Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 33


__ADS_3

… Teman teman hari ini kan ada yang ulang tahun


Kita nyanyi sama sama yuk (yuk)


… Selamat ulang tahun kami ucapkan


Selamat panjang umur kita kan doakan


Selamat sejahtera sehat sentosa


Selamat panjang umur dan bahagia


… Panjang umurnya panjang umurnya


Panjang umurnya serta mulia


Serta mulia serta mulia


… Panjang umurnya panjang umurnya


Panjang umurnya serta mulia


Serta mulia serta mulia


… Tiup lilin nya tiup lilin nya


Tiup lilin nya sekarang juga


Sekarang juga sekarang juga


… Tiup lilin nya tiup lilin nya


Tiup lilin nya sekarang juga


Sekarang juga sekarang juga


… Potong kuenya potong kuenya

__ADS_1


Potong kuenya sekarang juga


Sekarang juga sekarang juga


Andra meniup lilin dibantu dengan ayah bundanya, meski Aleena dan Azriel belum juga bersama namun kini mereka sudah sangat dekat dan lengket sekali.


Bahkan tak jarang Azriel tidur di apartemen Aleena, meski pertama Aleena keberatan namun sekarang tidak malah keterusan mungkin.


"horeeee" teriak heboh para anak anak komplek perumahan green forest, tempat tinggal buna Erlin dan Papa Restu.


"selamat ulang tahun sayangnya ayah sama bunda" ucap Aleena


"atih uda, dede uan tun huee" (makasih bunda, dede ulang tahun ya horree) author bantu terjemahin sedikit, karena Andra masih pake bahasa pelanet


"duhh gantengnya onty ulang tahun nih cium-cium yuk ontynya"


"anan ium ium ti" (jangan cium cium onty)


"yaudah deh, padahal onty mau kiss dede tapi dede nggak mau hiks" mulai lah drama Azkara


"yaudah ayah dede onty ambil" goda Azkara


"abin ja, dede ma uda" (ambil aja, dede sama bunda)


"hahaha" tawa semua orang pecah, untung saja tamu undangan sudah banyak yang undur diri


"dede ikut uyut aja ya di surabaya, mau nggak" tanya uyut Bunga


"dak au ya, dede au ma uda ma yah" (nggak mau ya, dede mau sama bunda sama ayah)


.


.


.


Tak terasa malam semakin larut, semua orang sudah tertidur begitu pula bocah satu tahun yang baru saja merayakan ulang tahun pertamanya siang tadi.

__ADS_1


"sayangg" panggil Azriel dengan memeluk Aleena dari belakang


"ish abang lepas, mau apa sih"


"mau kamu, abang pengen kita tinggah bareng tapi kamu selalu suruh abang tunggu. Abang nggak sanggup lihat kamu sama si radit itu" ucap Azriel menyampaikan apa yang ia rasakan


Sebenarnya Aleena sudah sembuh dan siap jika Azriel memintanya untuk bersama tapi karena Azriel belum kembali mengutarakan Aleena pun belum bicara dengan Azriel.


"bismillah aleena mau kembali sama abang" lirih Aleena


"beneran?"


"iya abang sayang" entah keberanian dari mana Aleena mencium singkat pipi Azriel


"kamu udah berani sekarang ya" ucap Azriel dengan memberikan ciuman bertubi-tubi kepada Aleena


"geli ah bang sana, aleena mau beresin ini sebentar"


"yaudah abang tunggu"


"mata abang udah merah loh, sana tidur duluan besok abang kerja kan"


"bentar tungguin kamu"


"tau ah keras kepala" rajuk Aleena berpura-pura


"hem iya sayang"


Azriel berjalan kearah ranjang dan merebahkan dirinya disamping sang putra, tak lama disusul Aleena yang sudah tak mengenakan hijab lagi.


"Sayang, nanti kita tinggal di apartemen atau dirumah abang?"


"emang abang punya rumah?" tanya Aleena balik.


"punya, nggak seberapa besar sih dan nggak terlalu jauh juga dari sini"


"Aleena ngikut abang aja sih, terserah mau abang ajak Aleena kemana pun jarena sekarang kan Aleena udah jadi istri bang beneran"

__ADS_1


__ADS_2