
"sayang, udah sampe bangun dulu gih" bisik Azriel
"enghh" lenguh Aleena sembari membuka mata
"udah sampe dari tadi ya bang?" tanya aleena dengan berusaha duduk, rasanya ia sedikit lebih baik daripada awal ia menaiki kereta besi ini.
"baru aja, yaudah masuk yuk andra udah didalem sama buna"
"lanjut didalem ya istirahatnya, disini nggak nyaman"
cup
Belum sempat menjawab sebuah kecupan lembut mendarat dibibir aleena, siapa lagi pelakunya jika bukan sang suami.
"ih minggir dulu sana, bunda mau turun" usir Aleena karena Azriel tak segera menjauh dari depannya.
Mereka kini tengah di mansion, buna Erlin tadi sempat meminta agar mereka beristirahat terlebih dahulu di mansion, selain itu buna Erlin juga ingin berkumpul dengan anak, menantu dan cucunya.
Tak disangka, sebuah pesan dari nomor asing tengah berada diantara barisan chat milik Aleena, disana tertulis seperti sebuah ancaman dengan noda darah dikertas tersebut.
"silahkan tertawa sebelum milikmu menjadi milikku"
__ADS_1
Begitu kiranya isi dari chat yang berisi gambar tersebut, beruntung Aleena belum membuka ponsel sedari tadi.
Disisi lain seorang wanita terlihat begitu puas setelah mengirim pesan tersebut, ia tengah berbahagia dengan ditemani seorang pria muda dan beberapa botol minuman keras. (bukan es batu ga ges!)
"sayang, mari kita bersenang senang malam ini" bisik seorang pria dengan menyentuh beberapa bagian tubuh si wanita.
"okay baby, I'll give my best for tonight"
Tanpa aba-aba si pria langsung mengangkat tubuh wanitanya dan masuk ke kamar disebuah apartemen.
Di mansion karena hari sudah malam maka mereka sudah kembali ke kamar masing-masing, tapi tidak dengan andra yang memilih untuk tidur dengan kakek neneknya.
"astagfirullahaladzim" kaget Aleena ketiga membuka ponsel, tapi setelah sadar ia memilih menutup rapat kembali mulutnya.
Mengingat ia tak banyak musuh, hanya ada si ulat keket itu maka fikiran Aleena jatuh ke Lyora.
Bukan bermaksud suudzon, cuma kan dia yang sedang menyusun rencana untuk menghancurkan rumah tangganya, pikir Aleena.
"emang saya tertawa? enggak kok malah ini saya sedang senyum lihat wajah tampan suami saya" balas Aleena dengan senyum mengejek.
Dengan segera ia menutup ponselnya kala mendengar pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
"lagi apa sayang, bahagia banget kayaknya"
"habis baca novel eh tokohnya idaman banget pengen deh itu si fiksi dateng ke adek, bahagia deh"
"ihh jadi nggak bersyukur dapet suami ganteng, sispax, kaya, loyal, baik hati dan tidak sombong kaya abang gini" sempat sempatnya narsis Azriel
"enggak" jiwa jahil Aleena meronta-ronta
"terus idaman adek gimana?" tanya Azriel memancing
"yang sholeh, rajin ibadahnya, akmil, tegas dan dingin kayak kutub utara duh pasti so sweet" mulai deh Aleena terbawa dengan dunia fiksinya, keknya ketularan ayis deh.
"kalau abang tipenya gimana?" pancing Aleena balik dengan tersenyum girang kala melihat wajah Azriel ditekuk
"kayak author yang baik dan cantik paripurna ini hahahahaha"
"ih nggak boleh, author katanya mau fokus sekolah katanya tadi chat Aleena"
"eaa cemburu" goda Azriel
Seperti inilah cewek, ia yang menggoda ia pula yang merajuk, pikir Azriel.
__ADS_1
#holla lama nggak update nih ayis, oh ya ayis itu panggilan saya kalau didunia nyata jadi mulai sekarang saya nggak mau panggil diri saya sebagai author karena masih belum pantes aja. soo kalian panggil aja ayis atau apalah yang penting kalian nyama itu aja.
Dan ya kalau masih salah atau kurang gimana gitu ingetin ya biar ayis perbaiki. See you