
Aideen beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah mendekati tas besarnya, dan mengambil laptop khusus kesayangannya.
" Mommy.. kita mulai kerja sekarang? " tanya Aideen pada sang mommy
" Sekarang waktunya mommy mencobanya dan kalian tidurlah daddy juga yang lain sudah tidur juga" ucap Aisyah
" Sebaiknya kita kerja besok aja mom, nanti kalau daddy cari mom gimana? kata Kiraz yang khawatir dengan sang mommy
" Mom cuma ingin tau mereka ada dimana, itu saja " ucap Aisyah yang mulai mengutak atik laptop Aideen dan memasukkan beberapa sandi dan jari jarinya lincah menari di atas keyboard
" Aku yakin mas Al pasti sudah tahu posisi mereka makanya kita disuruh sembunyi disini." gumam
Setelah menunggu beberapa saat,laptop itu memunculkan data dan membuat Aisyah sedikit berpikir,seperti dia mengenal sosok laki laki yang ada di dalam laptopnya.
" Jack..!! gumam Aisyah
" Nama ini seperti tak asing...,astaga apa dia orang yang sama,tapi posisinya dia ada di Indonesia " batin Aisyah
Aisyah lantas mentransfer data kesebuah flashdisk dan menyimpannya di tas milik Aideen dan melangkah keluar kamar anaknya.
" Nak.. kamu belum tidur? " tanya bu Ratna melihat sang putri keluar dari kamar si kembar
" Iya bu.. tadi habis baca cerita buat si kembar mereka seperti layaknya anak yang sedang manja, apalagi denger mau punya adik bu"ucap Aisyah dengan senyuman manis
" Ibu tahu, ada yang kamu pikirkan..setidaknya berbagilah pada orang lain, jangan buatmu stress inget kamu sedang hamil sayang... " kata bu Ratna memperingatkan sang putri
" Ibu tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa.. banyak yang jaga aku juga anak -anak" Aisyah mencoba menenangkan sang ibu
" Ibu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, kenapa sampai orang-orang jahat itu mengincar suami kamu" ucap bu Ratna
" Bu.. ibu percaya Aisyah kan? tenang lah, dan doakan Aisyah juga mas Al bisa menghadapi semuanya " ucap Aisyah
" Sebaiknya ibu tidur dan Aisyah juga ingin kembali kekamar " ucap Aisyah kembali
" Baiklah apapun keputusan yang kamu ambil pikirkan dengan matang" ucap bu Ratna
.
.
" Sayang.. kamu dari mana? tanya Al mendengar suara pintu di kunci
" Astaghfirullah mas, kamu ngagetin aja... kamu kebangun yah? " tanya Aisyah mendekati sang suami
" Mas nanya kamu dari mana, ini sudah larut malam sayang.. " ucap Alvaro menatap Mesra manik mata istrinya
__ADS_1
" Kenapa, aku cuma dari kamar si kembar.. kamu kenapa lihat aku kayak gitu ..hmmm?? Aisyah tahu gelagat suaminya yang sudah senyum nakalnya
" Boleh nggak, kangen sayang... mas janji hati-hati kok.. nggak tau kenapa ngeliat kamu rasa nya gemes tau nggak.. hehehe" ucap Alvaro memeluk sang istri
" Hmmm... dasar bule mesum..!! ejek Aisyah
" Gini-gini suami tercintamu sweety... ,Jone kangen sayang... boleh yaaa... " rayu Alvaro dan Aisyah menganggukkan kepalanya.
Mendapat akses untuk menyelusuri lebih dalam,menjelajah tubuh montok sang istri.,Al mulai mencium tengkuk istrinya dengan lembut, membelai lembut wajah istrinya dan mencium seluruh wajah istrinya.. dan juga bermain dilautan asmara yang menggelora, meneguk manisnya cinta yang penuh liku antara mereka berdua.
Pendakian gunung himalaya yang sangat menggoda,Al sangat suka dengan permainan ranj*ng sang istri ,membuat dia bertambah berg*irah tak tahu setelah sang istri berbadan dua terlihat lebih menggoda imannya, selalu ingin membuat istrinya menger*ng nikmat di bawah nya. Sang istri juga sekarang suka memimpin entah itu karena si jabang bayi atau memang istri polosnya mulai mengerti keinginan sang suami.
Penyatuan mereka sampai hampir pagi, rasa nya kasihan melihat sang istri yang sudah terlihat lelah namun Jone anaconda kalau sudah masuk menjelajah goa miliknya selalu lupa diri. Setelah mencapai punjak kejayaan mereka berdua saling memeluk dan tertidur sebentar.
Mendengar adzan subuh keduanya segera membersihkan diri dan menunaikan sholat subuh, setelah selesai baru mereka tertidur.
.
.
