Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 52


__ADS_3

"heh, pelakor inget suami lo itu bekas gue"


Senyum miring Aleena tunjukkan kala membaca isi pesan itu, sebenarnya yang pelakor itu dia kenapa jadi menyudutkan Aleena sungguh definisi pelakor teriak pelakor.


"iya deh si paling bekas, ups" balas Aleena balik


Setelah itu Aleena meletakkan ponselnya dan berjalan ke kamar mandi, sementara Azriel masih anteng di bawah selimutnya.


"atamualaitum, unda uka pintuna"


"unda, yayah anan ama ama ihhh"


"unda......... " teriak Andra karena tak ada jawaban sama sekali dari dalam.


"iya nak, sebentar" jawab azriel dengan suara khas bangun tidur


"kenapa hem teriak-teriak?"


"ama ih, adla malah"


.


.


.


"honey, gimana sih ini kamu bantuin juga dong apa gitu" kesal Lyora pada prianya.

__ADS_1


"sabar jika kali ini kita gagal maka aku akan membunuh si pria itu dan merebut Aleena menjadi milikku"


"lalu kau apakan aku jika kau sudah bersama wanita perebut itu"


"jangan bilang kamu akan membuangku setelah memakaiku begitu saja" sendu Lyora berdrama


"ck pendek sekali pikiranmu, kau bisa saja bersama pria itu, biar nanti dia tidak kubunuh saja karena aku kasihan padamu"


"ish.. tap-


"banyak sekali omongmu Lyora, kau jangan terlalu bodoh jadi manusia"


"yayayayaya" lebih baik mengalah daripada ia harus bekerja keras sendiri untuk mendapatkan Azriel dan supaya tak kehilangan ATM nya.


Setelah sedikit perdebatan mereka kembali menyusun rencana, baru saja tersenyum Lyora kembali menekuk wajahnya lantaran mendapat hinaan dari sang musuh.


Di mansion Aleena dan buna Erlin serta Andra dan Azkara sedang duduk ditaman belakang rumah, masih ingat dengan tumbuhan yang Aleena beli saat ia baru saja menjadi bagian rumah ini? sekarang tumbuhan dan sayur-sayuran pun sudah bisa dinikmati.


Diselingi obrolan ringan dan sedikit tawa menemani pagi santai mereka setelah ditinggal para suami bekerja.


"gimana na sekarang Azriel udah berubah kan? dia nggak pura-pura lagi kan?"


"enggak kok buna, sekarang udah beneran"


"memang Azriel tuh orangnya gitu, dia bisa dibilang cuman bisa senyum saat dorumah aja dan sering banget dibilang sombong"


"iya loh bun, maaf sebelumnya dulu tuh waktu pertama lihat bang Azriel tuh bawaannya pengen nunduk atau sembunyi gitu apalagi tatapan bang Azriel yang tajem dan dapem banget"

__ADS_1


"iya loh naa, dulu sampe ada anak temen buna yang nangis kejer lihat Azriel"


"padahal Aleena udah sering banget bilang bun, biar nggak gitu eh katanya udah bawaan dari lahir"


"hahaha, emang nggak bisa dirumah kayaknya"


Didepan mansion sudah ada Lyora yang sebelumnya datang ke rumah Azriel namun hanya ada mbok warsi dan mbak yeni saja.


Sebelum masuk Lyora masih menata penampilannya untuk bertemu dengan calon ibu mertua, ihhh dikira buna erlin dan papa restu belum tau saja padahal mereka sudah lebih tahu sebelum Azriel cerita.


Ting tong


"iya sebentar, sapa isuk isuk kie" gerutu supir mansion


"wealah mbak e siapa? ngapain kesini?"


"saya Lyora mau ketemu tante Erlin"


"oh mbak laron mau ketemu ibuk, sebentar saya panggilkan"


"eh enak aja laron, nama saya Lyora"


"panggil aja yora"


"oh iya mbak laron"


Tanpa mendengar lagi ucapan Lyora pak Basri masuk memanggil buna erlin.

__ADS_1


__ADS_2