
"loh kenapa nek" tanya Aleena begitu penasaran
"ahh nenek mah nggak asik, masak mau dibocirin ke kakak ipar malu tauu"
"nggak papa jadi tuh gini.....
Mulailah Bunga menceritakan betapa konyolnya cucunya dulu, tak jarang ia menceritakan dengan tertawa kala mengingat kejadian itu.
Sedangkan Azkara sendiri sudah menekuk mukanya hingga bibirnya maju lima cm.
"Kamu kenapa dek" tanya Azriel yang baru datang
"tuh nenek sama kak Aleena nggak asik banget, masa nenek bongkar aib aku ke kakak itu kan udah lama bangett" kesal Azkara yang entah itu bercanda ataupun serius
"Kamu nggak usah aneh aneh ke adikku, ngapain juga harus tanya tanya sampai situ" tegur Azriel kepada Aleena, pedas memang setiap omongan Azriel yang ditujukan kepada Aleena
"ma-maaf" jawab Aleena merasa bersalah hingga akhirnya ia menunduk tak berani mengangkat kepalanya. Apalagi menatap Azriel, itu adalah suatu yang sangat mengerikan bagi Aleena.
Sepanjang makan malam Aleena lebih banyak diam, walau banyak yang mengajak berbicara namun ia hanya menjawab seperlunya.
Ia takut untuk kembali bertanya atau pun sekedar bercerita, karena tatapan mata Azriel begitu tajam kepada Aleena.
Sampai di pukul setengah sepuluh Aleena pamit untuk naik kekamar, dan merebahkan diri diatas lantai beralaskan karpet yang lebih tebal dari yang ada dirumahnya dulu.
__ADS_1
Bagi Aleena sekarang tidur dilantai sudah menjadi hal biasa, dirinya pun sudah bisa bersahabat dengan hawa dingin apalagi mulai malam ini dikamar Azriel terdapat ac.
Tak pernah sekalipun Azriel memberikan Aleena selimut ataupun bantal, jadi bila tidur Aleena harus mengenakan jaket dengan harapan dirinya tak masuk angin.
Dilantai dasar keluarga Pradania masih berkumpul,
"Zriel, ingat Kakek dan Papamu tak pernah menjadi lelaki kasar bila memang pasangan kita salah maka tegurlah dengan lembut. Bukan maksud Kakek menyalahkanmu atas teguran mu kepada Aleena tadi tapi belajarlah lebih lembut kepada pasanganmu, kami tadi hanya sebatai candaan adikmu pun tak menganggap itu serius"
"iya kek"
Setelah mendengar nasehat dari kakek dan papanya Azriel masuk kedalam kamar dan mendapati aleena tengah tertidur meringkuk diatas lantai.
Sepertinya hatinya seakan terketuk namun egonya yang tinggi membuatnya enggan peduli. Sekarang Aleena tak perlu disuruh maka ia akan tidur silantai, walau sebenarnya dikamar Azriel ada sofa yang mampu menampung tubuh aleena yang mungil tersebut.
Tak memperdulikan Aleena yang seperti kedinginan, Azriel segera naik ke ranjang dan menutup dirinya dengan selimut.
Di rumah Andi, dirinya dan sang istri belum tertidur. Mengingat kembali saat aleena belum menikah dan masih berada dirumah yang sama.
Sekarang rumahnya terasa sepi, baru satu hari ditinggal Aleena saja Laras sudah teramat rindu, apalagi seterusnya.
"sepi ya pak, nana nggak ada"
"nggak boleh gitu buk, Aleena kan sekarang udah punya suami jadi kita juga harus maklum"
__ADS_1
"iya pak tahu, sekarang makin sepi aja"
"ya udah tidur gih buk, udah malem"
Tinggal seatap, jarang berpisah membuat Laras kagok jika berjauhan dengan putrinya.
Pagi menyapa, seperti biasa Aleena bangun pukul 4. Dia masuk kekamar mandi untuk mandi setelah itu sholat subuh, barulah dia akan membangunkan azriel setelah sholat subuh.
"disini dinginnya berkali-kali lipat, apa mungkin ada ac nya ya sampe sedingin ini" gumam Aleena dalam hati
Tak ingin terlalu lama dikamar mandi Aleena segera memakai pakaiannya dan keluar.
Ia pakai mukena miliknya yang ia bawa dari rumahnya kemarin, kemudian ia lekas menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"bang bangun, waktunya sholat subuh udah Aleena siapin air hangat nya"
"hemm"
Memastikan Azriel sudah bangun Aleena berjalan kearah lemari dan mengambil setelan baju kantor Azriel.
Karena memang Azriel sudah masuk kamar mandi maka Aleena segera turun untuk membantu membuat sarapan.
"pagi mbok" sapa Aleena kepada Mbok Sri, sekarang dia sudah tahu bahwa semua keluarga Pradania memanggil art tersebut dengan sebutan mbok.
__ADS_1
"pagi juga mbak Leena"
"sini biar leena yang kerjain mbok" ucap Aleena mengambil alih sayuran yang sedang dipotong Mbok Sri