Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 30


__ADS_3

Kini sudah satu minggu setelah pertemuan antara Aleena Collection dengan Dirgantara Group dilakukan, sering sekali Radit mengirim chat kepada Aleena kadang isinya hanya sebatas spam saja.


Aleena pun sudah kembali ke kamarnya di mansion, bukan karena tak mau satu ranjang dengan Azriel namun dia merasa kurang nyaman tidur disana.


"na.. besok libur kamu ada waktu nggak" begitu isi pesan yang masuk ke ponsel Aleena.


"maaf pak, saya mau menemani putra saya imunisasi"


.


.


.


Hari senin sudah kembali ke aktifitas biasanya, sekarang Aleena sudah mulai aktif di butik meski begitu ia tetap meluangkan waktu untuk putranya.


Sore ini karena tidak membawa mobil tadi Aleena menunggu taksi yang lewat didepan butiknya, lama menunggu ia di kejutkan oleh mobil alpard yang berhenti tak jauh dari tempatnya duduk.


Terlihat keluar sosok laki-laki yang masih menggunakan setelah jas, benar sekali dia adalah Radit yang menghampiri Aleena.


"assalamualaikum"


"wa'alaikumussalam"

__ADS_1


"mau pulang na"


"iya pak, masih nunggu taksi nggak biasanya nggak lewat gini"


"ayo saya antar saja"


"terimakasih pak nanti malah merepotkan"


"nggak ayo" Sebenarnya Aleena tak enak hati karena dia pun baru mengenal Radit 1 minggu lalu, kedua ia adalah wanita yang berstatus menjadi istri bagaimana pun akan timbul berita nantinya.


Tapi alhamdulillah didalam mobil ada supir Radit yang selalu mengantar dan menjemput nya, sebenarnya bisa saja Aleena menolak namun saat ini hari sudah semakin gelap dan sedikit mendung.


Saat Aleena berbincang dengan radit dan masuk kedalam mobil Radit ternyata diseberang sana ada sosok yang terbakar api cemburu.


Raut wajahnya tak bisa berbohong, ia masih menampilkan wajah garang dan kesalnya yang membuat siapapun akan lari melihatnya.


Diperjalanan Aleena hanya menjawab seperlunya saja pertanyaan dari radit, Hingga mereka kini sampai di pelataran mansion Pradania.


Tak lama setelah mobil yang di tumpangi radit berjalan, kini mobil Azriel sudah terparkir di garasi mansion keluarganya.


"baru pulang bang" sapa Aleena


"hem" singkat, padat dan sangat sangat tidak jelas jawaban yang dikeluarkan Azriel.

__ADS_1


"Aleena duluan bang" pamit aleena dan tidak mendapat jawaban apapun dari Azriel


Malam hari ketika semua kumpul diruang keluarga, Azriel tak bersuara bahkan dia tak melirik Aleena seperti hari hari sebelumnya.


Bahkan untuk menyapa putranya saja tidak, namun itu bukan masalah besar bagi Aleena karena dia juga tidak tau penyebab Azriel diam seperti itu.


"abang kenapa dek" tanya buna Erlin kepada Azkara yang bersebelahan dengan Aleena


"nggak tahu cemburu paling" jawab Azkara santai tanpa filter dan bisik bisik terlebih dahulu


"siapa yang cemburu dek" sahut papa Restu


"abang kali tuh, dari tadi diem mulu"


"pasti gara gara liat kakak sore tadi dianter kawannya jadi abang cemburu ya kan bang" goda Azkara kepada abangnya


"enggak"


"jujur aja kali bang, berarti kalau udah cemburu abang pasti cinta banget sama kak Leena apalagi sekarang ada gemoy Andra"


"apaan si dek, orang abang lagi banyak kerjaan" elak Azriel, sedangkan Aleena diam saja memerhatikan pembicaraan semua orang


"baby, ayah kamu lagi cemburu kan mana nggak mau ngaku lagi pasti malu sama kamu dan onty kan" Azkara mengajak ngobrol bayi hampir 3 bulan tersebut, yang pastinya belum mendapat banyak respon

__ADS_1


__ADS_2