
"Zriel.." tegur seseorang dengan tubuh yang lumayan seksi dan juga berpakaian terbuka.
Merasa dipanggil Azriel berbalik badan dan menatap wanita didepannya.
"Lyora" lirih Azriel
"lama kita nggak ketemu, gimana udah nikah belom loe?" tanya wanita bernama Lyora tersebut
"Ekhmm" dehem azriel menetralkan suara
"udah, dan maaf gue harus pergi" pamit Azriel
"gue boleh minta nomor ponsel loe?"
"maaf nggak bisa, gue harus jaga perasaan istri gue" Ya, Azriel memang sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak menghianati kepercayaan yang telah istrinya berikan.
Berbicara soal wanita tersebut, Lyora adalah mantan Azriel saat dusuk dibangku SMA mereka menjalin hubungan sekitar 3 tahun yang akhirnya terpisah saat lyora harus mengikuti orang tuanya ke luar negeri dan melanjutkan studynya disana.
Bisa dibilang Lyora adalah cinta pertama setelah buna Erlin dan Azkara, dulu Azriel sangatlah bucin kepada Lyora hingga dengan mudahnya dia dikelabuhi oleh Lyora yang diam-diam menjalin hubungan juga dengan salah satu teman azriel dan juga dia memanfaatkan Azriel layaknya atm berjalan baginya.
Hingga akhirnya Azriel sadar ketika ia membukatikan disaat hari kelulusan dia melihat Lyora tengah kencan dengan temannya tersebut.
__ADS_1
Sudahlah lupakan tentang hal itu kita kembali ke topik utama, merasa malu dengan perbuatannya sendiri lyora sampai mengepal tangannya kuat dan menatap kesal kearah Azriel.
"lihat aja Zriel, gue bakal rebut loe dari istri loe. Nggak boleh ada yang jadi pendamping loe karena loe itu milik gua dan loe adalah atm gue"
Tidak berputus asa Lyora mencari kontak temannya dan menghubungi berniat untuk meminta nomor ponsel Azriel.
Dengan mudah lyora mendapatkan nomor ponsel Azriel sebab dia menjanjikan uang yang cukup menggiurkan bagi siapapun yang memiliki nomor ponsel Azriel.
Ditempat yang saat ini tengah Azriel datangi dia sedang berperang dengan pikirannya. Baru saja dia didatangi oleh wanita masa lalunya lantas apakah kedepannya ia bisa melewati semua ini? tidak tidak dia harus bisa ada Aleena yang pasti akan mendukungnya.
________
"buk silahkan makan siang dulu" ucap Dita menyerahkan sekotak kue yang ia beli tadi
Bagi sebagian orang mungkin memandang rendah tapi jangan dilihat isinya, lihatlah bagaimana orang itu tulus memberikan kepada kita.
Sekarang ini karyawan Aleena sudah mulai bertambah karena bertambah luas juga butik yang didirikan aleena.
"allo, ataitum nini unda dede utan ya?"
"bukan ini bu dokter, mau kan bu dokter suntik?"
__ADS_1
"dak au ya, anti atit"
"ade udah mam belum nak?"
"udah unda, mam ayan dulen unda enyak"
"makan yang banyak habis itu bobo siang oke"
"ote unda, dada duyu dede mahu bobo ya"
"iya assalamualaikum"
Begitulah keseharian Aleena jika ia tak berada di rumah, memprioritaskan anak adalah yang paling utama.
Setelah bertukar kabar dan cerita dengan putranya barulah Aleena melahap makan siangnya, ia terlihat sangat menikmati apa yang masuk kedalam mulutnya saat ini.
Sungguh nikmat Allah yang tiada tara bisa merasakan makanan yang layak untuk masuk kedalam perutnya saat ini.
"alhamdulillah"
Karena sudah menunaikan sholat sebelum makan tadi Aleena pun bisa sedikit bersantai sebelum memulai kembali pekerjaannya.
__ADS_1
Membuka aplikasi chat berwarna hijau bibir aleena tersungging sebuah senyuman, Azriel mengirim sebuah foto atau sering disebut PAP jika itu anak muda yang baru memulai cinta monyet.
"Kangen banget sama istri abang, kapan ya pulangnya lama banget"