
Sudah 1 minggu Azriel diluar kota, beberapa kali ia sempat menerima pesan dari nomor tak dikenal. Tapi dirinya memilih untuk cuek karena ada hati yang perlu ia bahagiakan dan ia jaga setelah dulu sempat ia sakiti.
Saat ini Azriel tengah berada diperjalanan, seulas senyum tak luntur dari bibirnya. Tentu saja setelah satu minggu terpisahkan oleh jarak hari ini dia akan bertemu dengan istri dan putranya.
"Assalamualaikum" salam seseorang dengan menampakkan senyum kala melihat dua orang insan tengah duduk didepan televisi.
"Wa'alaikumussalam" jawab seorang wanita dengan hijab segiempat yang dipakainya.
"Sayang, abang kangen banget loh" ucap Azriel dengan memeluk Aleena
"duh, padahal cuma satu minggu loh bang"
"bagi abang, satu minggu itu lama banget karena nggak ada kamu disamping abang" gombal Azriel
"huleeee, yayah puan"
"lobot adla nana yah"
"ayah nggak dipeluk dulu nak?" tanya Azriel sendu, nyatanya dengan cara seperti itu Andra langsung berlari kecil dan memeluk Azriel
__ADS_1
"adla tanen banet ama yayah"
"kangen ayah atau mainannya hayo?" goda Aleena
"muana unda"
Mereka langsung mengobrol hangat, rasa rindu yang ada dalam diri Azriel sudah terobati rasa lelahnya pun sudah hilang kala melihat putra dan istrinya tersenyum.
Azriel sendiri belum mulai bercerita tentang pertemuannya dengan Lyora tempo lalu.
Disini masih ada putranya, dia tak mau nanti jika ada keributan antara dia dan Aleena terdengar oleh Andra.
Jadilah Azriel akan bercerita nanti saja, saat Andra sudah tertidur mungkin. Karena jika dia bercerita sekarang dan akan keluar bahasa baru maka akan cepat putranya menirukan dan dia tidak mau putranya mendewasakan diri.
"Sayang..." panggil Azriel saat ini mereka tengah merebahkan dirinya dengan posisi Aleena meletakkan kepalanya didada Azriel.
"hem, apa bang" jawab Aleena menatap Azriel
"abang mau cerita deh"
__ADS_1
"silahkan dong, bakal adek dengerin" tanggapan Aleena masih sesantai itu
"Kenarin waktu diluar kota abang ketemu sama Lyora mantan abang" Disini rasanya sungguh gugup bagi Azriel
"iyaa terus"
Dari sini Azriel mulai menceritakan dari awal pertemuan mereka sampai ada nomor asing yang masuk ke ponsel Azriel.
Tak ada apapun yang Azriel tutupi dari Aleena, dia ingin keterbukaan antara dirinya dan Aleena dengan harapan tidak ada selisih paham antara keduanya.
"sebentar sebentar adek tanya, abang masih ada rasakah untuk si Lyora itu?" tanya Aleena, tak menunjukkan ekspresi marah ataupun apa dia masih santai seperti tadi.
"sama sekali enggak sayang, abang anggap putus itu sesuatu yang sakral jadi setelah hubungan itu putus tidak ada lagi kata kembali, abang mohon tetap disamping abang apapun yang terjadi nanti kedepannya"
"adek bakal temani abang terus, tapi mohon jangan menambah luka lagi cukup luka itu aja jangan ditambah lagi" mohon Aleena, kali ini ia lebih serius dari tadi
"Abang janji abang nggak bakal tinggalin adek, ingatkan abang kalau abang salah"
"intinya disini kita harus sama-sama terbuka dengan pasangan, bimbing Aleena juga bang kalau Aleena salah jangan takut untuk menegur"
__ADS_1
Malam itu mereka saling melepas rindu, bayangan kejadian yang pernah dialami setelah menikah dengan Azriel dulu lebih tepatnya saat Azriel belum menerima dirinya seakan menjadi ketakutan tersendiri bagi Aleena.
Meski ia sudah pergi ke psikiater namun ingatannya dulu masih teringat jelas dan saat ini dia sudah mulai mencoba untuk melupakan bayangan itu.