SATU IKATAN

SATU IKATAN
Makan Malam dengan Musuh


__ADS_3

Dengan cara menyelinap dan menggunakan pintu belakang, dan dengan penyamaran yang di buat sedemikian rupa Aisyah pergi dari hotel tersebut.


Karena takut jika Jack atau sama saja Teungku Izman merasa curiga pada Aisyah maka dari itu Aisyah meminta Alvaro menyiapkan kendaraan di bagian belakang hotel dengan pengawasan dari pasukan bayangan Tiger White.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit dengan kecepatan di atas rata-rata, Illy membawa nona mudanya ke Mansion Danendra.


" Terimakasih Illy kamu bisa istirahat dulu" ucap Aisyah sebelum dia keluar dari mobil


" Baik nona, jika ada yang dibutuhkan..bisa langsung hubungi saya " ucap Illy dengan senyumnya dan diangguki Aisyah.


Aisyah melangkah masuk ke dalam mansion, semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga, menunggu kedatangan Aisyah.


" Sayang.. kamu tidak apa apa kan? " tanya Alvaro meneliti tubuh istrinya


" Aku baik baik saja mas, nggak usah khawatir... alhamdulillah,Allah selalu melindungi ku" ucap Aisyah menenangkan hati suaminya.


" Aku takut kamu kenapa kenapa sayang.. apalagi kondisi kamu sedang hamil" ucap Alvaro memeluk tubuh istrinya.


" Hadeuhhh... dasar bucin, nggak liat tempat lo.. itu ada anak lo nggak inget banget sih kalian" ledek Dony.


" Oh ya.. aku coba mengundangnya buat makan malam atau makan siang, sepertinya dia mau dan akan mengabari ku jika nanti dia bersedia" ucap Aisyah.


" Terus kamu kasih nomer kamu ke dia,hati-hati takutnya dia curiga sama kamu sayang " ucap Alvaro.


" Nggak lah, tenang aja ..aku sudah antisipasi " ucap Aisyah menenangkan suaminya


" Mommy.. Aid mau bicara sama mom, tapi kita berdua aja" ucap Aideen santai


" Heyy.. Son kenapa cuma sama mommy, Daddy nggak diajak? tanya Alvaro


" Cukup mommy, kalau Daddy juga ikut pasti daddy kacaukan semuanya" jawab Aideen


" Wahhh.. Son, kamu dewasa sebelum waktunya.. " seru Alvaro saat melihat anak dan istrinya masuk ke kamar Aideen


.


" Ada apa sayang? " tanya Aisyah


"Mom,abang ada alat buat mommy jaga-jaga dari uncle jahat itu" ucap Aideen menyerahkan sebuah chip pada sang mommy


" Gunanya apa ini bang? tanya Aisyah


" Abang kasih itu buat mommy bawa jika mommy sama uncle, mommy bisa tempel di badan mommy atau di taruh di tas atau ponsel mom, tapi lebi yg bagusnya di bagian badan mom " ucap Aideen


" Terus fungsinya apa? " tanya Aisyah


" Itu sebenarnya alat sadap, GPS buat kita tau dimana mommy berada, bisa juga mommy gunakan buat alat darurat buat mom, kalau Daddy pasti kasih alat sadap kan? kata Aideen


" Okey mommy akan simpan dan pakai pada waktu yang tepat. " ucap Aisyah


" Sekarang abang istirahat,mungkin besok tugasnya abang tambah berat, nanti atok bantu juga" ucap Aisyah


Akhirnya semua nya ke kamar masing-masing..

__ADS_1


Hari-hari yang melelahkan akan segera di mulai, Alvaro tak bisa tinggal diam.. dia mulai menyusun rencana, harus dengan rencana yang matang untuk kasus ini, karena dia belum tahu siapa dalang dari semuanya.


.


.


Pagi pun tiba, dan Alvaro tetap pergi ke kantor sementara Aisyah dan yang lain memantau pergerakan musuh


📞Jack Calling


" Hallo, Assalamualaikum Teungku bisa di bantu?


" Wa'alaikumsalam tawaran makan malam atau makan siang masih berlaku?


" Hahhh.. maksud saya, Teungku ada waktu mungkin?


" Saya ada waktu malam ini, bagaimana kalau kita makan di luar?


" Keluar.. memang Teungku tak suka dengan masakan rumah, maksud saya.. kalaulah Teungku sudi makan malam dengan saya, sebenarnya saya ingin masak buat menjamu anda Teungku.. bagaimana?


" Apa tidak merepotkan kamu?


