
Akhirnya Tyas menjelaskan pada Aisyah kalau Alvaro menyuruh Tyas untuk menyediakan Catring untuk orang yang ada di rumah Bu Ratna karena Orang tua nya akan datang tanpa sepengetahuan Aisyah.
Aisyah memang sangat terkejut dengan ke datangan mertua dan juga orang tua angkatnya.
Setelah semua pesanan Tyas di tata rapi di meja makan mereka kembali ke depan untuk bergabung dengan yang lain .
Waktu menunjukkan jam lima sore ,namun Alvaro juga ketiga pria lainnya belum juga kembali sampai magrib pun tiba mereka belum menunjukkan tanda-tanda untuk pulang
Jam Tujuh malam terdengar suara mobil berhenti di halaman bu Ratna.
" Assalamu'alaikum" salam terdengar dari luar rumah.
" Wa'alaikumsalam" jawab mereka yang ada di dalam rumah.
" Mas kok baru pulang,kalian dari mana? seharian aku telepon hanphon nggak aktif semua kalian sengaja mau ngerjain aku?" Aisyah terus saja ngomel tanpa lihat di sekitarnya orang yang ada disana sudah dibuat geleng-geleng .
" Sabar sayang,suami kamu baru pulang ..disuruh duduk dulu ,kasih minum,siapin air mandi ,siapin keperluan suami kamu dulu yahh !!" bisik bu Ratna pada anak perempuannya
"Maaf bu ,habis dari tadi Sya telp.Mas Al nggam aktif terus ponselnya,mereka pun sama ..Aisyah cuma khawatir saja " ucap Aisyah lirih seperti berbisik
" Maaf ya ..tadi,ponsel kita semua nggak ada sinyal sama sekali jadi ,nggak bisa hubungin siapapun trus kamu pun nggak bisa telpon aku."ucap Alvaro memeluk mesra Aisyah
" Mommy kenapa sih,marah-marah sama Daddy ..kan biasa nya juga di tinggal kerja mommy biasa saja,mommy tuh kenapa jadi manja sama Daddy" protes Kiraz dengan sibuk mengunyah snack di mulut nya
" Mommy tak manja ,mommy cuma khawatir daddy kenapa - kenapa " elak Aisyah tak mau kalah dengan sang putri
" Sudah ya..adik tak boleh cakap macam tu kat mommy ,dah Aisyah bawa suami mu pergi mandi baru makan yaa.." lerai bunda Dewi mengusap lembut lengan Aisyah
Akhirnya Aisyah dan juga Alvaro masuk kekamar mereka.
" Aneh kenapa mommy jadi manja begitu sih, biasanya mommy nggak begitu." ucap Aideen melihat mommy dan Daddy nya masuk kekamar.
__ADS_1
" Abang,adik ..kalaulah kalian bedua nih dapat adik baby mau tak?" tanya Bunda Dewi
"Mau,mau ..kita mau punya adik opah " ucap Kiraz
"Kalau kalian mau punya adik,masa Kiraz masih di panggil adik juga?" seloroh bunda Salma ibu dari Alvaro
" Kalau Kiraz dapat adik Kiraz mau dari sekarang dipanggil Kakak bagaimana oma?" tanya Kiraz pada oma Salma
" Bagus dong dari sekarang kita panggil Kiraz dengan Kakak Kiraz" ucap oma Salma
"Yeayyy..Kiraz mau punya adik..yeahh !!" Kiraz sangat senang ingin punya adik
" Emang kamu doang yang mau punya adik, Abang juga.." ucap Aideen cuek
"Hahahaha..." mereka yang ada di ruang tamu tertawa bahagia
.
.
.
" Daddyyyy...no.!! Kiraz sekarang nggak mau di cium-cium sama Daddy,Kiraz sudah besar terus kita juga mau punya adik..masak kalau punya adik kecil masih manja di cium-cium daddy,memang nya mommy yang manja sama daddy" ucap Kiraz nyerocos ngoceh tanpa rem.
" Heyyyy...mommy nggak manja yah, trus tadi adik bilang apa..?" ucap Aisyah
" No !! call me Adik ,call me Kakak mommy !!" ucap Karaz mencebikkan bibirnya
" Aouuwalahhhh...comel nya anak mommy,oke Kakak Kiraz , why are you called big sister?" tanya Aisyah pada Kiraz yabg masih memanyunkan bibirnya .
" Because I want to have a sister." jawab Kiraz dengan senyum merekah
__ADS_1
" Siapa bilang kamu mau punya adik?" tanya Aisyah kembali..
" Everyone here" jawab Kedua anak kembar itu kompak
" Wahh..are you happy to have a sister?" tanya Alvaro dengan senyum menggodanya melirik sang istri
" Nggak ,mereka saja masih kecil..mereka masih butuh kasih sayang kita ,terutama kamu ..jadi, NO!!" ucap Aisyah belalu pergi
.
.
Aisyah merasa kesal karena semua orang mengharap kedua anaknya mendapat adik lagi,sebenarnya Aisyah ingin juga memberikan mereka adik ,namun jika ingat akan masa lalunya kedua anak nya belum lama mendapat kasih sayang seorang ayah,dia takut jika dia ada anak lagi kedua anaknya merasa tersisih oleh kasih sayang sang daddy yang terbagi.
" Sayang,sudahlah..jangan di pikirin gitu dong...karena kita kan nggak tahu rejeki buat dapet anak lagi kapan ,aku paham perasaan kamu.." ucap Alvaro menatap sang istri yang masih terlihat kesal.
" Sekarang kita kedepan, ada sesuatu yang ingin kita bicarakan ..masalah anak kita serahkan pada yang maha kuasa ..oke??" kata Alvaro mendapat anggukan sang istri
Mereka akhirnya duduk di ruang tamu,suasana malam ini terlihat berbeda karena semua orang berkumpul di rumah Aisyah ,ada juga paman Aisyah ,adik dari sang ibu .
"Ada apaan nih,tumben semua keluarga kumpul disini..tapi, semuanya nggak ngasih tahu apapun sama aku ..jangan-jangan ada hal penting yang ingin disampaikan " Batin Aisyah memicingkan matanya
" Semuanya sudah kumpul nih yah,saya sekeluarga ingin menyampaikan sesuatu pada keluarga di sini ,yaitu keluarga bu Ratna" ucap baba Salem
" Assalamu'alaikum Wr Wb,malam semuanya ..maaf jika moment ini yang seharusnya kami lakukan pada sekitar enam tahun lebih yang lalu ..kami ingin membenarkan sangkaan orang kami bermaksud ingin mengadakan resepsi pernikahan Alvaro dan juga Aisyah di desa ini" ucap Baba Salem
Duarrrrrrš„š„
Bersambung...
__ADS_1