
Usia kandungan Aleena sudah memasuki bulan ketujuh atau bisa dibilang sudah hampir bulan ke delapan, banyak hal yang dia lewati sendirian.
Tak ada satupun diantara keluarganya dan keluarga Azriel yang mengetahui bila ia tidak tinggal bersama Azriel.
Sedangkan di ibu kota Azriel semakin uring-uringan, tidak adanya Aleena membuat hidupnya berantakan dia selalu bangun terlambat, tidak ada yang mengurusnya karena memang ia tak pulang kerumah buna Erlin.
Azriel baru menyadari, ada perasaan lebih darinya untuk Aleena tapi kenapa bodohnya dia baru menyadari saat aleena sudah pergi, kemana saja dia kemarin-kemarin.
Beberapa hari lagi Aleena akan kembali ke jakarta, sesuai dengan rencana dia sebelumnya. Hari ini dia berencana untuk memberikan surat pengunduran dirinya kepihak butik.
Memang berat meninggalkan kota ini, sudah banyak sekali kenangan yang aleena dan teman-teman barunya buat.
Perginya Aleena nanti pastinya membuat orang terdekatnya disini merasa kehilangan sosok teman yang sangat asik.
Namun aleena juga harus mempersiapkan dirinya untuk beberapa bulan kedepan, ia akan menjadi single parent untuk putranya.
Yaps, anak pertama Aleena laki-laki menurut pemeriksaan dokter. Aleena sendiri tak terlalu mempermasalahkan soal jenis kelamin yang terpenting nanti jika sudah lahir putra atau putrinya lahir dengan selamat.
__ADS_1
Dimansion keluarga Pradania buna Erlin dan Azkara sedang duduk santai dihalaman bepakang yang dulu sempat Aleena tanam beberapa tanaman.
"bun, kak Leena lama banget ya nggak main kesini"
"iya, abangmu juga udah jarang banget kesini"
"kenapa ya setiap ara mau main ke apartemen bang Azriel pasti nggak dibolehin"
"paling bang Azriel sibuk dan nggak mau kak Leena kecapean"
...****************...
Ada keinginan dalam dirinya untuk menjadi lebih baik dari sekarang, dengan memulai menutup aurotnya.
Penampilan aleena jauh lebih sopan dari kemarin, meski kemarin terbilang sopan namun dengan gamis beserta hijab pasmina yang melekat ditubuh Aleena membuatnya lebih anggun.
Design yang pernah Aleena buat dulu pun ada beberapa atau sebagian banyak ia ubah menjadi gamis, tak mengurangi keindahan dari design tersebut tentunya.
__ADS_1
Saat ini Aleena sudah beberapa hari di jakarta, tanpa ia sadari ternyata ruko yang ia bangun jaraknya tak terlalu jauh dengan perusahaan Azriel.
Namun, karena belum pernah tahu dimana perusahaan Azriel jadi Aleena tidak menyadarinya.
"alhamdulillah ya bu, semoga kedepannya butik ini semakin maju dan berkah selalu" ucap Dita yang menjadi asisten aleena.
"amiin, kita kembangin sama-sama ya dit"
Aleena collection nama butik yang baru saja dibangun, namun sudah terisi penuh oleh pakaian yang Aleena rancang sendiri designnya.
Tak hanya pakaian wanita, namun juga ada pakaian pria, anak-anak, peralatan sholat dan lain sebagainya.
Mendirikan bisnis bukan hanya sarjana yang bisa, namun lulusan sma saja bisa asalkan ada niat dan ketekunan dari seseorang tersebut.
Aleena bangga kepada dirinya sendiri karena dapat berdiri sampai dititik sekarang ini, dulu ia fikir tak mungkin mimpinya menjadi designer dapat terwujud mengingat dia hanya bermodalkan ijazah sma.
Tetapi, kun fayakun jika Allah sudah berkehendak maka yang mustahil bagi diri ini akan terwujud dalam kuasa Allah.
__ADS_1
"Ya Allah hamba bisa di titik ini atas kuasamu, ridha-mu serta ridho orang tuaku. Jika engkau menitipkan banyak cobaan dan ini hasilnya hamba bersyukur sangat kepada-mu, jadikanlah ini sebagai ladang rezeki bagi hamba berikanlah keberkahan didalam usaha kecil hamba "