Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 53


__ADS_3

Dua minggu setelah Lyora datang ke mansion dan mendapat amarah buna Erlin karena terus saja menjatuhkan menantu kesayangan beliau.


Buna Erlin tak bisa diam begitu saja, ia meminta papa Restu dan Azriel segera membasmi ulat keket itu hingga keluarga kecil yang baru saja di nahkodai oleh putranya bisa berjalan mulus.


Beberapa anak buah papa Restu dan Azriel sudah menelusuri lebih ketat tentang Lyora dan lelaki yang bersekongkol dengannya.


Awalnya Azriel tak mengetahui jika Lyora bersekongkol dengan seseorang ingin merusak rumah tangga, awal penelusuran ada beberapa kecurigaan anak buah mereka kala melihat Lyora sering kali bertemu dengan lelaki yang sama.


Tapi, azriel sendiri belum mengetahui pasti siapa lelaki tersebut.


"sayang, dimana?" panggil Azriel saat pulang dari perusahaan tak melihat Istri dan putranya


"disini, kenapa?"


"nggak papa, Andra minta ditemenin tidurnya"


"gimana bang?"


"tenang aja, Insyaallah aman kok ada orang sururhan papa yang bakal awasin dia terus"


"dia bersekongkol atau sendiri sih bang?"


"kayaknya bersekongkol sama seorang pria tapi abang sendiri belum tahu siapa dia, dari bukti yang dikirim orang suruhan abang pas banget si pria nggak terlalu keliatan jelas"

__ADS_1


"coba lihat" Pinta Aleena dan diangguki Azriel


"nah kan, dia nggak menghadap kita jadi susah gitu buat nyelidiki dia"


"kayak nggak asing tapi siapa, dari posturnya aku kayak udah kenal" batin aleena


Setelah cukup lama dian dengan pikirannya yang mengingat-ingat, sedangkan azriel memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu mengingat hari semakin malam.


"Radit" gumam Aleena saat sudah mengingat dengan jelas siapa pemilik postur tubuh tersebut.


Masih ingat bukan saingan Azriel dulu saat ingin mendapatkan Aleena kembali. Sekarang niatannya pun sama, mendengar jila Lyora ingin merebut Azriel maka dia juga akan merebut Aleena.


"heh sayang, ngapain diem aja gitu" tegur Azriel saat baru saja keluar dari kamar mandi


"siapa? orang terdekat kita ya?"


"bukan orang terdekat juga sih cuma ya kayak kita eh abang pernah ada urusan sama orang itu"


"siapa sih, jangan buat abang tambah penasaran deh yang"


"masih ingat kan Radit, yang waktu itu pernah suka sama Aleena" dengan gaya menggida dan narsisnya Aleena saat mengucapkan kalimat terakhir itu.


"ihh sukanya juga jangan dibilang lah yang"

__ADS_1


"jadi gimana inget belom, yang sampai saat ini masih kerja sama dengan butik adek"


"ohh si radit itu, terus motifnya apa mau ngehancurin rumah tangga kita"


"yo ndak tahu kok tanya saiya" jawab Aleena dengan tertawa.


Sementara disebuah club malam, sepasang manusia sedang menikmati sebotol wine.


"dit, loe ngerasa nggak sih akhir akhir ini ada yang ngikutin dan mata matain kita" tanya Lyora


"nggak tuh, loe aja kali kalau pun ada yang mata matain kita pastinya anak buah gue udah lapor dong sama gue"


"iya juga sih, tapi gue ngerasa banget gitu loh"


"nggak usah dipikirin, nggak mungkin juga tuh si azriel sampe mata matain kita orang dia aja nggak guna gitu"


"heh ucapan lo!!"


"apasih nggak penting juga bahas dia, dahlah gue mau pulang loe pulang ato disini aja"


"ngapain sih baru juga jam segini"


"gue ada urusan sama papa"

__ADS_1


__ADS_2