SATU IKATAN

SATU IKATAN
Kami Bersama Mommy


__ADS_3

Pagi ini Kiran sudah siap untuk ke Kantor ,dia sedang menyiapkan sarapan untuk kedua buah hatinya.



"Mom,mommy sehat kan? tanya Aideen pada sang mommy yang biasanya cerewet namun lain dengan hari ini terkesan diam


" Sehat kok,mommy akan selalu sehat ..kalau kalian tetap sama mommy..kalian nggak akan tinggalkan mommy apapun yang terjadi,walaupun mommy cuma seorang penjahit di desa kecil?" Kiran dengan mata yang berkaca kaca


" Mommy ,kita akan selalu sama sama..bagaimanapun keadaan mommy,kita kan sudah selalu bertiga ..walaupun kadang Az kesel kenapa daddy nggak pulang pulang " ucap Kiraz dengan polosnya


"Adik ,abang kalau mommy sama daddy nggak bisa sama sama lagi gimana,kalian tetap jadi anak daddy juga mommy cuma mommy sama daddy tinggalnya tetap kepisah seperti ini apa nggak papa?" tanya Kiran dengan memandang dua buah hatinya dengan sendu


" Mommy Kalau itu keputusan yang buat mommy bahagia abang nggak masalah,tapi selama ini abang liat mommy sedih kalau nggak ada daddy,jadi abang juga nggak tau kalau daddy sudah pulng bersama kita apa mommy juga nggak bahagia ,itu semua mommy yang rasain abang sama adik ikut mommy tapi,jujur abang sama adik rindu sama daddy,kami nggak tau wajah daddy seperti apa cuma kita ingin liat wajah daddy mom..hiks hiks.." ungkapan hati seorang anak kurang dari enam tahun membuat hati seorang ibu sangat sakit. Dimana Kiran tak pernah memberikan foto bahkan apapun tetang daddy mereka,kini Kiran merasa egois karena rasa sakit hatinya di masa lalu membuat kedua anaknya tumbuh tanpa mengenal seorang ayah.


Mereka bertiga berpelukan erat dan menangis bertiga ,dengan memberikan kecupan pada kedua anaknya.


" Maafin mommy yah sayang,mommy sangat egois dengan semua yang terjadi antara mommy sama daddy kalian." ucap Kiran menyeka air matanya dan air mata kedua anak nya.


" Kita tahu,daddy pasti buat mommy marah..pasti daddy nakal kan jadi mommy bawa kita pergi,Abang sama adik sayang mommy tapi,kita juga butuh daddy mom" ucap Kiraz buat Kiran tambah bersalah

__ADS_1


Setelah obrolan yang menguras air mata ,Kiraz dan Aideen pergi ke sekolah dan Kiran kekantor dengan perasaan gundahnya.


Kiran masuk dalam AK Group dengan pandangan kosong dan entah kemana jiwanya .


Alvaro yang melihat Kiran heran dengan tingkah istrinya,didepan lift dia memandang Kiran yang sedari tadi tak beranjak untuk masuk dalam lift.




" Sya...Aisyah..." panggil Alvaro dan menepuk bahu Kiran dan spontan melihat kebelakang


" Kamu kenapa,ada masalah..hmm..


" Sya...mas nanya sama kamu,kenapa..ayo ikut aku..." Alvaro membawa Aisyah ke dalam lift khusus dan mereka diam selama di dalam lift.



Al membawa Aisyah / Kiran ke ruangan nya dan mendudukannya di kursi depan meja kerjanya.

__ADS_1


" Sebentar ya.." ucap Al dan melangkah keluar ruangan


Tak lama dia kembali dan berjalan kearah istrinya.


" Sya...kamu sebenarnya kenapa,hmmmm..?" tanya Alvaro namun Aisyah cuma diam hanya memandang wajah suaminya


" Kenapa,jangan diam terus dong sayangggg..?


katakan sekarang,kalau kamu mau marah sama mas ga papa,mau pukul,mau bunuh mas juga nggak papa yang penting kamu bilang kalau ada masalah,biar mas juga rasain apa yang kamu rasain?" kata Alvaro memandang lekat wajah istrinya.


Sementara itu di balik pintu,tanpa sengaja Dinda mendengar saat Alvaro menyebut Aisyah " Sayang"..


" Sebenarnya apa hubungan Mr Derren sama Kiran trus kenapa dia selalu dipanggil Sya..kalau nggak sayang,hebat bener baru berapa hari disini bisa gaet boss lagii..dari dulu pak Burhan suka sama Kiran tapi,Kiran tak pernah respon"batin Dinda


" Saya tidak papa,maaf sudah buat anda bingung..dan perlu saya ingatkan jangan pernah panggil saya " Aisyah" atau "Sayang" karena saya benci dengan kata kata itu" ungkap Kiran dan melangkah ke luar ruangan ALvaro


Saat membuka pintu ruangan Dinda berdiri mematung.


" Apapun yang kamu dengar tolong jangan sampai orang tahu ,kalau sampai ada gosip di luar maka kamu akan saya pecat,dan saya pastikan nama kamu akan di blacklist mengerti? ancam.Al pada Dinda

__ADS_1


" Ba... baik Mr.Derren" jawab Dinda gugup


Bersambung ..


__ADS_2