Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 45


__ADS_3

"Zriel...." teriak Lyora dari luar rumah Aleena dan Azriel, yaps sudah hampir dua bulan setelah rencana jahat yang Lyora rencanakan waktu itu.


"siapa bang?" tanya Aleena bingung.


"nggak tahu sayang, malem malem gini teriak dirumah orang" ucap Azriel kesal.


Diamana Andra? dia sudah tertidur sekitar setangah jam lalu. Sudah terbiasa memang karena Aleena mendidik Andra untuk tidur tidak terlalu malam.


Tak ingin menerka Azriel dan Aleena memutuskan untuk kebawah dan melihat siapa yang berteriak itu.


"Ngapain loe kesini" ucap Azriel dingin


"ada yang mau gue omongin sama loe Zriel, dan ini nggak mungkin gue sembunyiin"


"bawa masuk aja bang nggak enak sama tetangga, udah malem juga" bisik Aleena, dan itu terdengar ke telinga Lyora.


Tanpa dipersilahkan Lyora menyerobot dan langsung masuk kedalam rumah, sungguh tak tahu sopan santun batin Aleena.

__ADS_1


"sebelumnya kalian nggak mau kasih gue minuman gitu, gue kan tamu disini"


"loh mbaknya mau minum toh, saya kirain udah nggak ngerasain haus lagi" ejek Aleena


"gue nggak ngomong sama loe" hardik Lyora dan Aleena pun hanya mengedikkan bahu acuh.


"udah deh loe kesini mau apa nggak usah basa basi lagi"


"jadi apa yang loe mau omongin, maaf gue nggak ada banyak waktu sekiranya nggak penting loe pulang aja itu pintu udah terbuka lebar" usir Azriel


"heh sorry ya, gue nggak pernah lakuin hal itu sama loe dan gue juga nggak sudi" sungut Azriel, mana terima ia dikata seperti itu padahal sudah sangat jelas bahwa ia tak pernah melakuakn itu dengan siapapun kecuali Aleena.


"malem itu loe mabuk Zriel dan tiba-tiba loe ngajak gue ke sebuah hotel" melas Lyora


"maaf nih sebelumnya, mbaknya punya bukti nggak? jaman sekarang tuh ya banyak banget yang bisa di manipulasi contohnya nih ya, mbaknya ngaku hamil dan yang menghamili itu suami sama apakah itu bisa langsung dipercaya? nggak kan? pasti semua itu butuh bukti karena belum tentu mbaknya melakukan dengan suami saya" sahut aleena santai namun mengejek apalagi saat melirik kearah perut Lyora.


"maksud loe apa hah?"

__ADS_1


"loh kok mbaknya marah, kesinggung ya padahal saya nggak bermaksud loe cuma kalau mbaknya merasa ya alhamdulillah jadi saya dan bang azriel nggak perlu membayar orang buat menelusuri semuanya" ejek Aleena masih santai, ia tak ingin menghadapi ulat betina ini dengan emosi.


"gue yakin karena gue cuma lakuin hal itu sama Azriel, dan menurut perhitungan dokter tuh pas"


"yaudah mbaknya kesini lagi bawa bukti cctv dari hotel dan bukti transaksinya jangan lupa hasil usg dari dokter biar kalau nipu itu pro"


Azriel yang melihat istrinya menghadapi sang mantan hanya memperhatikan dan tersenyum bangga kearah Aleena.


"udah ya mbak, udah malem saya mau tidur besok kerja cari uang biar nggak memanfaatkan suami orang" sindir Aleena


Merasa sudah dipermalukan Lyora pergi tanpa pamit, wajahnya ia tekuk dan bibirnya maju 10cm.


Sepanjang jalan ia tak berhenti menghentakkan kakinya dan mengepalkan tangannya. Ia merasa kalah dan ditindas oleh Aleena walau itu benar adanya.


"dasar wanita pelakor, beraninya dia rebut Azriel dari gue lihat aja gue bakal rebut balik dan siap-siap aja nangis darah loe" gerutu Lyora.


"yang terpenting sekarang gue harus dapetin bukti yang tuh wanita iblis mau, kalau udah baru deh gue dateng lagi untuk merebut harta si bodoh itu"

__ADS_1


__ADS_2