" Tidak sama sekali, maksud saya juga ini sebagai permintaan maaf saya untuk kejadian beberapa tahun belakangan, karena sikap saya pada Teungku"


" It's ok.. kamu bisa share loc nanti malam saya akan datang"


" Oke.. nanti saya share loc, sampai jumpa nanti malam Teungku.. " ucap Aisyah dan langsung mematikan panggilannya.


.


.


" Abang,tolong kasih tahu atok kalau mommy harus dinner with Teungku Izman ,mommy mau telp Daddy" kata Aisyah mengarahkan Aideen


" Okey mom, no problem " Aideen cepat beranjak dari kursi dan melangkah ke dalam ruang kerjanya sang Opa bersama Atok


Setelah itu Aisyah menghubungi Alvaro dan memberi tahukan parihal itu dan memberitahu tentang rencananya.


.


.


Malam pun tiba setelah selesai dengan masakanya Aisyah santai menunggu tamu mereka tiba, hanya ada Aideen,Aisyah juga Kiraz.


Tok tok tok


" Mungkin itu dia, Bismillahirohmanirrohim..*Ya Allah lindungi hamba semua dan berikanlah kami jalan keluar terbaik... Ammin" Aisyah membatin melangkah sambil terus berzikir dan berdoa


Clek


"Assalamualaikum " salam takzim dari Teungku Izman


" Wa'alaikumsalam " Jawab Aisyah*

__ADS_1


" Silahkan masuk Teungku, maaflah rumah saya tak besar.. " ucap Aisyah santai


" Tapi tetap nyaman" ujar Teungku Izman


" Mom" seru twins


" Haii sayang..sini, kenalkan Teungku ini anak anak saya yang saya kandung dulu,mereka kembar.. ini Abang Aideen dan ini Kakak kiraz" Aisyah memperkenalkan anaknya pada Teungku Izman


" Hai Uncle..teman Mommy yea..?? tanya Aideen


" Haii.. sayang iya uncle teman mommy kalian " ucap Teungku Izman


" Langsung aja yaa.. kita makan malam dulu, takut nanti manannya sejuk" kata Aisyah


Mereka melangkah menuju ruang makan dan duduk manis.


Aisyah santai melayani tamu nya dengan baik, dan manis, dari jauh Alvaro sudah kebakaran jenggot, melihat kedekatan istri dan anaknya bersama Teungku Izman.


"Sial*n ..cukup sekali gw liat lo deket sama bini gw Jack... " gerutu Alvaro geram


" Sabar... kita pantau terus.. "ucap baba Salem menenangkan sang putra


Selama kurang lebih tiga puluh menit mereka makan malam dan Aisyah memberikan tek rosela kesukaan Teungku Izman.


" Silahkan Teungku teh Rosela kesukaan Teungku Izman, semoga anda suka buatan saya" ucap Aisyah dengan senyum manis menyerahkan secangkir teh rosela ke yg tangan Teungku Izman


" Kamu masih ingat kesukaan saya rupanya? " ucap Teungku Izman merasa senang


" Iya.. juga ini saya buat puding coklat untuk disert" meletakkan cawan berisi puding coklat


" Thank's iya saya merasa terhormat dengan suguhan semua ini" ucap Teungku Izman


" Dimakan Uncle trus minum tehnya, mommy kalau buat itu enak tau" ucap Aideen sambil menikmati pudding dan juga jus mangga


Akhirnya Teungku Izman menikmati hidangab penutup dan apa yang terjadi dengan sendirinya dia tertidur karena efek obat tidur dengan dosis tinggi yang ada di teh rosela buatan Aisyah


" Akhirnya tertidur pulas juga" ucap Aideen lega


" Coba abang ambil borgolnya itu dan hati-hati pasti dia diikuti anak buahnya " ucap Aisyah dan menghubungi seseorang.


Dengan cepat semua teratasi, ponsel Teungku Izman akan selalu didalam rumah Aisyah sementara tubuh Teungku Izman telah dibawa kesuatu tempat oleh pasukan bayangan Tiger White.


Apa yang akan terjadi??


Ikuti terus cerita dan selalu beri dukungan pada cerita ini


Like


Vote


share


Kadang orang buta karena sebuah obsesi dan tak memakai akal pikiran hanya mengandalkan emosi dan ***** belaka.

__ADS_1


Dilihat dari Teungku Izman dia masih terobsesi dengan orang bernama Aisyah Kirana, dan dia tak memikirkan hal terburuk yang akan terjadi padanya, karena dia selalu merasa Aisyah Kirana adalah orang yang baik bahkan terlalu baik.


__ADS_2