
"Sayang...mommy kalian namanya siapa?" tanya Alvaro pada anak kembar itu
" Om siapa,kami nggak mau seenaknya ngasih tahu nama mommy kami" ucap Aideen
"Hahaha ...nih anak songong amat sih, kaya Alvaro aja..tapi,kalo dilihat dari muka kedua anak ini tampang bule,tapi kaya mirip sama Al.."batin Dony
"Ok nama uncle Derren Alvaro Danendra kalo nama kalian siapa?"tanya Al pada mereka
"Kok nama uncle ini mirip nama ku sama adek"batin Aideen dan melirik sang adik yang selalu paham akan bahasa mata mereka
"Nama ku Aideen dan ini adiku Kiraz.."jawab Aideen
"Okey..kalian keruangan uncle dulu nanti biar mommy jemput diruangan uncle" bujuk Al pada dua bocah kembar itu dan diangguki mereka berdua.
Setelah sampai di lantai 20 mereka menuju ruang kerja Alvaro.
" Nah ..silahkan masuk sayang.." ucap Alvaro memberi jalan pada dua bocah itu
"Aduhhhh...abang adik lapar lah.." ungkap Kiraz yan memegang perutnya
" Bentar dik,mommy pasti kesini..abang tadi dah kirim pesan ke mommy" ucap Aideen
"Kalian belum makan,kok bisa...oh.. biar uncle yang pesan makan buat kalian , Aideen dan Kiraz mau makan apa?" tanya Alvaro
__ADS_1
" Ayam goreng aja uncle tapi yang paha yah.." ucap Kiraz
"Okey cantik.." ucap Alvaro mengacak rambut gadis kecil itu.
" Ihhh...kebiasaan kenapa sih,orang gede itu selalu buat rambut adik rusak..mommy juga gitu selalu aja buat kesal adik.." ucap Kiraz memonyokkan bibirnya
" Hahaha...karena kamu gemesiinn,sayanggg" ucap Alvaro tertawa mendengar penuturan gadis cilik itu
" Uncle kenapa namanya Danendra,apa uncle tahu opa Salem sama oma Salma..upss Sorry..?" ceplos Kiraz polos
" Adik..nggak aci nih,kan tadi abang bilang bilang.." ucap Aideen tepuk jidat melihat kepolosan adiknya
" Lho kalian kenal sama baba Salem sama bunda Salma..,kalian kenal dimana?" tanya Alvaro penasaran
tok tok tok
Clek..(pintu di buka Dony)
" Abang ,adik..astaghfirullah ..kenapa kalian kesini,mba Nani sampai kebingungan nyariin kalian ,kenapa sih..kalian nggak bisa dengerin kata - kata mommy,coba bilang sama mommy ..ini ide siapa? jawabb!!" Omel Kiran pada dua anak kembarnya
" Sya..apa apaan sih dateng dateng kamu marah marah sama mereka,tadi kamu bilang mommy..mereka anak kamu?" tanya Alvaro
" Mommy maaf..abang yang udah ajak adik kesini,soalnya abang kepikiran mommy pasti kata kata abang sama adik tadi pagi buat mommy kepikiran..hiks hiks" ucap Aideen dan sudah menetes kan air matanya
__ADS_1
" Sorry mom..jangan marah yah?" kata Kiraz lirih dan menundukkan wajahny
" Sayang..mommy cuma khawatir kalian hilang,mommy kan cuma punya kalian disini...kalian nyawa mommy,kalian kehidupan mommy...maafin mommy tadi bentak kalian,kalian mau kan maafin mommy ..pelukkkk???" ucap Kiran dengan begitu manja dengan kedua anak kembarnya akhirnya mereka berpelukan,dan Kiran mencium kedua anaknya dan semua drama mereka bertiga disaksikan Alvaro dan juga Dony.
Dibenak Alvaro masih bertanya tanya tentang kedua anak itu,kenapa mereka memanggil mommy pada istrinya.
tok tok tok
" Masuk" kata Al dan muncul Dinda dari balik pintu.
" Maaf Mr Derren ini pesanan anda" ucap Dinda dan meletakkan makanan yang Derren pesan
" Wowwwww...abang,banyak betul nih ayam goreng nya,daddy memang lah best kan bang?" bisik Kiraz pada Aideen diacungi jempol oleh Aideen
" Kalian makan dulu yah,katanya tadi adik lapar kan? ayo abang..bawa adik kamu ke toilet dalam kamar itu dianter uncle Dony yah?" kata Alvaro di iyakan oleh bocah kembar itu
Akhirnya Aideen dan Kiraz diantar ke toilet dalam kamar pribadi milik Alvaro dalam ruang kerjanya.
" Kamu hutang penjelasan sama aku Sya.." ucap Alvaro menatap tajam Kiran yang kini menunduk
Bersambung...
__ADS_1