Alvaro saat mereka sedang berada di sebuah perkebunan tanaman obat
" Sedikit banyak lah, dia tahu soal itu dari aku.. kenapa memang? " tanya Zafran penasaran
" Aisyah itu... terlihat tenang, kalem, lembut tapi, kalau tahu sisi kejamnya... mengerikan!! " ucap Alvaro pada Zafran
" Hahahaha... jadi kamu sudah tahu soal Black Angel dan Queen Ice? " Zafran tertawa mendengar penuturan Alvaro dan jadi menanyakan soal Black Angel
" Kamu tau soal Black Angel? "
" Tau... karena memang anggota Black Angel adalah seperempat dari mereka team medis yang memang dipekerjakan oleh Black Angel untuk usaha mereka di bidang Farmasi dan kalau kamu mau tahu jangan tanggung-tanggung" saran Zafran pada Alvaro
" Maksudnya? "
" Aisyah dan team nya Black Angel punya perusahaan Farmasi di sini dan di awasi oleh Ayah dan juga beberapa saudara Ayah di daerah Kelantan sana, dan dia mengembangkan obat untuk pesakit Cancer " jelas Zafran
Mendengar penjelasan Zafran termangu dengan kenyataan yang dia dengar
" Ternyata kamu masih punya rahasia yang belum kamu katakan padaku sayang, sehebat apa dirimu saat kamu tak bersama ku dulu" Batin Alvaro
__ADS_1
Bersambung