SATU IKATAN

SATU IKATAN
Napak Tilas


__ADS_3

Alvaro membawa Aisyah pergi dari Hotel dan menuju suatu tempat.


" Mas kita mau kemana? tanya Aisyah melihat jalan yang mereka lalui bukan ke arah rumah mereka.


" Mau nostalgia sayang... " ucap Alvaro menoleh pada sang istri dengan senyuman menawan.


" Kamu... mau nostalgia kemana, kita kan nggak ada kenangan manis di Indonesia lo mas.. " ucap Aisyah.


"Napak tilas.. " ucap Alvaro dengan singkat.. " kamu tidur aja nanti kalau sudah sampai aku bangunkan " ucap Alvaro lagi.


Benar saja Aisyah yang memang sudah merasa lelah akhirnya tertidur juga.


Empat puluh lima menit mereka sampai di bandara,namun Alvaro tak mau membangunkan sang istri, dia menghubungi seseorang untuk memastikan sesuatu.


" Hmmm... sudah siap semua? "tanya Alvaro pada orang di sebrang sana.


" Siap Bos.. "


" Oke, saya sudah sampai..kita langsung meluncur ke tempat tujuan" Tanpa menunggu jawaban dari seberang dia menutup panggilan.

__ADS_1


Alvaro perlahan meraih tubuh sang istri dengan perut yang membuncit, menggendongnya dengan hati-hati dan melangkah dengan cepat ke tempat dimana sebuah Jet pribadi milik keluarga Danendra telah siap.



Alvaro meletakkan tubuh sang istri pada kasur di kamar yang ada dalam pesawat tersebut.


Setelah menempuh perjalanan ±1jam 50menit mereka sampai di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia.


Alvaro ingin menapak tilas bagaimana perjuangan sang istri saat mengandung Twins..


Apa yang di inginkan sang istri di negara itu dia ingin tunaikan.


Dalam perjalanan Aisyah terbangun. Dan melihat sekitarnya.Dia seperti Dejavu saat ini dengan keadaan berbeda.


" Mas Al... ini, mas kita di Malaysia... buat apa? " tanya Aisyah heran


" Kita akan napak tilas saat kamu hamil Twins,dan kali ini mas ingin mengubah semuanya kenangan buruk di sini menjadi kenangan indah buat kita. " ucap Al dan mencium kening sang istri dengan lembut.


Sepanjang jalan Aisyah tersenyum dan mengingat dimana dia dengan perut besarnya menyusuri jalan-jalan di Kuala Lumpur dan berpindah tempat di berbagai bagian wilayah du Malaysia.

__ADS_1


Dia teringat sang kakak angkat dimana dia menginginkan sesuatu dia selalu menyediakannya.


" Mas.. Ayah sama bunda tahu nggak kalau kita ke sini? " tanya Aisyah menoleh pada sang suami.


" Nggak tau, aku bilang paling ngajak kamu ke puncak " jawab Alvaro santai


" Hahh.. jadi pada nggak tau kamu ngajak aku ke sini.? "Aisyah tak habis pikir entah apa yang direncanakan sang suami


" Mas ingin jalan jalan sama kamu sama utun disini"ucap Alvaro dengan penuh antusiasnya


" Mas ini di Bukit Bintang kan, mumpung masih jam tujuh malam kita ke Jalan Alor yaa... kangen Night market yaaa...?? " kata Aisyah dengan senyuman manjanya


" Oke... Princes kita ke sana,kamu seneng nggak nak..? " kata Alvaro dengan senang dan mencoba komunikasi dengan anak dalam kandungan istri nya.


" Atu ceneng Daddy... telimakacih,atu cayang Daddy" ucap Aisyah menirukan suara anak kecil yang cadel.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah Jalan yang terkenal di daerah Bukit Bintang yaitu Jalan Alor disana tersedia banyak kuliner berbagai macam makanan dan minuman juga.


Aisya mengajak Alvaro berjalan beriringan menjelajah kuliner malam di Malaysia, Terlihat jelas Aisyah sangat senang karena senyum pun tak pudar dari wajahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2