SATU IKATAN

SATU IKATAN
Menuju Istana Princes


__ADS_3

Di tampat lain,pasukan Tiger White mulai bergerak melumpuhkan para anggota dari Black Demon


Alvaro dan Dony juga Jerry masuk ke dalam markas Black Demon dan bergabung dengan team nya.


" Woiii... kalian keluar, tempat ini sudah di kepung..!! " Teriak Alvaro


" Sial... kalian periksa semua ruangan, jangan biarkan mereka lolos " seru Dony


" Sepertinya mereka keluar lewat jalur tikus Al" ucap Jerry


" Cepat cari mereka jangan biarkan mereka pergi begitu saja" Teriak Alvaro


" Al tenanglah anak buah kita memata-matai mereka jadi aku yakin mereka masih sembunyi sekitar sini" ucap Dony


Mereka menyisir semua sudut markas Black Demon dan suara tembakan dan ledakan misiu terdengar dimana mana.


Tempat yang jauh dari pemukiman dan cenderung dekat dengan hutan yang gelap dan menakutkan.


Sementara Anna dan Bastian masih bersembunyi di dalam hutan dengan anak buah mereka yang berhasil lolos dari amukan Alavaro dan Pasukannya


"Hahhh.. hahh.. Bas,tunggu sebentar kita berhenti sebentar saja, aku haus " ucap Anna yang sudah mulai merasa lelah


" Kita tak punya banyak waktu Anna, jangan sampai mereka menemukan kita.., kita akan menyusun rencana untuk menyerang mereka saat lengah " ucap Barstian


" Keluarga mereka " ucap Anna tersenyum licik


" Kamu benar.. sebentar kenapa aku melupakannya " Bastian menghubungi seseorang


" Sudah?? " tanya Anna penasaran


" Beres... setidakmya Al akan merasa frustasi dengan penyerangan di Mansion Danendra ...hahahaha....sorry Baby.. kamu yang buat aku jahat karena, kau lebih memili wanita kampung itu dari pada kau dengan ku" gumam Anna tersenyum sinis


.


.


Aisyah sampai di lokasi Black Demon dan membantu Tiger White melumpuhkan para anggota Black Demon yang tersisa.


" Dor.. Dor.. " suara tembakan pun terdengar di belakang Alvaro


" Sayang kamu....


Alvaro terkejut dengan kedatangan sang istri dengan orang-orang yang ber pakaian serba hitam bersamanya.


" Mas... dimana mereka??


" Mereka berhasil kabur...


" Aisssshhh.... Zack...!!


" Siapp Queen ..." jawab Zack yang mengerti akan arti tatapan Queen mereka


" Al.. mansion diserang.. " ucap Dony yang mendapat informasi tentang keadaan mansion


" Apaaa...!! oh God.. Kiraz..!! Alvaro terkejut dan ingat dengan Kiraz sang putri yang berada di mansion Danendra.


" Kita harus kembali ke mansion dan menyelamatkan mereka!! " ucap Alvaro merasa panik dengan serangan balik yang tertuju ke mansion Danendra


Tiba - tiba Suara siulan terdengar dari satu arah.


" Kalian kembali ke Mansion, bereskan semuanya dan jika sudah kondusif tolong kamu mas antar Kiraz ke istana Princes " ucap Aisyah dan melangkah keluar ruangan dari markas Black Demon

__ADS_1


" Sayang kamu mau kemana, istana Princes dimana? " kata Alvaro mencekal pergerakan Aisyah


" Mas nggak ada waktu banyak, Kiraz tahu tempat nya " ucap Aisyah dan segera melepaskan tangannya dari genggaman sang suami


Dengan cepat Aisyah mengendarai motor miliknya dan mulai menyisir tempat persembunyian Anna dan Bastian.


Dor


Dor


Dor


Terdengar suara merdu tembakan yang dialayangkan dua belah pihak yang saling bermusuhan...


" Dor... awsshh... " Pekik Anna yang sudah terkena peluru yang menyerempet lengannya


" Anna... kamu luka" ucap Bastian melihat Anna yang terluka


Tebakan tembakan perlawanan dari dua belah pihak masih terdengar memecahkan kesunyian malam di tengah hutan belantara yang sangat menyeramkan


" Queen target, didepan" ucap Zack


" Lumpuhkan...


" Slup... slup..... terdengar senjata tanpa suara melumpuhkan kaki kedua target mereka


" Zack, Illy kalian perintahkan yang lain membersihkan tempat ini jangan ada yang lolos kita bawa orang ini ke markas.


" Baik Queen " ucap Illy juga Zack


" Ternyata cuma segitu kemampuan s kalian... hadeuh... " gerutu Aisyah dengan senyuman mengejek.


