
"Assalamualaikum" mereka mengucap Salam saat ada di depan sebuah rumah.
" Wa'alaikum salam" jawaban dari dalam rumah
clek
"Elis.. Zafran lah... Kiran loh tu? " seorang wanita paruh baya membuka kan pintu untum mereka dan akhirnya mereka di perailahkan masuk.
" Makcik, pakcik pa kabar? " tanya Aisyah dengan ramah
"Baek Alhamdulillah, dah lah rehat dulu makcik buatkan air kejap" ucap Makcik Rokayah
"Makcik... pakcik Haslan mane? "tanya Kiran dengan sedikit teriak
" Sayang jangan teriak-teriak gitu" Alvaro mengingatkan
" Hehehe... udah biasa yang, kalau disini" jawab Aisyah santai
" Pakcik kau tuh masih dok surau, kejab lagi balek dah" kata Makcik Rokayah meletakkan air teh di atas meja.
" Kiran ade sape sape mau awak kenal kenalkan ke makcik ke? " ucap Mak Rokayah melirik Alvaro
" Owh.. lo ni, Kiran lupa ini suami Kiran makcik Dia nih.. Alvaro dan mas ini makcik Rokayah adik ipar ayah Hardi" Aisyah memperkenalkan suaminya pada makcik Rokayah
Semua sudah berkupul dan menikmati makan malam ala kampung.
Alvaro memang cepat beradaptasi dengan sekitar lingkungan nya sekarang.
__ADS_1
Keesokan harinya Mereka ke tempat perkebunan yang berisi tanaman obat.
Aisyah sangat antusias dan juga mengecek segala sesuatunya dengan sangat detail dan memang pergerakan Aisyah sangat terbatas karena kehamilannya.
Selama sepuluh hari Aisyah membawa Alvaro mengunjungi tempat di mana dia dulu waktu hamil twins dan menghapus coretan masa pahit dengan mengganti pengalaman manis dengan sang suami.
Aisyah sungguh menikmati waktunya dengan Alvaro,semua impiannya selama hamil Twins sudah terkabul.
Dan Alvaro sudah mengetahui soal Aisyah dengan segala macam bisnisnya dalam naungan Black Angel.
Setelah puas dengan apa yang mereka lakukan selama di Malaysia mereka kembali ke Indonesia.
Kehamilan Aisyah yang sekarang memang terliha yg lebih aktif.
Dua bulan kemudian, Kehamilan Aisyah telah menginjak 9bulan dan menanti kelahiran putra mereka.
Alvaro menjadi Seorang suami siaga, kurang dari dua minggu Aisyah di perkirakan akan melahirkan.
" Sebentar lagi, kakak...aku akan lahir. " jawab Aisyah dengan meniru suara anak kecil
"Asyikkkk.... adek sebentar lagi lahir.. " Seru Kiraz sangat semangat mendengar penuturan sang mommy
"Tapi, kalau adek kalian lahir harus di jagain yaa..??" ucap Alvaro bergabung dengan anak juga istrinya.
" Tentu dong dad... kami kan sayang sama adek" ucap Aideen
" Bagus.. bantuin mommy nya jagain adek nanti" Alvaro memeluk sang istri dan mencium perut buncit Aisyah
__ADS_1
" Daddy...geli ahh.." protes Aisyah saat Alvaro terus menciumi perut Aisyah
" Abis Daddy gemez sama adek mom..!! "ucap Alvaro dengan mencubit pipi Aisyah gemas
" Daddy Modus..!! " Teriak twins kompak
" Hahaha " Alvaro tergelak mendengar teriakan kedua anaknya
Alvaro dan Aisyah tertawa lepas melihat tingkah putri kecilnya yang merajuk.
.
.
.
Hari ini semua keluarga kecil Alvaro sudah berkumpul karena menjelang persalinan mereka semua seperti suami siaga semuanya.
Kadang Aisyah malah yang dia buat geleng-geleng kepala karena mereka sangat protetif dengannya.
Apalagi anaknya Aideen dan juga Alvaro mereka selalu menanyakan pertanyaan konyol mereka, seperti saat Aisyah merasakan pergerakan sang buah hati dalam perutnya akan merasa sakit karena anak nya yang sekarang sangat aktif.
" Ausssttt... nak " Lenguh Aisyah saat merasakan tendangan sang putra pada perutnya
"kenapa, adek maen sepak bola ya mom.. Adek.. kamu jangan buat mommy kaget baik-baik diperut mommy .. " Ucap Aideen dan mengelus perut sang mommy
Saat melihat Aideen mengelus sayang perutnya teringat saat dia hamil sikembar hanya dia yang selalu setiap saat berkomunikasi dengan ke dua anak dalam perutnya.
__ADS_1
Mengingat kejadian itu membuat Hati Aisyah sedih haru karena melihat sekarang anak itu sangat memperhatikan adik dalam kandungannya.
Bersambung