
"unda, adla mahu mimi susyu"
"iya sebentar, jangan berisik ayah masih bobo oke"
"yayah apek unda?"
"iya sayang, kan ayah kemarin baru pulang kerja dari jauh"
"syusu na banak unda"
"iya nak"
Pagi ini sedikit berbeda, jika satu minggu belakangan ini Aleena akan tidur memeluk Andra atau guling maka malam tadi ia tidur dipeluk oleh Azriel, suaminya.
Hari ini Aleena harus pergi ke butik lagi, sebab sudah 3 hari ia tak pergi ke butik lantaran menemani putranya bermain, ya meskipun ada mbak Yeni yang mengasuh tetap saja Andra tak mengizinkan bundanya pergi.
Sinar matahari sampai di mata Azriel, ia mulai mengerjabkan matanya menyesuaikan cahaya sekitar.
Seulas senyum tersungging dari bibir Azriel, bangun tidur melihat putranya anteng bermain membuat hatinya menghangat.
"Andra main apa?" suara serak khas bangun tidur masih terdengar jelas
"Adla ain lobot balu"
"bagus nggak robotnya?"
"badus banet, acih yah"
"sama-sama sayang"
__________
Seharian penuh dilewati Aleena dan Azriel dengan kesibukan mereka, Siang tadi buna Erlin sempat telfon Aleena untuk meminta izin akan mengajak Andra ke mansion.
__ADS_1
Aleena sama sekali tak keberatan sebab ia tahu betapa sepinya mansion saat tak ada Azkara ataupun Azriel dan dirinya.
"*Assalamualaikum sayang, abang diluar ya"
"Wa'alaikumussalam bang, bentar ya ini lagi beres-beres"
"tunggu ya"
"iya sayang*"
Tak lama setelah sambungan telepon dimatikan terlihat Aleena berlari kecil menuju mobil Azriel dengan nafas yang terengah-engah.
"sayang, padahal abang nggak tinggal lho kenapa harus lari-lari sih" omel Azriel pada Aleena.
"kasihan abang nunggu lama" jawab Aleena usai meminum air mineral yang ada di mobil Azriel.
"Andra mahu di beliin apa yank?"
"yes.."
Sampai rumah mereka langsung naik ke lantai atas guna membersihkan diri, setelah mandi Aleena meninggalkan kamar dan menuju dapur.
Ia membuat beberapa camilan yang sangat ia inginkan sejak siang tadi, mau beli pun ia malas untuk mencari dimana penjual makanan tersebut.
"masak apa mbak?" tanya mbok warsi
"pengen makan timus ubi mbok"
"kok mendadak mbak?"
"sebenarnya enggak mbok, tadi pas telpon sama ibuk lihat beliau lagi makan dan juga Aleena lama nggak makan jadi pengen deh" jelas Aleena
"yaudah sini biar mbok bantu mbak"
__ADS_1
" biar Aleena sendiri mbok, mbok istirahat aja"
"nggak papa mbak biar mbok bantu"
.
.
.
Mendengar adzan magrib aleena dan mbok warsi istirahat untuk sholat terlebih dahulu, sebenarnya tak susah juga membuat timus namun tadi Aleena memulainya sudah lumayan sore.
"adek tuh buat apa sama mbok warsi tadi?" tanya Azriel sebelum mereka sholat
"buat timus tau kan?"
"tau, dulu nenek sering banget buat itu"
"nanti cobain deh kalau adek yang buatin"
...foto by google...
Udah ada yang tau belum nih seputar timus itu? author coba jelaskan sepengetahuan author ya gais.
Kalau ditempat author namanya emang timus, mungkin ada beberapa juga yang lain namanya tapi nggak papa intinya tetap sama kok. Jadi timus itu merupakan olahan dari ubi tanah yang langkah awalnya itu merebus atau mengukus terlebih dahulu ubi yang sudah terpisahkan dari kulitnya.
Setelah dirasa sudah empuk tekstur dari si ubi maka bisa diangkat dan dihaluskan, jika sudah maka bisa dicampurkan dengan sedikit garam dan secukupnya tepung tapioka hingga menjadi kalis.
Jika sudah maka bisa dibentuk melonjong dan ditaruh gula merah didalamnya sesuai selera setelah itu timus bisa digoreng dan dinikmati.
(Mohon dikoreksi jika salah, karena author kalau menjelaskan kadang kurang detail jadi ya mohon dimaklumi)
__ADS_1