.


.


.


"Opah sama oma juga tante- tanteku diam disini km jangan kemana-mana " ucap Kiraz santai mengambil beberapa senjata di dalam sebuah koper


Semua orang yang melihatnya pasti tak percaya, anak enam tahun sudah tahu senjata..


" Kiraz jangan mainan itu sayang" ucap Alda yang melihat Kiraz merakit pistol kecil miliknya yang di design oleh sang mommy


" Tenang tante, ini udah di ijinin Mom kok" ujar Kiraz


" Kiraz... ayo..!! seru sang opa menemani aksi Kiraz


" Baba... kamu apa apaan, kamu mau bawa cucu kita kemana? " teriak bunda Salam melihat cucu dan sang kakek yang melangkah ke luar kamar


Dor


dor


dor


Kiraz yang dilatih oleh sang mommy sangat cepat mematahkan pertahanan lawan dibantu pasukan bayangan Black Angel juga ada pasukan Tiger White


Alvaro dan para sahabatnya juga pasukan yan iku yang dengannya ikut membereskan kekacauan di mansion Danendra


Saat Alvaro melangkah menuju ruang tengah melihat sang putri yang sedang melawan seorang pria bertubuh tegap dengan begitu apik gerakan sang putri bisa melumpuhkan musuhnya.

__ADS_1


" Kiraz.., nak kamu nggak papa? kata Alvaro menghapiri sang putri yang terengah.


" Nggak papa Dad, hanya haus..!! ucap Kiraz santai


" Al... gimana Kiraz? tanya Dony merasa khawatir dengan sang ponakan


" Hahhh...gokil, anak lo...!! " seru Jerry melihat Kiraz dengan segala atributnya


"Entahlah.. gw juga belum paham dengan semua ini... " ucap Alvaro membawa Kiraz dalam gendongannya


" Daddy Kakak ngantuk ..." ucap Kiraz dalam gendongan Daddy nya


"Ini minum dulu.. kata mom, kamu suruh ke Istana Princes baby" ucap Alvaro dengan mendudukkan Kiraz di sofa dan memberikan minum


" Okey..


" Kalian tidak papa? "tanya Baba Salem yang keluar dari kamar bersama para pembatu dan juga anggota keluarga lainnya


" Tidak papa cuma memar dikit nggak masalah.. " ucap Alvaro yang kena bogem dari anggota black Demon


" Kiraz nggak terluka kan nak? " ucap omah


" Nggak oma"


" Hehehehe... Opah please jangan marahin mommy " ucap Kiraz menatap memohon pada bunda Dewi


" Iya yang penting kalian baik baik saja" jawab Bunda Dewi.


" Daddy jadi ke Istana Princes kan? tanya Kiraz


" Oke kita kesana, kalian mau ikut? tanya Alvaro


" Oma, Opah sama Tante-tante yakin mau ikut, kalau mau ikut janji sama aku jangan pikir mau balik lagi kesini " ucap Kiraz memakan cemilan favoritenya


" Iya kita semua mau keistana mommy sama kamu sayang. " ucap Alda


" Oke jangan sampe nyesel yaa.. Kiraz udah ngantuk yuk cepat kesana, aku kangen abang Aideen. "ucap Kiraz


Akhirnya mereka menuju yang disebut Istana Princes oleh Kiraz.


Kiraz menunjukkan jalan menuju yang dikatakan istana princes, jalan sepi. enuju pinggiran kota dengan di kelilingi hutan pinus yang terlihat mencekam.


Para wanita sudah mulai merasa takut saat masuk kawasan yang menurut mereka sangat menyeramkan tak ada sa yg satu pun penerangan di sepanjang jalan


" Sayang kamu nggak salah nunjukin jalan? " tanya mama Salma


" Nggak.. oma sama yang lain tutup mata aja, dari pada kalian pingsan atau malah pipis di celana. " ucap Kiraz santai


" Gokil anak lo bro... "ucap Dony melihat Kiraz begitu santai melintasi jalan gelap itu.



Mobil yang di kendarai Dony masuk kekawasan yang menurut mereka cantik banget sepanjang perjalanan di suguhkan pemandangan yang cantik terlihat lemah dan juga peternakan dan perkebunan di sekitarnya.


Bersambung


Maaf buat para readers bahas pertarungan antar mafianya sekilas aja yaa..


karena ceritanya kan memang bukan bahas genk mafianya...


Maaf jika ceritanya pendek karena kesibukan belakangan ini...

__ADS_1


terima kasih atas dukungan para readers dan tentu author masih ingin like juga vote kalian untuk bisa menyemangati author


dan Comment dengan sopan dan tak boleh membuat sakit hati 🙏🙏


__ADS_2