
Hari-hari Aisyah di jalani dengan baik,sebenarnya hanya kamuflase di depan umum..namun kala dia sendiri menangis sejadinya tentang perasaannya.
Aisyah selama seminggu ini tinggal di rumah mertuanya ,bunda Salma merasa kasihan dengan menantunya karen tingkah sang anak yang keterlaluan namun Orang tua Alvaro tak bisa langsung bertindak gegabah ada banyak mata yang melihat ke dalam keluarga Danendra,apalagi musuh Alvaro yang siap menyerang mereka .
" Bun,baba ..Sya berangkat yah.." pamit Sya pada mertuanya
" Iya hati-hati" ucap bunda Salma
" Semangat nak.."Baba Karem memberi semangat pada Aisyah
" S E M A N G A T...!!!" teriak Aisyah menyemangati dirinya
Aisyah diantar oleh supir pribadi ayah mertuanya namun Aisyah meminta pada sang mertua jika dia mau di antar dengan mobil biasa,biar tidak terlalu mencolok .
Sampai gedung Danendra Corp langsung menuju ruang kerjanya namun waktu dia dia masuk kedalam lift karyawan bertemu dengan Thomas ,dengan reflek Thomas membungkukkan setengah badannya saat melihat Aisyah masuk lift dan smua itu dilihat oleh karyawan yang ada di dalam menatap heran tingkah atasan mereka,dan Rena pun melihat kejadian itu.
__ADS_1
" Pak Thomas kenapa,bapak sakit..?" tanya Aisyah menatap tajam pada orang kepercayaan sang ayah mertua.
" I..iya..nyo..maksud saya ,tiba - tiba saya pusing makanya saya menunduk sedikit supaya pusing saya berkurang" ujar Thomas membuat alasan .
" Pak Thomas sangat bekerja keras mungkin belakangan ini,harus rajin minum vitamin buat daya tahan tubuh,takutnya pekerjaan bapak akan sangat padat kedepannya " ucap Aisyah dengan tidak menaruh curiga para karyawan lain Aisyah memberi peringatan pada Thomas karena akan disulit kan oleh perintah sang ayah mertua.
" Betul kata Aisyah pak,jangan terlalu memaksa kan diri jika sakit segera istirahat," kali ini Rena menimpali omongan Aisyah ,dan Thomas hanya tersenyum kecut sementara Aisyah menahan tawanya dengar ucapan Rena
Sampai dilantai 35 Aisyah melangkah bergandengan tangan dengan Rena .
Aisyah sangat menikmati pekerjaan nya memang karena itu basic yabg dia pelajari
"Sudah buu..,silahkan anda bisa cek kok" ucap Aisyah menyerahkan berkas yang dia pegang
Dan dengan teliti Silvi membaca proposal tersebut.
" Sya,ini disini belum tercantum model untuk produk kita ,seperti yang sudah di ketahui model paten kita itu Anna Maria ,tolong kamu cantumkan kan yah..nanti kita tinggal follow up ke manager dan agensi Netra untuk scedule pemotretan " ujar Silvi menjelas kan pada Aisyah
__ADS_1
Deg..
Ada perasaan sakit di hati Aisyah mendengar nama itu .
" Maaf bu,apa memang harus Anna menjadi menjadi model nya,kalo dia terus kayaknya kita tak tau potensi mamber lain dong"protes Aisyah
Perkataan Aisyah membuat semua yang ada di ruangan itu menatapnya dengan perasaan cemas dan wajah Silvi menjadi pucat seperti ketakutan
" Ada apa memang ,apa perkataan ku salah ..sebagai penanggung jawab perencanaan kita harus seleksi calon model kita jangan berpatokan dengan satu nama" ujar Aisyah
"Ada apa ini?" tanya seseorang dari ambang pintu ruangan itu
" Nyonya muda Aisyah,ada apa ini kenapa aku tidak tahu soal nyonya Aisyah disini. sedangkan orang orang ku bilang nyonya Aisyah selalu ke kampus,dan apa ini kenapa dia ada di kantor ini" batin Dony yang kaget dengan adanya Aisyah si Danendra Corp.
" Mr Dony..maaf saya dan team lain telah teledor karena Aisyah anak magang dari kampus DIDI kami sedang membicarakan soal model iklan kita yang terbaru karena kita pasti memakai jasa nona Anna namun Aisyah belum mencantumkannya ke proposal" jelas Silvi pada Dony.
Dony menatap Nyonya mudanya dengan mata penuh tanda tanya.
__ADS_1
Bersambung