
Acara aqiqah berjalan dengan lancar, baby Andra berada dipangkuan ayahnya dengan bundanya disamping sang ayah.
Malam ini seperti malam malam sebelumnya aleena akan tidur bersama baby Andra di kamar barunya di mansion ini.
Kenapa tidak tidur di kamar Azriel, toh Azriel tidak ada dirumah? akan terasa lancang jika dia tiba tiba masuk ke kamar Azriel bagi aleena, mengingat dulu di kamar itu banyak sekali luka membuat Aleena seakan takut untuk masuk di kamar tersebut.
Jam 10 malam Aleena mulai bersiap tidur, ia mengenakan daster arab panjang tapi sudah lepas hijab tentunya karena sekarang dia hanya bersama baby Andra.
Ketika aleena hendak ke kamar mandi sebentar baby Andra malah menangis, haus mungkin pikir Aleena dengan segera pun dia mengambil baby Andra dari dalan box bayinya.
"Ade kenapa sayang, haus ya emm iya"
Setelah diberikan asi baby Andra masih belum mau tertidur, sudah mulai ngajak begadang bunda ya dek ya.
Dikamar atas lebih tepatnya kamar Azriel dia sedang termenung di balkon kamarnya, dia sudah menjadi seorang ayah namun tak bisa setiap hari bertemu putranya.
"Aleena sayang, bisa beri kesempatan bagi abang? abang sayang kalian tapi kesalahan di masa lalu membuat kita berpisah seperti sekarang"
.
.
__ADS_1
.
2 bulan usia baby Andra, dia sudah diajarkan tummy time oleh suster setiap minggunya yang akan datang ke mansion.
Azriel pun lebih sering pulang ke mansion, karena dengan melihat Aleena dan Andra membuat dia semangat mengerjakan apapun.
Namun seberapa besar usaha Azriel mendekati Aleena dia masih bersikap biasa saja kepada orang lain sedangkan ketika bersama Azriel dia lebih banyak diam.
Aleena belum mulai pergi ke butik, sebentar lagi mungkin. Andra bersama siapa ketika Aleena di butik nanti? buna Erlin yang akan merawatnya, sebenarnya Aleena sudah akan mencari suster yang akan menemani dan merawat Andra namun buna erlin menolak beliau lebih senang diberi kesibukan menjaga si gemoy.
"Sayangnya ayah, lagi apa sama nenek?" tanya Azriel ketika pulang kerja dan mendapati Andra sedang bersama buna Erlin.
"ayo ikut ayah"
"nggak mandi dulu sana, baru pulang kerja itu langsung mandi biar kalau ketemu anaknya udah steril, bayi seusia Andra masih rawan penyakit Zriel" omel buna Erlin.
"huhhh iya buna"
Dengan langkah lesu Azriel masuk kedalam rumah, tak sengaja ia melihat Aleena yang berada didalam dapur menggunakan daster seperti biasanya dan juga hijab sport pastinya yang menutupi dada.
Ingin sekali Azriel sapa namun ia juga takut, setelah melewati kebimbangannya dia masuk ke dapur dengan langkah yang mungkin tidak terdengar.
__ADS_1
"masak apa na?" tanya Azriel tepat dibelakang Aleena
"Astagfirullah" siapa yang tidak kaget jika di tegur namun langsung dibelakangnya.
"bang Azriel" kini nada suara Aleena seperti tak suka jika disapa dengan cara seperti itu.
"maaf aku..
Dreet dreet
"*hallo assalamualaikum buk"
"wa'alaikumussalam na, mana cucu ibuk"
"didepan buk sebentar"
"ya Allah cucu mbah uti lagi apa nak*"
Obrolan mereka masih lanjut, Aleena meninggalkan Azriel didapur untuk mengangkat telfon ibunya.
Aleena tidak kembali ke dapur sebab buna Erlin melarang biar dilanjut dengan para art nya saja cukuplah Aleena menemani beliau bersama Andra untuk saling bercerita.
__ADS_1