
Kiran berlari menuju ruang Divisi Perencanaan dengan,mata sembab dan nafas terengah engah..
"Ki...kiran,lo nggak papa? ini munum dulu.." Nita memberikan sebotol air mineral pada Kiran dan langsung meminum air sampai habis tanpa sisa
" Lo nggak papa kan Ki,tadi bukannya lo habis dari ruang presdir ?tanya Mala heran dengan sikap Kiran
" Gw nggak papa,gw cuma butuh istirahat sebentar." ucap Kiran menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya.
Diruang kerja Alvaro masih merasa kaget dengan tindakan sang istri yang tadinya begitu polos dan penurut sekarang menjadi wanita yang menatapnya penuh kebencian dan kekecewaan.
" Al...lo nggak papa,apa yang terjadi sama kalian,tadi gw liat Aisyah waktu keluar dari sini lari sambil nangis kalian tak papa kan?" tanya Dony penasaran
" Gw rindu dia Don,tadi gw nggak bisa nahan diri dan gw peluk dia dan dia marah yah ..dia nampar gw" ungkap Alvaro
" Sumpah ..bro,Aisyah yang sekarang kayanya susah untuk dintakluk kan ,dan lo sama dia sebenernya butuh waktu bicara berdua ." ujar Dony pada sang sahabat.
Setelah kejadian itu Alvaro hanya bisa memandang sang istri dari jauh..walau banyak mata yang melihat kala Alvaro memandang Aisyah dengan tatapan rindu,namun jika dengan karyawan lain dia sosok tak tersentuh,dingin dan hanya ada tatapan ajam dari matanya.
__ADS_1
Kiran keluar dari gedung AK Group karena sudah lewat jam 7malam dia ingin cepat sampai di rumah dan ingin memeluk dua buah hatinya.
Satu jam dia bermacet macetan di jalanan ibu kota kini dia sampai di depan rumah sederhana milik nya.Aisyah melangkah memasuki rumahnya.
" Bi Sumi,sama mba Nani maaf ya..harus nungguin si kembar sampai jam segini.." kata Kiran tak enak hati
" Nggak papa non Kiran ,kami juga nggak ada kerjaan lain ,kalo disini saya bisa maenan sama si cantik "ucap Nani
" Kami pulang dulu non,besok pagi kita kesini lagi" ucap Bi Sumi.
" Bi Sumi ,besok datang seperti tadi aja tapi,bisa nggak kalau kalian nginep disini soalnya besok saya ada acara makan malam dari kantor saya" ucap Kiran.
Bi Sumi dan Nani memang tinggal tak jauh dari komplek rumah Kiran jadi bisa di panggil sewaktu waktu kalau urgent.
Kiran masuk ke kamar kedua anak kembarnya dan memandang keduanya dengan tatapan sendu.
" Kalian adalah alasan mommy kuat menjalani semua kejadian dan peristiwa di hidup kita ,maafkan mommy menyakiti Daddy ,bukan maksud mommy kasar pada Daddy kalian ..mommy mengingat perlakuan nya dulu pada mommy buat mommy sakit hati,namun percaya sama mommy kalian adalah anugrah yang sangat indah buat mommy ,kalian pengobat rindu mommy pada Daddy kalian ,sebenci benci nya mommy pada Daddy lebih besar rasa sayang mommy pada Daddy..,mommy hanya melihat kesungguhan Daddy kalian jika ingin membuat kita kembali ..dukung mommy sayang kuatkan hati mommy ." ucap lirih kiran pada buah hatinya.
__ADS_1
Kiran mencium buah hatinya secara bergantian dan keluar kamar si kembar.
Setelah Kiran keluar kamar,Aideen dan Kiraz membuka mata mereka..karena memang mereka belum tidur saat mommy mereka ke kamar mereka pura pura tidur dan mendengar semua perkataan sang mommy
" Bang,jadi Daddy sudah pulang kesini?kenapa nggak langsung nemuin kita sih bang?"tanya Kiraz pada sang kakak
" Abang juga nggak tau,pasti antara mereka terjadi masalah,jadi kita harus tahu masalah mereka dek,tapi kita nggak bisa tanya sama opa oma atau atuk sama opah ,kita akan cari tahu sendiri gimana dek?" usul Aideen pada sang adik
" Az..setuju sih bang,jadi kita jadi ditektif lagi bang..kaya dulu..waktu mommy di ganggu uncle Izman" ucap Kiraz
" Iya...pokoknya kita tidak boleh membela Mommy juga Daddy ..ok dek??" usul Aideen
" Okey..udah kita tidur besok kita pikirin lagi..aku udah ngantuk bang" keluh Kiraz
" Good Night .. de
" Good Night ..bang..
__ADS_1
Apa yang akan di lakukan kedua anak kembar itu...,yuk terus ikuti kisahnya dan jangan lupa Like ,Koment,Share juga vote yaa..