
" Dony tolong siapkan semuanya panggil Wo yang terbaik buat acara ini, trus sama urus semua keperluan seserahan dan segala pernak pernik apalah itu aku nggak tahu yang jelas aku kasih waktu seminggu " ucap Alvaro seenaknya
" Woiii...lo yang bener aja gw sendiri?" tanya Dony yang sedikit gondok dengan kelakuan sang sahabat
" Trus gw harus nyuruh siapa,lo asisten gw ,tangan kanan gw ..Inget Itu!!"ucap Alvaro (sekate-kate)
" Sultan mah bebas !!" gerutu Dony pada sahabatnya itu.
" Nanti gw sama Tyas juga bantuin kamu kok" ucap Alif menepuk bahu Dony
" Alhamdulillah, kalau jadi anak sholeh ..nggak ada yang nggak mungkin ..hahaha" ucap Dony
" Sombong lo " timpal Alvaro geleng-geleng dengan sikap Dony
" Sudah-sudah kalian istirahat dulu kamarnya saya sudah siapkan " ucap bu Dian menghampiri mereka yang sedang berbincang di ruang tamu.
.
.
__ADS_1
.
Sementara di dalam kamar Aisyah masih diam membisu dengan tatapan kosongnya.
" Mommy...jangan buat kita sedih tau. !!" ucap Kiraz memeluk tubuh mommy nya.
" Iya mom, abang sama adik takut tau..kalau mommy begini buat kita semua sedih ,buat daddy juga khawatir " kata Aideen memegang tangan sang mommy
" Hiks hiks hiks.. " Aisyah mulai menangis histeris
" Eyang uti ..mommy" teriak Kiraz pada sang nenek yang baru masuk membawa minum
" Syaa...kamu kenapa nak,sadar sayang..
" Bu..apa aku salah bu,apa Sya salah buat keputusan menikah dengan mas Al ..buat operasi ibu bisa terlaksana ,waktu itu aku takut ..aku takut akan kehilangan ibu,karena cuma ibu yang Sya punya ..hiks hiks" ucap Aisyah menangis pilu di pelukan sang ibu
" Kamu nggak salah nak ,kamu anak baik ,kamu mau berkorban demi orang yang kamu cintai ..ibu bersyukur punya anak seperti kamu nak coba kalau bukan kamu belum tentu ibu masih ada disini dan melihat kamu merasa bahagia,meluhat cucu - cucu ibu yang cerdas ..kamu nggak salah nak"ucap bu Ratna
.
__ADS_1
.
" Sayang kamu kenapa hemmm?" tanya Al saat masuk ke dalam kamar mereka melihat sang istri yang menangis di pelukan ibu mertuanya
" Mas..hiks hiks hiks.." Aisyah yang mendengar suara suaminya malah kembali menangis dan melepas pelukan sang ibu
Alvaro tahu dia sekarang dibutuhkan sang istri untuk tempat bersandar dan mengadu,Al mendekat ke arah tempat tidur dimana sang istri duduk bersandar sambil menangis pilu.
Bu Ratna beranjak dari tempat tidur dan memberikan ruang pada anak dan menantu nya untuk bicara berdua.
"Sayang ..look , jangan begini sayang ..aku sedih dan khawatir lihat kamu begini..coba cerita sama aku ,apa yang kamu rasakan ,apa yang harus mas perbuat biar kamu nggak nangis lagi..please sayang" ucap Alvaro manangkupkan tangan nya di pipi Aisyah dan menghapus air mata nya, mencium seluruh wajah istrinya.
" Mas,apa aku begitu murahnya ..karena aku menikah dengan kamu cuma karena biaya operasi ibu dan apa aku salah jika aku cinta sama kamu ,aku ingin selamanya sama kamu,aku nggak mau kehilangan kamu lagi apalagi sekarang ada twins yang butuh daddy nya." ucap Aisyah dengan masih sesegukan karena menangis
" Sayang ,selama ini yang buat aku bersyukur karena aku dipertemukan sama wanita polos, baik,trus penyayang keluarga nggak banyak seorang anak yang rela mengorbankan kebahagiaan nya demi nyawa seorang ibu yang melahirkannya ke dunia,ada juga yang hanya bisa menangis ,tapi..kamu tidak sayang ..kamu mati matian berjuang di tempat asing dan nggak ada saudara pun di sana ,aku sayang sama kamu dan jangan pernah berpikir kamu merasa murah atau pun apa yang membuat dirimu terlihat buruk sayang ..kami semua menyayangimu,kamu adalah bidadari tak bersayap kami" ucap Alvaro memeluk erat tubuh istrinya.
" Terima kasih ya mas,hati aku sudah sedikit tenang.." kata Aisyah
" Iyaaa..sekarang senyum dong,istri cantik ku..hmm?" rayu Alvaro
__ADS_1
Aisyah mendengar ucapan manis suaminya langsung tersenyum lebar ,dan dia merasa beruntung dengan apa yang dia punya saat ini.
Bersambung..