Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 31


__ADS_3

Dua bulan berlalu hubungan Aleena dan Azriel sudah mulai membaik, namun ditengah membaiknya hubungan mereka Aleena memutuskan untuk kembali ke apartemen miliknya yang dulu sempat dibelikan oleh buna Erlin serta papa Restu.


Dan sekarang pun Aleena sudah memiliki satu babysister khusus untuk Andra, Yeni namanya. Sedangkan Naya dia terfokus untuk beberes apartemen dan juga memasak ataupun kegiatan rumah tanggah lainnya.


"Andra, nenek bakal kangen banget loh sama andra. Sering-sering main kesini ya sayang sama bunda" Ucap buna Erlin saat Aleena, Andra, Yeni dan Naya akan kembali ke apartemen.


"iya nek, nanti ade bakal sering main kesini sekarang ade ikut bunda ya nek" jawab Aleena mewakili Andra


Dimansion hari ini terasa sangat lama dan sepi, tak ada yang diajak bermain. Meski Andra masih berumur lima bulan dia juga pandai merespon ucapan ucapan orang sekitar dengan senyuman ataupun bahasa bayi.


Diperusahaan Azriel merasa sangat berat untuk melepas Aleena tinggal di apartemen, dia masih ingin bersama dengan Aleena bahkan jika bisa ia ingin selamanya.


.


.


.


"*hallo assalamualaikum na"


"wa'alaikumussalam bang, ada apa"


"Andra tidur nggak?"


"nggak kok bang ini lagi main"

__ADS_1


"kita ajak Andra keluar yuk*"


"*sekarang bang?"


"iya, kamu nggak lagi repot kan?"


"nggak kok, yaudah kita siap-siap dulu assalamualaikum*"


Beberapa minggu lalu, lebih tepatnya saat masih berada di mansion Azriel meminta kontak Aleena, dia berusaha menghilangkan rasa gengsi dalam dirinya untuk bisa bersatu dengan Aleena.


"mbak Yeni, minta tolong andra di gantiin baju ya mbak mau saya ajak keluar"


"oh iya mbak"


Sambil menunggu Andra aleena juga bersiap siap, kini ia memakai styl layaknya remaja dengan gamis berwarna hitam lengan pendek yang dipadukan dengan outher berwarna cream motif kotak kotak membuat Aleena begitu cantik.


Best couple memang, sebuah ketidaksengajaan yang sangat menguntungkan mungkin nanti yang ada dipikiran Azriel.


Hampir setengah jam lamanya bersiap siap dan on the way ke apartemen Aleena kini azriel sudah berhenti di lobi apartemen menunggu Aleena.


"lih bajunya sama" pikir Aleena


"haha nggak nyangka padahal nggak janjian juga loh, ini juga Andra pake warna senada" ucap Azriel


"hehe iya juga bang"

__ADS_1


Karena siang semakin panas mereka memutuskan untuk segera pergi, sedangkan stroler milik Andra sudah dilipat dan dimasukan ke bagasi mobil Azriel.


Jika berlama lama menggendong Andra rasanya pundak Aleena tak mampu sebab di usia yang ke liam bulan ini berat badan Andra sudah mencapai 10 kilo lebih.


Sedangkan Aleena hanya 43, jadi dengan tubuh mungil Aleena tak mungkin kan dia menggendong Aleena sampai lama.


"duhh, ade mau jalan jalan ya seneng nggak?" tanya Aleena dan dijawab wajah datar oleh Andra, namun wajar kan masih cukuo kecil untuk merespon lebih.


Apalagi Andra bayi yang super cuek, bahkan untuk menampilkan senyum saja sungguh sulit.


"sayang...." panggil Azriel, aleena kira Azriel memanggil Andra jadilah dia menjawabnya dengan suara anak kecil


"apa ayah, ade lagi lihat pohon banyak"


"kamu loh na yang abang panggil" sahut Azriel


"oh aku, kenapa bang"


"bisa nggak sih kita hidup bersama, memulai semuanya dari awal abang pengen melakukan peran orang tua dengan kamu" ucap Azriel yang entah sudah ke berapa, pasalnya aleena selalu mengalihkan topik jika sudah seperti ini.


"Sabar ya bang, tunggu Aleena siap dulu. Nanti jika sudah waktunya tanpa abang minta Aleena bakal kembali ke abang sekarang kita fokus intropeksi diri dulu aja, belajar menjadi lebih baik lagi supaya bisa mengajarkan semaksimal bahkan yang terbaik bagi Andra"


"abang pasti bakal tungguin waktu itu datang, abang bener bener pengen banget hidup bersama kalian" lirih Azriel


"Sabar ya ayah, nanti pasti ade dan bunda ikut ayah" ucap Aleena dengan suara anak kecil

__ADS_1


"ayah sayang ade dan bunda"


__ADS_2