Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 21


__ADS_3

Hari ini Aleena dan buna Erlin pulang dari usg terakhir untuk dede bayinya. Dan jika tidak maju atau mundur kemungkinan 2-3 minggu lagi akan lahir cucu pertama di dua keluarga.


"em bun"


"apa sayang"


"boleh Aleena minta tolong?"


"boleh dong"


"Aleena pengen makan soto, tapi buna yang bikinin"


"oke nanti sampe rumah buna bikinin"


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan, jika ditanya Aleena sudah pindah dari kos waktu itu belum jawabannya tentu sudah.


Buna Erlin dan papa Restu membelikan sebuah apartemen yang tak jauh dari mansion dan disana juga ada satu asisten rumah tangga bernama Naya yang akan menemani aleena.


Bagaimana buna Erlin bisa tidur jika Aleena terus menerus berada dikontrak an tersebut, beliau saja memohon kepada suaminya hingga terwujudlah saat ini.


Sampai rumah buna segera berganti baju dan bersiap terjun kedapur, Aleena? dia diminta duduk manis dengan menyemil buah-buahan oleh buna Erlin.


"assalamualaikum ara pulang" teriak gadis yang masih saja sama seperti dulu.


"wa'alaikumussalam" sahut buna Erlin dan Aleena


"jangan teriak teriak dek, udah gede lho" tegur buna Erlin

__ADS_1


"pis buna" jawabnya sembari menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


Usai bertukar sapa Azkara berganti baju kekamarnya lebih dulu, dirimya pun tak sabar makan soto buatan bunanya karena sudah lama sekali ia tak makan soto.


Diam-diam Azkara mengabari Azriel untuk segera pulang, dia memang sudah bertekad untuk menyatukan kabang dan kakak iparnya.


Keponakannya harus mengenal ayahnya, bukan hanya mengenal bundanya saja.


"wa'alaikumussalam Dita, ada apa?" Dimeja makan Aleena mendapat telepon mendadak dari asistennya ia mengabari bahwa ada rapat yang akan dilakukan sore ini.


"yaudah sebentar saya kesana"


"wa'alaikumussalam"


Karena memiliki tanggung jawab Aleena tak akan membiarkan saja, karena disana dialah pimpinannya.


"loh sotonya gimana nak"


"nanti aja buna, kalau Aleena nggak mampir simpan aja besok Aleena kesini diangetin. Assalamualaikum"


"wa'alaikumussalam"


Aleena pergi diantar oleh pak Basri sopir keluarga pradania, ia bisa menaiki mobil tapi karena saat ini tengah hamil ia membatasi menaiki kendaraan yang sedikit berbahaya untuk ia lakukan sendiri.


Sekitar 15 menit lalu Aleena pergi, Azriel sudah memakirkan mobilnya dihalaman rumahnya.


"assalamualaikum"

__ADS_1


"wa'alaikumussalam tumben"


"kata adek buna mau ngomong sama abang"


"nggak tuh, adek aja yang iseng"


Yap, buna Erlin sudah sepakat dengan papa restu untuk menyembunyikan Aleena terlebih dahulu dan memberi sedikit pelajaran kepada putranya.


Seenaknya saja memperlakukan wanita seperti itu, dia bahkan tidak berfikir jika buna dan adik perempuannya yang diperlakukan seperti itu.


"oh ya, Aleena nggak diajak kesini?" pancing buna Erlin


"eh anu em itu bun Aleena diapartemen tadi" jawab Azriel kebingungan


"kok nggak diajak, padahal buna kangen lho sama Aleena"


"dia nggak mau buna"


Malam menyapa, Aleena tak jadi mampir karena dia juga belum pulang dan masih dibutik.


Alhamdulillah ada sebuah perusahaan yang ingin mengajaknya bekerja sama, ia fikir itulah rezekinya dan putranya nanti.


Kini papa Restu sudah pulang dan mereka kini berkumpul diruang keluarga, dengan menikmati soto buatan buna Erlin yang sebenarnya ia buatkan khuhus untuk Aleena kini juga dinikmati oleh suami serta anak-anaknya.


Tapi tentunya buna Erlin juga sudah menyisakan untuk aleena yang nanti akan diantar setelah Azriel pulang.


"Zriel, aleena udah isi belum?" tanya papa Restu

__ADS_1


"belum yah doanya" sudah buna Erlin dan papa Restu tebak karena Azriel memang tidak mengetahui keseharian aleena.


__ADS_2