
Bang Azriel
"na, nanti malam dinner yuk"
^^^Azkiyaaja^^^
^^^"lihat nanti ya bang, andra lagi rewel nggak tega kalau ditinggal"^^^
Bang Azriel
"loh andra sakit? sakit apa?"
^^^Azkiyaaja^^^
^^^"demam bang, mungkin karena pilek juga jadinya rewel nggak mau ditinggal"^^^
Bang Azriel
"yaudah nanti abang kesitu, mau dibawain apa?"
^^^Azkiyaaja^^^
^^^"minta tolong beliin obat penurun panas balita aja bang"^^^
Usai percakapan singkat dengan Azriel , Aleena kembali fokus kepada Andra. Akhir-akhir ini dia sedikit kuwalahan dengan kesibukannya, tapi dirinya juga bersyukur diberikan nikmat sehat oleh Allah.
2 minggu lalu Naya mengundurkan diri, ternyata ibunya menginginkannya kembali jadilah dia resign dari Aleena.
Sedangkan Yeni dia 3 hari yang lalu mudik karena anaknya sakit jadilah dia meminta izin.
__ADS_1
Sekarang Azriel sudah berada didalam lift yang akan mengantarkan nya ke kamar apartemen Aleena, karena sudah lumayan sering kesini Azriel sudah semakin hafal mungkin sudah hafal daripertama kesini.
"assalamualaikum"
"wa'alaikumussalam sebentar"
Kini Aleena keluar membukakan pintu untuk Azriel, sedangkan Andra sudah kembali tertidur.
Azriel dan aleena masuk beriringan, diranjang terlihat Andra sedang tertidur dengan pulas. Meski baru 2 hari demam berat tubuh Andra terlihat lebih ringan dari sebelum sakit.
"kita ke dokter aja yuk" ajak Azriel
"sebentar bang, kita kasih obatnya aja dulu nanti kalau udah mendingan ya alhamdulillah kalau masih panas baru kita bawa ke dokter, nggak tega Aleena lihat dia disuntik"
"duh, ternyata bukan adenya yang nggak mau ke dokter tapi bundanya takut lihat suntik" Azriel menarik Aleena ke atas pangkuannya, toh juga dirinya dan Aleena halal juga pikirnya.
"kenapa sih sayang, abang cuma mau sebentar lho kita nggak pernah seperti ini"
"makanya sabar ya abang ganteng" ucap Aleena namun di akhir katanya sangat amat lirih, jika saja posisi mereka ini berjauhan maka Azriel tak akan mendengar perkataan tersebut.
"duh dipanggil ganteng, salting deh abang" goda Azriel
"udah ah, abang mau minum apa atau mau makan?" tanya Aleena mengalihkan topik pembicaraan
"makan kamu boleh?" goda Azriel lagi dengan menaik turunkan alisnya
"ihhh, sana-sana jauhan"
.
__ADS_1
.
.
Setelah tadi bangun tidur dan kembali rewel, karena tak tega dan hari sudah hampir petang Azriel membantu Aleena mengasuh putranya.
Ajaib sekali, dalam dekapan Azriel Andra sama sekali tak rewel hal itu membuat hati Aleena teriris.
Ia merasa menjadi ibu yang sangat tega kepada putranya, dengan memisahkan putranya dengan sang ayah.
"Maafin buna ya sayang, sebentar lagi okee. Ade bantuin bunda sembuhkan semua ini, ade bantu bunda lupain masa lalu itu bunda nggak mau nantinya jika bunda belum sembuh akan membuat ayah tersinggung dengan sikap bunda, jadi tunggu sebentar lagi kata dokter bunda hampir sembuh dan nanti kalau bunda udah sembuh kita bakal bareng sama ayah" batin Aleena, tak sadar ia meneteskan air mata
Selama ini, lebih tepatnya beberapa bulan lalu saat Azriel sudah mulai memperjuangkan dirinya, Aleena berniat untuk sembuh dari ketakutannya tentang Azriel.
Tak ada siapapun yang tahu bahwa Aleena diam diam pergi ke psikiater untuk menyembuhkan traumanya dengan kekerasan yang Azriel pernah lakukan kepadanya dulu.
Bagi Aleena, setiap orang pasti punya kesalahan begitupun dirinya. Mungkin dia sudah merasa baik menurut penilaiannya sendiri, namun justru ia akan mempunyai sisi buruk dicatatan orang lain.
Begitu pun manusia pada umumnya, mereka mempunyai kelemahan dan juga titik salah, tidak menjadi alasan jika hanya dengan satu kesalahan orang tersebut dicap buruk.
Jika Allah saja maha pengampun lantas kenapa kita hambanya tidak mempunyai sikap pemaaf, karena dengan kesalahan kita dapat belajar dan akan menjadi pelajaran untuk kedepannya.
Kita belajar untuk salin menghargai dengan orang lain maupun pasangan kita, dan menjadi pelajaran bahwa tidak selamanya hubungan itu berjalan mulus, seperti jalan pasti ada kerikil kecil maupun lubang begitu pula dengan kisah hidup kita semua.
Kadang kita merasa paling sempurna dengan tahta kita yang berada di atas namun tak pernah melihat kebawah, kadang pula kita memangdang rendah kepada orang yang hartanya lebih kecil dari kita.
sering menyombongkan apa yang kita punya, bersedekah hanyalah untuk mendapat pujian semata karena menurut orang tersebut itu akan menjadi konten (naudzubillah)
Semoga kita semua dijauhkan dari semua perbuatan yang tidak memberikan manfaat, dan senantiasa dilindungi dari perbuatan yang hina.
__ADS_1