SATU IKATAN

SATU IKATAN
Kopi


__ADS_3

Setelah perjalanan melelahkan sekitar delapan jam dari Indonesia - Dubai mereka sampai Bandara Internasional Dubai dan langsung pulang ke mansion Danendra yang berjarak sekitar 45menit.


" Assalamu'alaikum " salam takzim dari Salem dan Salma yang terlihat bahagia


" Wa'alaikum salam nyonya ,Tuan besar alhamdulillah sampai dengan selamat " kata bu Dian yang menyambut kedatangan majikannya


" Dian tolong kamu buatkan saya kopi ini,trus kopi yang biasa tuan muda minum tolong buang ganti ini yah..,kopinya itu akut udah nggak enak.." perintah Salma pada Dian


" Lho..baru dateng udah nyuruh buang kopi aku sih bun,bukannya nanyain anaknya dulu"ujar Alvaro yang ternyata sudah ada ruangan itu menghampiri orang tuanya


" Slow son ,Dian kamu jangan buang dulu kamu bikinin dulu kopi ini yah..buat dua cangkir saja saya teh hijau ini ,tolong ya Dian" ucap Salma lagi.


" Baik nyonya" jawab Dian dan segera ke dapur


" Kayaknya betah banget di Indonesia,kayak nggak mau balik kesini lagi..trus sempet- sempetnya baba beli saham perusahaan lagi,trus siapa yang mau pantau itu perusahaan? kata Alvaro

__ADS_1


" Saham itu sebanyak 65% baba beli atas nama Aisyah dan perusahaan itu bidang Fashion karena memang kita sudah punya dan tinggal menggabungkan saja maksud baba perusahaan itu dalam naungan Danendra Corp dan semua sudah baba atur dan semua sudah beres nama perusahaan AK Group di bawah naungan Danendra Corp." terang baba Salem


" Jadi baba,beli saham untuk Aisyah ..yah,itu bukan hal yang buruk,namun siapa yang akan mengelolanya ba? tanya Alvaro


" Sementara kamu,karena istrimu belum kembali dan jika dia kembali dan minta berpisah dengan mu perusahaan AK group akan baba kasih untuk menantu baba,ngerti..?" kata Baba Salem


" Maaf tuan ,ini kopinya..silahkan" ucap bi Dian menaruh kopi di atas meja dan cemilan yang di bawa dari rumah Aisyah



Akhirnya Alvaro menikmati semua yang di hidangkan oleh sang bunda


" Bunda beli dimana kopi ini sama kuenya ,enak pas banget di lidah Al trus kopi ini rasanya sama seperti kopi racikan Aisyah bun..." ucap Al penasaran


" Bunda pikir mau buka toko kue juga kedai kopi,jadi semua ini kamu bisa dapat di Indonesia tapi,orang yang buat itu masih khusus untuk orang terdekat dan itu salah satunya keluarga kita." ucap bunda Salma

__ADS_1


" Kalau buka coffe shop dan semacamnya nggak masalah cuma masalahnya di Indonesia bun,nggak ada negara lain gitu ?"kata Al yang mulai kesal dengan menyebut nama negara yang tak ingin dia kembali karena sakit hatinya dimasa lalu


" Al sampai kapan kamu menyama ratakan sikap dan sifat orang lain dengan Erika,kamu nggak bisa kesitu..pokoknya baba minta secepatnya kam tinjau perusahaan kita disana baba nggak mau perusahaan buat Aisyah malah kacau,ingat ini...kamu nggak akan rugi datang kesana ..mungkin kamu akan menemukan harta karun" kata baba Salem sambil melontarkan candaan


Drrrrtttt..drrrttt


📞Kiraz calling..


"Kiraz.."gumam Al melihat siapa yang menelpon sang ayah karena kebetulan ponsel baba Salen ada di atas meja


" Ayo sayang cepat angkat..jangan sampai kesayangan kita nunggu lama ,bunda sama baba mau angkat telp dulu dari gadis cantik ini" kata bunda Salma menggiring suami nya ke kamar mereka


"Nggak ada gadis cantik kecuali Aisyah bun,jangan coba- coba buat yang tidak tidak di belakangku" teriak Alvaro


"*Siapa Kiraz sepertinya mereka senang sekali dapet telp dari Kiraz..bunda bilang gadis cantik ,nggak ada yang bisa ngalahin Aisyah dati hati aku"gumam hati Alvaro

__ADS_1


Bersambung*...


__ADS_2