" Mas, bangun sudah jam tujuh ..sarapan dulu yuk..!! " Aisyah mbangunkan bayi besarnya
" Sayang bentar yah, rasanya pusing kepalaku.. " ucap Alvaro merasakan tubuhnya merasa demam dan juga terasa pusing
" Mas kamu demam sebentar kamu disini biar aku bawakan bubur sama obat yaa.. " ucap Aisyah segera meninggalkan kamarnya dan melangkah ke dapur.
" Aisyah kamu buat apa? "tanya bunda Salma melihat Aisyah sibuk di dapur sendirian
" Sya lagi bikin bubur buat mas Al bun, tadi aku liat mas Al panas juga katanya pusing, jadi aku bikin bubur sama wedang jahe juga "jawab Aisyah
" Jadi ngidam dia nih, yah.. sudah sana kasih sarapan suami mu paling nanti siang sudah baikan kok" ujar bunda Salma dengan senyumnya
" Tadi bunda bilang mas Al ngidam, kok bunda bilang gitu... " batin Aisyah penasaran apa benar suaminya yang mengidam
.
.
" Mas kamu sarapan bubur dulu baru nanti minum obat yaa.. " ucap Aisyah pada sang suami yang masih tergolek lemas di atas ranjang
" Rasanya nggal selera makan sayang,pingin yang asem-asem" ucap Al
" Jangan menganda -ada, sekarang makan bubur, minum obat, juga minum air jahe nya.. "perintah Aisyah pada suaminya
Akhirnya Al menurut pada Aisyah dan memakan bubur nya, namun baru tiga suap.. Al berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua dan sampai lemas dibuatnya Al bolak balik ke kamar mandi karena merasa mual,Aisyah yang melihatnya sangat khawatir pada suaminya.
__ADS_1
" Sya.. kita masuk yaaa.. "teriak bu Ratna dari luar kamar Aisyah
""Iya bu.. masuk aja Sya dikamar mandi sama mas Al" teriak Aisyah
..
" Aisyah Al kenapa, muntah-muntah gitu? tanya Dony penasaran
" Dia itu loye loye tuh,mungkin karena mengidam seperti sindrom simpatik gitu.. siapa yang hamil siapa yang ngidam, bagus deh... biar kamu tahu betapa tersiksanya Aisyah waktu mengandung si kembar"ucap bunda Salma mengejek sang putra
" Bunda...ihhh, kok ngomong gitu kasihan mas Al tau... " ucap Aisyah
" Tau nggak dia pernah tuh,ngrasa mules sampai di bawa rumah sakit tapi, setelah medical cek up ternyata nggak ada penyakit apapun, bunda yakin dia lagi ngrasain waktu kamu melahirkan atau sebelum kamu melahirkan, samai kita panik dibuatnya, setelah sekitar seharian langaung sia segar "jelas bunda Salma menceritakan' apa yang terjadi pada Al dulu
" Ya Allah mas maaf yaaa..mukin baby nggak mau kalau mommy yang ngrasain mualnya, sorry"ucap Aisyah yang masih memijit kepala sang suami
" Nggak papa sayang, i'm ok " ucap Alvaro
" Trus misi kita gimana bro, kita perlu kemarkas kan? " ucap Dony mengingat kan permasalahan besar yang sekarang mereka hadapi.
" Masalahnya, semua Klan kita merasa tertipu dengan kejadian ini, soalnya disana ada jejak bukti kita disana"ucap Dony
" Apa orang kita belum bisa menembus systemnya?" tanya Alvaro yang masih lemas bersandar pada kepala ranjang.
" Kalian mau kemana? ke Dubai markas besar kalian atau markas besar Black Demon?" tanya Aisyah tiba - tiba..
" Black Demon milik Ricardo sudah menyinggung kita " ucap Alvaro
" Aku rasa bukan Ricardo yng menyetir Black Demon sekarang, ada seseorang juga yang punya kepentingan pribadi bergabung dengan klan mereka" ucap Aisyah
" Kita cuma butuh kejakarta dengan selamat itu aja, dan aku nggak bisa tetap disini, aku harus ikut kalian, minimal aku ada di jakarta, jangan tampakkan ketakutan kalian itu bisa memancing mereka buat lebih menekan kalian, buat sikembar kalian jangan risau mereka bisa jaga diri" ucap Aisyah santai.
" Tapi.... "
" Tidak ada tapi tapian kalian harua bawa kami ikut kembali ke jakarta dengan selamat, tempatkan pasukan bayangan di sekitar rumah ini, buat jaga ibu, bu Dian juga Alana akan di sini" jelas Aisyah.
Apa yang direncanakan Aisyah sebenarnya?
Bersambung..
Ikuti terus kisah mereka..
Like
Vote
__ADS_1
Share
Komen dengan bahasa yang baik.. 🙏🙏